eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

September 29, 2007

riwayat harga saham….

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 4:44 am

ternyata bener kata orang, ga selalu harga saham tertentu memberikan keuntungan saja … beberapa harga saham tertentu yang gw pantau sejak beberapa taon terakhir atau beberapa bulan terakhir membuktikannya …. well, dalam kenyataan yang positif, ternyata metode investasi jangka panjang tetap paling unggul …. jadi, kalo mo yang untung besar dalam waktu sesingkat-singkatnya, maka harus siap sial sebesar mungkin … high gain, high risk … nah, risiko dikurangi lewat investasi jangka panjang dan diversifikasi saham yang dimiliki … begitu lah analisis gw berdasarkan data2 yang gw kumpulkan dari salah satu koran bisnis selama ini :

bluechips yang gw pantau:
indosat (isat) (rupiah)
01/06/2006: 6000
12/20/2006: 5650 (-5,83%)
02/28/2007: 5850 (-2,50%) saat pemerintah china menahan laju investasi di pasar modal china
07/16/2007: 7600 (+26,67%)
08/20/2007: 6550 (+9,17%) satu hari kerja setelah krisis sub-prime mortgage mencapai puncaknya
09/28/2007: 7200 (+20,00%) penutupan kuartal 3/2007, window dressing mulai.

bandingkan dengan ihsg (indeks harga saham gabungan bursa efek jakarta):
01/02/2006: 1171 (desimal dihilangkan)
12/20/2006: 1768 (+51,98%)
07/19/2007: 2333 (+100,77%)
08/20/2007: 2041 (+75,65%)
09/28/2007: 2359 (103,01%)

telkom indonesia (tlkm) (rupiah)
01.06.2006: 6150
12.20.2006: 9850 (+60.16%)
07.16.2007: 11450 (+86,18%)
08.20.2007: 9850 (+60,16%)
09.28.2007: 10900 (+77,24%)

astra internasional (asii) (rupiah)
01.06.2006: 10750
12.20.2006: 15500 (+44,19%)
07.16.2007: 18000 (+67,44%)
08.20.2007: 15450 (+43,72%)
09.28.2007: 19500 (+81,40%)

tambang timah indonesia (tins) (rupiah)
01/19/2006: 1900
12/20/2006: 3675 (+93.42%)
07/23/2007: 13800 (+626,32%)
08/20/2007: 9200 (+384,21%)
09/28/2007: 13250 (+597,37%)

aneka tambang (antam)(rupiah)
01/25/2007: 8050
07/03/2007: 12850 (+59,63%)
07/27/2007: 2875 (POST SPLIT; 1 saham lama displit menjadi 5 saham baru)
08/20/2007: 1875 (-34,75%)
09/28/2007: 2825 (-1,74%)

begitu lah ….. jadi, yang bisa ngalahin ihsg cuma tambang timah doang ….. padahal saham2 ini bener2 berkapitalisasi besar dan berfrekuensi transaksi tinggi dan paling tinggi di pasar …. terserah d

Iklan

September 25, 2007

demokrasi indonesia < demokrasi myanmar….

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 12:41 pm

…. kalo gerakan para bhiksu buddha berjaya, maka demokrasi myanmar akan mulai bergerak lebe nyata… kalo gerakan itu makin menguat, dan ber”snowball-effect” maka demokrasi myanmar kemungkinan besar akan jauh lebih bermartabat daripada demokrasi indonesia jaman pasca soeharto …. ada satu orang yang tangannya bersih dari darah dan notes, yaitu sang putri … demokrasi di bawah kepemimpinan putri yang menempuh jalur perdamaian ini akan jauh lebih bersih dari kkn …. jauh banget dari kkn, dan putri akan mampu menghadapi tsunami kkn ketika euforia demokrasi juga terjadi di negaranya …. semoga

busway = killing field…

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 12:11 pm

… busway supposes to be a way out of traffic congestion in jakarta …. but the mismanagement and less planned road track development for busway system caused the more traffic congestion and traffic accidents …. so who really won in this matter?

fastnet….

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 9:04 am

…. today i start using fastnet as my internet access provider … bye3 cbn it was a nice period having you for more than ten years ….

September 19, 2007

republik utang….

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 2:36 am

…. yang membuat kejatuhan besar negeri ini adalah jatuh tempo bayar utang pokok dan bunganya dalam mata uang asing dan rupiah pada saat hampir bersamaan dalam jumlah yang paling besar akibat keterpurukan ekonomi, yaitu 1997-1999…. ternyata negeri pengutang besar di dunia ini masih juga lom sungguh2 berubah 180 derajat, utang tetap primadona, walau namanya berubah dan caranya ganti … bila siklus ekonomi makro sudah datang, maka jatuh tempo utang yang hampir bersamaan dalam jumlah terbesar, akan sekali lagi menggiring republik utang ini (ganti nama dong, jangan pake republik bbm lagi) masuk kejatuhan besar (great fall)…. saat itu para spekulator bersorak-sorai, rakyat miskin menjadi supermiskin, dan republik utang makin sulit bangkit lagi, apalagi ditunggangi persoalan kekuasaan … well, semoga masih selamat d …

18/09/07 21:38

Penerbitan SUN Capai Rp792,943 Triliun

Jakarta (ANTARA News) – Hingga 17 September 2007, pemerintah telah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) senilai Rp792,943 triliun, terdiri atas surat utang yang diperdagangkan Rp467,311 triliun dan surat utang yang tidak diperdagangkan Rp259,979, serta obligasi internasional Rp65,653 triliun (kurs Rp9.379 per dolar AS).

“Ini sudah lebih tinggi dari pinjaman luar negeri, yang sekitar Rp600 triliun. Itu Rp600 triliun kita buat dalam 30 tahun lebih, sedangkan Rp792,943 triliun ini kita buat hanya dalam 7 tahun,” kata Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu, Rahmat Waluyanto, di Jakarta, Selasa.

Angka itu, jelasnya, meningkat sekitar tujuh persen dari posisi Desember 2006 yang mencapai Rp742,728 triliun.

“SUN meningkat karena kita membiayai defisit yang semakin meningkat. Dari 0,9 persen pada 2006, menjadi 1,5 persen pada APBNP 2007, kemudian 2008 diperkirakan 1,7 persen. Kebijakan pemerintah selama ini adalah kita bergantung pada surat berharga negara. Sudah tiga tahun terakhir kita kurangi secara gradual jumlah pinjaman luar negeri,” katanya

Surat utang yang diperdagangkan terdiri atas SUN tanpa kupon Rp10,169 triliun, dan obligasi negara dalam negeri (dengan kupon) Rp457,142 triliun. Obligasi dengan kupon pun dibagi atas surat utang dengan bunga tetap (fixed rate) Rp282,471 triliun dan bunga mengambang (variable rate) Rp174,671 triliun.

Sedangkan surat utang yang tidak diperdagangkan adalah surat utang yang diterbitkan kepada BI senilai Rp259,979 triliun.

Menurutnya, perubahan seri terbesar terjadi pada seri FR yang naik Rp43,91 triliun dari posisi Desember 2006, sedangkan seri VR turun Rp5,52 triliun dari akhir 2006 sehingga rasio FR dan VR berubah dari 57 persen berbanding 43 persen menjadi 62 persen berbanding 38 persen.

“Kenaikan FR terutama disebabkan penerbitan obligasi negara yang lebih banyak seri FR, sedangkan VR banyak yang jatuh tempo, serta dampak dari `debt switching`,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rahmat juga menyatakan pihaknya berhasil memperbaiki manajemen sehingga menurunkan resiko jatuh tempo SUN dari sekitar Rp60 triliun per tahun menjadi kurang dari Rp30 triliun per tahun hingga 2037.

“Kita akan melakukan `debt switching` secara reguler. Kita tukar obligasi yang jatuh tempo hingga 2012 dengan obligasi yang jatuh temponya lebih panjang. Artinya kemampuan pemerintah seiring dengan peningkatan PDB secara signifikan, jumlah utang sebesar ini pasti bisa dibayar. Jadi tidak ada resiko pembiayaan,” katanya.

Terkait dengan kepemilikan SUN oleh asing, Rahmat menyatakan pihaknya mencatat adanya kenaikan signifikan dari posisi Desember 2006 senilai Rp54,92 triliun menjadi Rp83,48 triliun pada Mei 2007, dan menjadi Rp73,51 triliun pada 14 September 2007.

“Memang terjadi penurunan posisi kepemilikan asing pada pekan kedua September menurun tipis dibanding pekan pertama September 2007, namun itu dipengaruhi sikap hati-hati investor untuk berinvestasi di aset-aset beresiko mengantisipasi keputusan FOMC (bank sentral AS) hari ini,” katanya.

Hal yang menggembirakan, katanya, adalah besarnya kepemilikan asing untuk SUN yang memiliki jatuh tempo di atas 5 tahun, yaitu 44,3 persen pada pekan pertama 2007 dan 44,5 persen pada pekan kedua 2007.

“Ini artinya mereka masih percaya dengan kinerja ekonomi kita dalam jangka panjang,” katanya.

Sebagai perbandingan , posisi kepemilikan surat utang negara pada 14 September 2007, perbankan 57,92 persen (Rp270,68 triliun), Bank Indonesia 3,10 persen (Rp14,47 triliun), dan non bank 38,98 persen (Rp182,18 triliun).

Untuk kepemilikan oleh non bank, asing bertengger pada posisi teratas dengan 15,73 persen (Rp73,51 triliun), asuransi 8,75 persen (Rp40,90 triliun), dana pensiun 5,27 persen (Rp24,63 triliun), reksadana 4,78 persen (Rp22,34 triliun), sekuritas 0,18 persen (Rp830 miliar) dan lain-lain 4,27 persen (Rp19,97 triliun).(*)

September 14, 2007

delinquency is normal phenomenon

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 12:42 am

when it happens during our childhood …. when bad debtors became delinquent with their credit history, global debtors felt the venomous bite in their hands…. one who let the delinquency spread was greenspan himself … below, you may compare my analysis in 12th august 2007 to greenspaan acknowledging yesterday:

my analysis:
kesulitan kredit perumahan diacak-acaklah dengan inovasi negatif demi memburu rente yang lebih realistis tetapi tetap lebih tinggi daripada inflasi, yaitu melalui sub-prime mortgage loans …. orang amrik yang beriwayat kredit tercela (delinquent) diberikan kredit perumahan (dan kredit2 laennya juga sih, dengan kriteria persyaratan yang serupa) lewat sub-prime itu lho … namanya juga anak bandel, ya, langsung lah dimanfaatkan n dilakonin tanpa perubahan tingkah laku sama sekali … artinya second chance yang diberikan oleh para pengacak-acak aturan maen itu justru jadi bumerang abis … kenakalan malah merajalela, yang tadinya sedikit nakal jadi jahat d … kejahatan itu adalah, menyebarkan risiko terburuk kepada orang-orang yang tingkat kredibilitasnya lebih tinggi, misalnya, perbankan raksasa non-amrik, seperti macquarie, bnp paribas, ikb, dll … bagaimana cara bangsa amrik menyebarkan kejahatannya? lewat investasi yang berbasis pada imbal hasil dari kredit perumahan berisiko tinggi itu … investor asing itu memanfaatkan produk investasi ini dengan berharap pada imbal hasil yang jauh lebih bagus daripada produk investasi yang mereka sendiri punya … risiko para anak nakal amrik, yaitu para peminjam hipotek perumahan amrik dengan persyaratan rendah, menyebar melalui para orang jahat yang mengacak-acak aturan maen yang lebih berkredibilitas … rumah global pun mulai goyah d … eco-nomy itu menjadi eco-chaos …

Greenspan Concedes Mortgage Dilemma
Thursday September 13, 6:20 pm ET
By Jeannine Aversa, AP Economics Writer

Greenspan Acknowledges He Didn’t Initially Grasp Risks of ‘Subprime’ Mortgages
WASHINGTON (AP) — Former Federal Reserve Chairman Alan Greenspan acknowledges he failed to see early on that an explosion of mortgages to people with questionable credit histories could pose a danger to the economy.
In an upcoming interview, Greenspan said he was aware of “subprime” lending practices where homebuyers got very low initial rates only to see them later jacked up, causing severe payment shock. But he said he didn’t initially realize the harm they could do.
“While I was aware a lot of these practices were going on, I had no notion of how significant they had become until very late,” he said in a CBS “60 Minutes” interview to be broadcast Sunday. “I really didn’t get it until very late in 2005 and 2006,” Greenspan said.
An excerpt of the interview was released Thursday.
A meltdown in the subprime mortgage market has rocked Wall Street. Foreclosures and late payments have soared and lenders have gone out of business. Nervous financial institutions tightened credit standards, making it harder for even more creditworthy borrowers to get financing. This has increased chances the economy might slide into a recession.
Greenspan, who ran the central bank for more than 18 years — the second-longest serving chairman in history — left in 2006. His successor, Ben Bernanke, has had to deal with a credit and financial crisis stemming from the subprime mortgage mess.
When he was at the helm, Greenspan maintained there was little the Fed — which also oversees the safety and soundness of banks — could do about the subprime situation. One of the Fed’s governors, however, had raised a red flag about questionable lending practices.
“Well, it was nothing to look into particularly because we knew there was a number of such practices going on, but it’s very difficult for banking regulators to deal with that,” Greenspan said in the interview.
Some blamed Greenspan’s interest rate policies for feeding the housing frenzy. Sales had hit record highs and house prices galloped from 2001 to 2005. Then the market fell into a deep slump.
The Greenspan Fed from early 2001 to the summer of 2003 had slashed interest rates to their lowest level in decades. It was done to rescue the economy from the blows of the bursting of the stock market bubble, the 2001 recession, the terror attacks and a wave of accounting scandals that shook Wall Street.
Critics say the Fed kept rates too low for too long, encouraging a Wild West mentality in housing.
Greenspan, however, defended the institution’s actions.
“They are mistaken,” he said of the critics. “It was our job to unfreeze the American banking system if we wanted the economy to function. This required that we keep rates modestly low,” he said.
Meanwhile, some believe that Greenspan would have acted more aggressively than Bernanke in dealing with the current financial crisis. “I’m not sure that’s true,” Greenspan said. “I think (Bernanke) is doing an excellent job,” he said.
Greenspan has written a book, looking back on his life and his days as Fed chief. It will be released on Monday.

September 10, 2007

1% v. 4.75%

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 2:51 am

if greenspan thought that this turmoil period was the same as the 1987 crash situation, then as clumsily analogy will the fed fund rate turn into 1% eventually in the coming year? at the moment, 4.75% is the short term relieve for the credit crunch and economic turmoil, especially in the usa … but, another significant cut may help global economic slowdown, and the people of earth… this is only one earth we have…

apec 2007: global transition?

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 2:41 am

why they gathered together to forget a very significant economic turmoil in global credit market? global warming is of course very important issue … but global slowdown may lead to global recession eventually making path to global warming deterrent situation as well … perhaps they cleverly forget the major economic turmoil in order to let it happen so that the global warming may not be a big problem anymore …. smart thought or ignorance? …. both worst situation are the reflection of global transition into a new brave world, i hope …

4% (2007)…

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 1:51 am

itu perkiraan angka pertumbuhan gdp indo kalo amrik masuk resesi … mungkin kah resesi ditahan oleh fed fund cut 18 Sept 2007?

it’s a moment of truth….

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 12:39 am

can indonesia sails away from another economic tsunami after uncle sam declaring the recession formally next month (october 07)? is it a game over for the greater economic growth above 4% per annum? will the sociopoliticalreligious matters complicate the economic situation in indonesia? how could sby-jk retain their cohesiveness facing the unexpected chaos in our homeland security system? why there always be a similar problem after 10 years of crises? is it the best to overrule the unsighted crucial problems while maintaining the jargon “business as usual”? how deep will be the fallout of rupiah and another portfolio investments of indonesia? will the strength of our people unity tested successfully? it’s time to hold arms together …. a dare moment of significant truth …

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: