eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

April 24, 2016

Jika orang prihatin, trus berbicara: (plastiK): 2008_2016

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 9:00 pm

butterfly

JAKARTA, KOMPAS.com – Jangan memandang sebelah mata sampah plastik. Sampah jenis ini, khususnya yang berasal dari kemasan, justru jadi sumber utama penghasilan perusahaan daur ulang. Bahkan, di antaranya berhasil menembus pasar ekspor.

Misalnya saja Langgeng Jaya Group. Menurut Christine Halim, Pemilik Langgeng Jaya Group, pihaknya bisa menghasilkan 2.000 ton plastik daur ulang per bulan.

“Dari jumlah itu, ada yang dijual ke dalam negeri ada juga yang ekspor,” kata Christine, Rabu (20/4/2016).

Christine menjelaskan, dari produk yang ada, sebagian besar hasil daur ulang berupa cacahan. Adapun untuk pasar ekspor, produk yang dijual tak hanya cacahan tapi juga barang jadi.

Salah satu hasil daur ulang yang paling gampang ditemui adalah dakron untuk isian bantal dan boneka. “Kami juga menghasilkan produk geotex, yang biasa digunakan untuk lapisan jalan,” kata dia.

Namun dia mengakui, banyak produk olahan plastik hasil daur ulang masih kalah dengan produk-produk asal China. Untungnya, lanjut Christine, sebagian besar ekspor hasil daur ulang plastik di Indonesia juga menuju China, Korea dan negara lainnya.

Christine yang juga ketua Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) mengatakan, potensi bisnis daur ulang plastik terbilang cukup besar.

“Misalnya tahun lalu, dari konsumsi plastik sekitar 3-4 juta ton per tahun, bisnis daur ulang bisa mencapai 400.000 ton per tahun. Itu belum dari perusahaan daur ulang di luar keanggotaan Adupi,” katanya.

Adupi yang baru dibentuk pada 2015 lalu baru berhasil mengumpulkan sekitar 130 anggota pendaur ulang plastik. Cuma, dia tidak mengetahui secara persis berapa jumlah industri pendaur ulang plastik di Indonesia.

Yang jelas, pendaur ulang plastik harus lebih diperhatikan pemerintah. Apalagi, katanya, bisnis ini bisa menjadi solusi atas sampah-sampah plastik yang selama ini selalu dijadikan isu bagi pemerintah untuk mencari tambahan pendapatan negara.

“Sekarang saja kami sudah dibebani PPn. Seharusnya cukup PPh saja. Belum lagi wacana pengenaan cukai plastik. Ya lebih baik dukung pendaur ulang plastik,” imbuh dia.

Belum lama ini, Adupi juga ikut bergabung dengan 16 asosiasi produsen dan pengguna plastik untuk menolak wacana pengenaan cukai plastik.

Melalui penolakan itu, Adupi berharap, industrinya bisa lebih diperhatikan pemerintah untuk jadi solusi terbaik sampah plastik.(Pratama Guitarra)

big-dancing-banana-smiley-emoticon

JAKARTA okezone – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan teknologi plastik yang ramah lingkungan. Selain mudah terurai oleh alam, teknologi plastik ini juga tidak berbahaya bagi manusia.

Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Agus Haryono mengatakan, Puslit Kimia LIPI telah berupaya membuat berbagai inovasi teknologi untuk mengatasi permasalahan limbah plastik. Ditemukan tiga teknologi plastik ramah lingkungan yakni Plasticizer turunan minyak sawit. Menurut dia, Plasticizer ini adalah bahan kimia yang ditambahkan ke dalam formulasi plastik untuk menambah sifat kelenturannya, terutama untuk plastik PVC (polivinil klorida). Plasticizer ini dianggap mempunyai sifat aman dari plasticizer turunan phthalate yang bisa menggangu reproduksi manusia.

“Phthalate sudah dilarang di berbagai negara terutama negara Uni eropa. Plastik yang kami buat lebih aman karena tidak membawa penyakit pada manusia,” katanya dalam siaran pers, Rabu (2/3/2016).

Inovasi lainnya adalah Bioplastik yang dikembangkan dengan menggunakan bahan terbuat dari tapioka, selulosa dan poliasam laktat. Agus menjelaskan, bioplastik ini bisa menjadi alternatif pengganti plastik konvensional karena lebih cepat terurai oleh mikroba di dalam tanah atau air.

Teknologi ketiga disebut Mobile Insenerator yang dibuat karena limbah plastik meski ringan tetapi bervolume tinggi untuk diolah kembali. Sedangkan membakar sampah plastik di lingkungan terbuka sangat berbahaya karena bisa menyebabkan timbulnya gas dioksin dan furan yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Mobile Insenerator, kata Agus, adalah alat pengolah limbah, termasuk limbah plastik yang bisa berpindah-pindah tempat sesuai dengan kebutuhan. Pengolahan limbah plastik dengan menggunakan mobile insenerator dapat membantu untuk mengatasi permasalahan limbah plastik yang dikumpulkan pada beberapa tempat.

“Insenerator ini dapat mengolah sampah plastik tanpa perlu khawatir timbulnya gas dioksin yang berbahaya,” ujarnya.

Agus menuturkan, teknologi plastik yang aman dibutuhkan karena konsumsi plastik di Indonesia per kapita sudah mencapai 17 kilogram per tahun dengan pertumbuhan konsumsi mencapai enam hingga tujuh persen per tahun. Bahkan, Indonesia sudah menjadi negara terbesar kedua di dunia yang membuang sampah plastik ke lautan.

Sampah plastik ini dapat berubah menjadi mikroplastik yang terapung di lautan dengan ukuran lebih kecil dari 1 mikron. Bahan ini menjadi berbahaya bila masuk ke dalam rantai makanan melalui ikan, biota laut, hingga masuk ke dalam tubuh manusia.

Dikatakan Agus, penggunaan plastik yang tidak benar dan tidak sesuai dengan kegunaannya bisa berpotensi membahayakan kesehatan manusia. “Berbagai jenis bahan kimia tambahan serta monomer tersisa yang tak bereaksi pada plastik bisa menyebabkan berbagai bahaya kesehatan seperti penyakit kanker, gangguan reproduksi, radang paru-paru dan lain sebagainya,” pungkas Agus.

(rfa)

ezgif.com-resize

Jakarta, Apa Kata Dunia?

Oleh
Wahyu Dramastuti

JAKARTA – Jumat (1/2) menjadi black Friday bagi Lenny. Hari Jumat yang bikin celaka karena dia terjebak di tengah-tengah truk, bus-bus besar, mobil pribadi, dan sepeda motor. Sudah satu jam dia menunggu di atas metro mini dengan harapan lalu lintas akan segera cair. Tapi ternyata meski jarum jam terus bergerak, lalu lintas tak juga beranjak satu meter pun.
Maka dengan pertimbangan hari masih pukul 17.00, Lenny mengajak beberapa penumpang di dalam metro mini untuk berjalan kaki menuju jalan umum, dengan asa selepas pintu tol akan mendapat kendaraan umum atau ojek. Peristiwa ini terjadi di jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, yang keluar di pintu Kamal.
Lantas berjalan kakilah Lenny sepanjang berkilo-kilometer bersama beberapa orang—ada seorang ibu membawa bayi. Untuk menghilangkan bete, Lenny menyusuri jalanan sambil mendengarkan radio dengan ear phone HP. Tetapi cara ini tak mampu mengusir rasa kesalnya. Kejengkelannya baru hilang saat ia menyadari bahwa ia tidak menderita sendirian.
Ia melihat serombongan orang dengan mobil BMW dan Mercedes S-Class yang terbengong-bengong di luar mobil. Yang bisa mereka lakukan hanya garuk-garuk kepala sambil berjalan mondar-mandir.

Para penumpangnya yang wanita berbincang-bincang sambil duduk di pembatas tol. Ada pula dua orang ekspatriat dengan baju putih lengan panjang yang keluar dari taksi Silver Bird dengan roman muka kebingungan, lalu menulis di komunikator.
”Kasihan juga mereka, bisa-bisa tidur di jalan sampai besok pagi. Mereka kan orang gedean, kalau kita mah orang kecil, sudah terbiasa hidup seadanya,” kata Lenny kepada SH. Tapi ternyata selepas dari pintu tol Kamal, bukan berarti selesai penderitaan Lenny. Keadaan justru semakin parah karena tak ada satu pun kendaraan umum, tak ada pula ojek. Lokasinya masih di Cengkareng, jauh dari rumah Lenny di Cikupa, Tangerang.
Setelah berjalan kaki sekitar satu kilometer, Lenny bertemu manajer HRD di perusahaan mobil Mercedez. Sang manajer yang berbaju necis itu juga berjalan kaki bersama dua temannya yang berkulit putih bersih dan mengenakan rok hitam setinggi lutut. Dua karyawati itu menenteng sepatu hak tingginya dan berjalan tanpa alas kaki.
Setelah hari kian gelap, harapan yang tersisa dalam diri Lenny berubah menjadi kecemasan. Maklum, ia belum pernah melewati wilayah itu. Tak ada lampu di sepanjang jalan. Rumah-rumah penduduk terlihat becek. Tak ada toko satu pun.
Yang mencolok terlihat hanya pemuda-pemuda yang nongkrong di pinggir jalan dan truk-truk yang diparkir di sisi jalan. ”Wah, saya mulai gelisah karena serem,” ujar Lenny. Maka ia spontan mencegat sepeda motor yang di belakangnya kosong.
Beruntung, Lenny mendapat tumpangan motor gratis, meski harus nebeng berganti-ganti sampai tiga kali karena tujuan mereka berbeda. Menjelang Terminal Kali Deres, Lenny kembali harus turun dari motor lalu berjalan kaki sekitar satu kilometer. Tak ada cara lain selain berjalan kaki. Sepeda motor pun tak sanggup menerabas jalan yang tergenang air setinggi lutut orang dewasa, sedangkan jalan yang tak tergenang menjadi licin oleh tanah liat.

Ular di Jalan Raya
Tiba-tiba ketika sedang konsentrasi berjalan supaya tidak terpeleset, seorang pemuda berteriak. ”Awas, ular… ular…!” Dan benar juga, seekor ular berwarna coklat kehitaman merayap menyusuri pembatas di tengah jalan. Rupanya ular itu keluar dari Kali Cisadane.
Lenny masih bersyukur karena akhirnya kembali ke rumah dengan selamat meski menempuh perjalanan dari kantornya di Cikini, Jakarta Pusat, menuju Cikupa, Tangerang dari pukul 14.00-23.00. Pengalamannya pun tentu tak sebanding dengan penderitaan ribuan warga Jakarta yang juga terjebak banjir dan macet sepanjang Jumat.
Thio Lie Djien, pemilik Toko Murah di Senen, misalnya, terpaksa berjalan kaki di tengah air setinggi pinggang. Itu terjadi di tengah jalan dari arah jalan arteri Grogol menuju Kali Deres. ”Arusnya kencang jadi kaki terasa berat,” ceritanya kepada SH. Menurut Thio, tahun 2007 lalu saat Jabotabek juga dilanda banjir hebat, keadaan tidak separah kemarin.
Menurut pantauan SH, air menggenang di beberapa lokasi karena tidak bisa tersalurkan ke tempat yang lebih rendah. Yang terlihat di seputar Rumah Sakit Gatot Subroto dari seberang Atrium Senen, misalnya, lubang untuk membuang air ke parit tidak tampak. Begitu pula di sekitar Roxy Mas yang baru saja di depannya selesai dibangun fly over, pembangunan tidak dibarengi dengan pelebaran drainase.
Keadaan seperti ini masih diperparah dengan sampah-sampah yang dibuang secara sembarangan.Pengendara mobil Toyota Fortuner yang terjebak macet di tengah tol menuju Bandara Soekarno-Hatta pun tampak membuang bungkus plastik di tengah jalan. Setelah membuang plastik, sang pengemudi mobil mewah itu langsung menumpangkan kaki di atas setir sambil menikmati cemilan lainnya.
Menghadapi situasi ini, Lenny mengaku tak tahu harus berbuat apa. Karena setahunya, sudah sekian kali Gubernur DKI Jakarta berganti dan berjanji mengatasi banjir, namun tetap saja keadaan tak berubah menjadi lebih baik.
”Saya benar-benar kapok, enggak mau lagi seperti ini,” keluh Lenny. Kegusaran perempuan ini memang tidak mengada-ada, apalagi untuk tahun 2008 ini pemerintah sudah dicanangkan pemerintah sebagai Visit Indonesia Year. Pertanyaannya, apa kata dunia? n

gifi

Maret 21, 2010

Hello world!

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 10:53 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

April 23, 2009

dokter cinta: secara tidak langsung…..

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 11:09 am

Kamis, 23/04/2009 17:24 WIB

Indef: IMF terlalu pesimistis atas pertumbuhan RI

oleh : Achmad Aris

JAKARTA (Bisnis.com): Ekonom Institute for Development of Economics and Finance M. Ikhsan Modjo menilai proyeksi IMF atas pertumbuhan ekonomi Indonesia 2009 sebesar 2,5% terlalu pesimistis karena konsensus di dalam negeri memproyeksikan pada kisaran 3,5%-4%.

International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook April ini memproyeksikan perekonomian Indonesia turun hingga ke level 2,5% sepanjang 2009. Selain itu, neraca transaksi berjalan juga diperkirakan tumbuh negatif hingga 0,4%. Penurunan pertumbuhan terjadi menyusul kecenderungan pelemahan pertumbuhan ekonomi Asean-5 yang diproyeksi hanya tumbuh 0,0% atau turun dari 4,9% realisasi tahun sebelumnya.

“Perkiraan kami [Indef] sendiri sekitar 3,5% karena kepercayaan konsumen masih tinggi, di mana hal ini dapat menahan konsumsi tidak terpuruk. Ini paling penting karena kontribusinya terhadap PDB mencapai 70%,” katanya menanggapi proyeksi pertumbuhan ekonomi IMF.

….

pendapat gw soal AKURASI prediksi PARA EKONOM IMF ternyata dikonfirmasi oleh lembaga pengamat ekonomi juga … ya, begitu lah, kalo orang yang GAGAL MEMPREDIKSIKAN KRISFINALO tiba2 minta perhatian dunia supaya mengisi kocek kantornya lagi … IMF ISINYA CUMA ORANG2 YANG SEMAKIN KURANG KREDIBEL kayanya, apalagi ada kasus PERCINTAAN ANTAR SESAMA PEJABAT DAN STAF di IMF yang berbuah manis NAIK GAJI BUAT STAF IMF (gejala puncak gunung es

...)

Selain itu, lanjutnya, stabilitas sektor keuangan di Indonesia juga relatif terjaga terlebih investasi dari pelaku usaha domestik juga tetap berjalan meski ada penurunan.

“Untuk transaksi berjalan juga tidak akan tumbuh negatif sampai -0,4% karena tren 3 bulan terakhir justru kejatuhan impor lebih cepat dari ekspor. Jadi tidak setajam itu defisitnya,” tambahnya.(yn)

bisnis.com

Maret 26, 2009

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 1:55 am

Geithner sends dollar on roller-coaster ride

By Nick Godt, MarketWatch
Last update: 6:00 p.m. EDT March 25, 2009
NEW YORK (MarketWatch) — Treasury Secretary Timothy Geithner shook markets Wednesday when some of his comments over China’s call for a new global reserve currency led to confusion over U.S. policy and triggered a brief plunge in the dollar.
Speaking at a conference in New York, Geithner was asked his thoughts about comments from People’s Bank of China Gov. Zhou Xiaochuan, who has called for a new international reserve currency to replace the dollar.
Earlier this week, Zhou suggested that the International Monetary Fund’s Special Drawing Right should be given a greater role. The SDR is an international reserve asset, created by the IMF in 1969 to support the Bretton Woods fixed exchange-rate system. Its value is based on a basket of key international currencies.
           Chart of DXY
“I haven’t read the entire proposal,” Geithner said. “But the governor is a sensible man [and] anything he says deserves consideration.” As for “increasing the IMF drawing reserves, we are favorable to that.”
The dollar index ($DXY
The sharp market reaction forced Geithner to clarify his statements during his press conference.
The dollar remains the main global reserve currency, Geithner said, adding he does not see a change in that status in the foreseeable future. Speaking later on CNBC, he further clarified official U.S. policy by reiterating the Treasury’s long-held stance that a strong dollar is in America’s interest.
The dollar regained some lost ground after the clarification. 
“But the damage was done,” said Michael Gregory, senior economist at BMO Capital Markets.
“There are theoretical merits to a non-country specific reserve currency such as the SDR,” Gregory said. “But two wrongs don’t make a right, and this is not a university lecture.”
“Perhaps Geithner was attempting to give the Chinese an olive branch after his early-in-term politically-incorrect comment that China is manipulating the yuan,” Gregory said, referring to comments Geithner made in January.
U.S.-China policy
Zhou’s suggestions and Geithner’s comments came ahead of a key meeting between leading nations next week.
Finance ministers and central bankers from the G20, which includes 19 of the world’s largest economies and the European Union, are due to meet April 2, to address ways to tackle the global financial and economic crisis.
While currency policy is not on the official agenda, underlying tensions may come to the fore.
Tensions over currency and trade were a fixture of U.S.-Chinese relations over the past few years. The U.S., along with other countries, has accused Beijing of keeping the yuan artificially low in order to boost its exports.
The global financial and economic meltdown has partly changed the game. China is the largest holder of U.S. Treasury debt, and as it continues to buy more government bonds each month, Beijing helps keep interest rates low in the U.S. Yields on government bonds, which move inversely to their price, are used to benchmark mortgage rates and other consumer loans.
But with the U.S. now planning to spend $1 trillion to rescue its ailing banks, Chinese Premier Wen Jiabo indicated earlier this month that China worried about the safety of its U.S. investments in Treasurys.
Although the dollar has been stronger in recent months, as global investors turned to it as a safe haven asset, some worry that the U.S. currency could resume its multi-year decline as the government floods the system with dollars to boost the economy.
Last week, the Federal Reserve led the dollar to plunge as it announced a plan to buy up to $300 billion of Treasurys to bring borrowing costs down.
And on Wednesday, a Treasury auction of $34 billion worth of five-year notes drew less-than-expected demand. Indirect bidders, a closely watched metric because it includes buying by foreign central banks, bought 30% of the monthly auction, the lowest since December. .
Still, the U.S. might be unofficially open to expanding the IMF’s SDR system, which would result in a marginally weaker dollar, according to some analysts.
“A weaker dollar is stimulative for the U.S. economy and would relieve the U.S. of worrying about implementing effective monetary policy while weighing the international demand for a reserve currency,” said Kathy Lien, director of currency research at Global Forex Trading.
Still, speaking on CNBC, Geithner said that a strong dollar was in America’s interest. The Obama administration will do “everything” to improve America’s economy and to keep the U.S. debt burden “at a low and stable level”, he said.
The U.S., he said, is working “very closely” with China, and China “has a lot of confidence in U.S. policy.” End of Story
Nick Godt is a MarketWatch reporter based in New York.

Maret 18, 2009

tetaplah mencintaiku: MENGAIL DI AIR KERUH

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 2:23 am

Rabu, 18/03/2009 05:14 WIB

BRI isyaratkan laba lampaui Rp5 triliun

oleh :

JAKARTA: Laba PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk pada 2008 tembus di atas Rp5 triliun, lebih besar dibandingkan dengan periode sebelumnya yang Rp4,8 triliun. Lonjakan penyaluran kredit menjadi menopang pendapatan bank pelat merah itu.

ekonomi tak serius: menunggu keajaiban: BIASA, tiarap abis NYERGAP
Dirut BRI Sofyan Basir mengungkapkan laba perseroan lebih besar dibandingkan dengan 2007 karena ditopang kenaikan pendapatan bunga dari ekspansi kredit yang tahun lalu mencapai Rp160 triliun, sehingga mendorong lonjakan laba meskipun kondisi sedang terpuruk.

“Itu kecil dong Rp4,8 triliun. Masak kepala empat, lima dong,” ujarnya di Jakarta, pekan ini.

Dia optimistis tahun ini laba BRI bisa tumbuh di kisaran 15% seiring dengan masih ada ruang untuk melakukan ekspansi kredit, terutama untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bank BUMN ini mematok kredit pada tahun ini sekitar 18%-20%.

BRI pada tahun lalu mencatat kenaikan kredit cukup besar di antara bank papan atas dengan pertumbuhan di atas 40% menjadi Rp160 triliun. Dengan lonjakan kredit ini membuat BRI menempati posisi pertama dalam menyalurkan kredit, diikuti Bank Mandiri dan BNI.

Pada kesempatan yang sama, Direktur BRI Abdul Salam mengutarakan pihaknya akan mempertahankan rasio kecukupan modal pada kisaran 13% untuk memelihara kinerja bisnis pada tahun ini.

Rencananya, permodalan akan ditingkatkan dari penyisihan laba dari tahun la-lu sehingga rasio kecukupan modal akan lebih kuat lagi di atas 13%.

“Untuk memelihara capital adequacy ratio minimal 13% ini dengan cara menyisihkan dividen, dan juga melakukan ekspansi kredit yang memiliki ATMR yang rendah seperti sektor usaha kecil menengah dan proyek pemerintah,” katanya.

Abdul Salam menuturkan dengan adanya penyisihan laba ditahan itu akan memperkuat modal sehingga tidak perlu menerbitkan pinjaman lain seperti obligasi subordinasi.

Sebelumnya, BRI berencana menerbitkan obligasi subordinasi pada tahun ini dengan target awal US$300 juta untuk memperkuat modal.

Abdul Salam mengatakan rencana penerbitan surat utang itu masih dikaji sambil menunggu perkembangan pasar. (11/17)

Bisnis Indonesia

bisnis.com

Maret 17, 2009

tetaplah mencintaiku: bank-bang-kroooooot(2) grafik2

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 5:18 pm


How the ratio is calculated

The troubled asset ratio compares the bank’s troubled assets against its ability to withstand losses.

Here’s how it’s calculated:

Banks are required to report detailed financial results to the FDIC at the end of each quarter. The FDIC is required to make that information available to the public.

First we calculated the total troubled assets at a bank. That adds together three elements: loans that are 90 days or more past due; loans that are in “non-accrual status,” meaning the bank is no longer adding interest from the loan to its income; and real estate that the bank already owns, usually from foreclosure. Excluded are loans which are wholly or partly guaranteed by the U.S. government, such as FHA and VA loans, because the banks bear little or no risk.

That total is divided by the bank’s ability to withstand losses. That’s a sum of two elements: what’s called Tier 1 capital (which is mostly money invested in the bank by shareholders) and loan loss reserves, or money set aside to cover losses.

The result is reported as a percentage. So a bank with $100 million in capital and reserves, and troubled assets of $10 million, would have a troubled asset ratio of 10 percent.


November 19, 2008

uda jamin aja (AWASI PENGGUNAANNYA)

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 2:32 am

Penjaminan penuh jadi opsi terbaik
bank


JAKARTA: Skema penjaminan penuh terhadap dana pihak ketiga di perbankan dinilai menjadi opsi terbaik bagi ketahanan industri perbankan meskipun pemerintah memberikan respons yang hati-hati.
Wadirut PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja mengutarakan dalam situasi perekonomian seperti sekarang ini masyarakat membutuhkan kepastian dan keamanan dari dana simpanannya.
“Saya sangat sepakat apabila penjaminan penuh atas dana nasabah di perbankan dapat diberlakukan oleh pemerintah, terlepas apakah akan ada ancaman capital flight di pasar atau tidak, yang jelas dalam situasi ini penjaminan itu sangat urgent untuk meyakinkan pasar,” katanya di Jakarta, kemarin.
Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono mengatakan penjaminan dana masyarakat secara penuh menjadi salah satu kunci utama meredam efek negatif dari isu-isu tentang kondisi perbankan saat ini. “Di Singapura itu memberikan penjaminan penuh tanpa alasan dan perhitungan macam-macam. Mereka cuma bila Hong Kong sudah [penjaminan penuh] dan sekarang harus Singapura,” ujar Sigit.
Kepala Ekonom BNI A Tony Prasetiantono menilai pemerintah perlu bersikap agar tindakan pelarian dana ke Singapura, Malaysia dan negara lainnya dapat ditekan dan perbankan dapat memelihara pertumbuhan dana pihak ketiga.
“Singapura dan Malaysia telah menerapkan penjaminan penuh itu. sementara Indonesia masih mempertimbangkannya, padahal di pasar keburu terjadi pelarian dana.”
Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono saat rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Daerah pekan lalu, menyarankan blanket guarantee bagi dana nasabah di perbankan dan pinjaman antarbank, sehingga tidak terjadi segmentasi likuiditas.
Wakil Presiden Jusuf Kalla berpendapat lain. Menurut dia, kedalaman krisis ekonomi pada 1998 justru terjadi setelah pemerintah memberikan penjaminan penuh kepada perbankan.
“Setelah pemerintah melakukan penjaminan penuh pada 1998, kita malah flight [capital flight] besar-besaran, bunga naik, inflasi besar, kurs Rp17.000,” ujarnya.
Menurut Wapres, saat ini pun sistem perbankan nasional masih cukup aman karena meski pemerintah hanya menjamin dana sebesar Rp2 miliar tetapi sisanya ditanggung oleh pemegang saham.
Jadi kalau menabungnya di bank pemerintah berarti sisanya yang tanggung juga pemerintah. Artinya secara tidak langsung dana nasabah 100% sudah dijamin pemerintah,” jelasnya.
Moral hazard
Namun, Tony mengakui blanket guarantee memang masih memiliki potensi moral hazard yang harus diwaspadai pemerintah.
Berdasarkan UU No. 24/ 2004 Pasal 11 Ayat 2 tentang Lembaga Penjamin Simpanan, nilai simpanan yang dijamin dapat diubah berdasarkan tiga kondisi yaitu terjadi penarikan dana perbankan dalam jumlah besar secara bersamaan, inflasi tinggi, atau jumlah nasabah yang dijamin seluruh simpanannya menjadi kurang dari 90% dari jumlah nasabah penyimpan seluruh bank.
Anggota Komisi IX DPR Dradjad H. Wibowo mengatakan pemberian blanket guarantee berpotensi menimbulkan moral hazard yang besar. Oleh karena itu, katanya, mekanisme kontrol terhadap bank harus diperketat. (11/15/17) (fahmi. achmad@ bisnis.co.id)
Oleh Fahmi Achmad Bisnis Indonesia

Oktober 16, 2008

Stabil, menguat terbatas

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 6:20 am

td {padding-left: 2cm}

Peringkat Manajer Investasi berdasarkan jumlah dana kelolaan reksa dana berdenominasi Rupiah (tidak termasuk discretionary fund) per 14-Oct-08
1 PT Schroder Investment Management Indonesia 14,500,547,049,753
2 PT Fortis Investments 12,570,263,384,888
3 PT Mandiri Manajemen Investasi 5,869,181,608,025
4 PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen 5,274,814,774,208
5 PT Manulife Aset manajemen Indonesia 5,144,711,421,495
6 PT Bahana TCW Investment Management 5,022,605,618,619
7 PT Danareksa Investment Management 4,515,209,127,129
8 PT Optima Kharya Capital Management 1,891,404,324,500
9 PT Sinarmas Sekuritas 1,869,843,419,407
10 PT Trimegah Securities Tbk 1,683,418,760,514
11 PT BNI Securities 1,676,800,772,968
12 Others 15,323,143,609,331
Total Dana Kelolaan Reksa Dana di Indonesia :
Rp 75,341,943,870,837

ada peningkatan sekitar 2T, kemungkinan dari 2 hal: pembelian SUN oleh JP Morgan dan efek Buybacks di bursa saham

Oktober 13, 2008

Penujum ekonomi dapat Nobel

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 12:20 pm

OCTOBER 13, 2008, 7:56 A.M. ET Paul Krugman Wins the Nobel Economics Prize
Associated PressArticle
»STOCKHOLM — Princeton economist and New York Times columnist Paul Krugman won the Nobel economics prize on Monday for his analysis of how economies of scale can affect trade patterns and the location of economic activity.

congratulation mate

Mr. Krugman was the lone winner of the 10 million kronor ($1.4 million) award and the latest in a string of American researchers to be honored. The Royal Swedish Academy of Sciences praised Mr. Krugman for formulating a new theory to answer questions about free trade.

“What are the effects of free trade and globalization? What are the driving forces behind worldwide urbanization? Paul Krugman has formulated a new theory to answer these questions,” the academy said in its citation. “He has thereby integrated the previously disparate research fields of international trade and economic geography,” it said.

The award, known as the Nobel Memorial Prize in Economic Sciences, is the last of the six Nobel prizes announced this year and is not one of the original Nobels. It was created in 1968 by the Swedish central bank in Nobel’s memory.

In addition to his work as an economist at Princeton University in New Jersey, where he has been since 2000, Mr. Krugman also writes about politics and inequality in the U.S. and other topics for The New York Times.

Commenting on the global economic meltdown, he told a news conference in Stockholm by telephone from the U.S. that some of his research was linked to currency crises and related issues.

but this time he doesn’t really help the markets with his views as what Roubini does

“This is terrifying,” he said, comparing it to the financial crisis that gripped Asia in the 1990s. He said winning the Nobel award won’t change his approach to research and writing. “The prize will enhance visibility,” he said, “but I hope it does not lead me into going to a lot of purely celebratory events, aside from the Nobel presentation itself.”

he was very popular on the prediction of China et al economy before the crisis of 1997

The citation said Mr. Krugman’s approach is based on the premise that many goods and services can be produced at less cost in long series, a concept known as economies of scale. His research showed the effects of that on trade patterns and on the location of economic activity.

Copyright © 2008 Associated Press

what is dumb money

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 12:56 am

Our main result is that on average, retail investors direct their money to funds which
invest in stocks that have low future returns. To achieve high returns, it is best to do the opposite
of these investors. We calculate that mutual fund investors experience total returns that are
significantly lower due to their reallocations. Therefore, mutual fund investors are “dumb” in the
sense that their reallocations reduce their wealth on average. We call this predictability the
“dumb money” effect.

ul.disc {list-style-type: disc}

  • reallocation of mutual funds that reduce the wealth on average is the dumb investing
  • the people who do this kind of investing is the dumb investor
  • the money they use is the dumb money
  • Laman Berikutnya »

    Blog di WordPress.com.

    %d blogger menyukai ini: