eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

Februari 15, 2016

tak lekang oleh waktu: berlian naek daun … lage

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:26 am

BANDUNG kontan. Kota Kembang menambah daya tariknya dengan wisata edukasi proses asah berlian. Pengelola Indo Wisata Permata, Yofi Mesa Yudi berharap, wisata asah berlian ini menambah destinasi Kota Bandung yang sudah terkenal untuk kulinernya.

Ditemui di sela-sela peluncuran wisata edukasi berlian di kawasan Kompleks Citra Green Blok N No-1-10 Kota Bandung, Minggu (14/2), Yofi mengatakan selama ini Indonesia dikenal sebagai penghasil berlian yang berkualitas. Namun, proses pengasahan dan pemotongannya masih tradisional sehingga kurang bersaing di pasar dunia.

“Mulai saat ini, kami membuka untuk umum bagi siapa saja pecinta permata untuk melihat langsung proses berlian mentah menjadi sebuah batu permata yang berkualitas dan bernilai tinggi dengan menggunakan mesin terbaik dan tenaga ahli yang terampil di bidangnya,” kata Yofi.

Dia mengatakan, wisatawan dapat melihat langsung proses pembuatan berlian yang dilakukan oleh tenaga terampil yang didatangkan dari India.

Menurut Yofi, berlian asal Indonesia khususnya Kalimantan memiliki mutu sebaik Afrika Selatan. Namun ,karena prosesnya masih dilakukan secara tradisional, batu mulia asal Indonesia kurang bersaing di dunia.

Yofi mengajak wisatawan berbagi pengetahuan melihat langsung proses pembuatan berlian dari awal hingga akhir yang hanya dibatasi dengan kaca tembus pandang.

“Tidak ada yang dirahasiakan di sini. Kalau karena dari awal bahan baku batu permata menjadi berlian kualitas wahid bisa disaksikan langsung dari dekat,” ujar dia.

Yofi juga berkeinginan untuk mengangkat berlian Indonesia di dunia internasional dan dengan harga yang bersaing. “Khusus di Bandung wisatawan bia memilih berlian berkualitas tinggi dengan harga Rp 1 juta hingga R p1 miliar,” katanya.

Menurut dia, ini merupakan lokasi wisata edukasi permata pertama di Asia.

“Jika datang ke negara lain, memang ada wisata seperti ini. Namun di sana tidak diperlihatkan secara terbuka tentang proses pengerjaan berlian mulai dari bongkahan hingga berlian yang indah,” katanya.

Di sini, kata dia, pihaknya juga ingin memberi edukasi kepada masyarakat, agar tidak asal beli saja dengan harga mahal. “Untuk datang ke lokasi wisata ini, pengunjung hanya perlu membayar Rp 50.000 dan akan memperoleh voucher dengan senilai harga tiket tersebut. Nantinya voucher tersebut bisa ditukarkan dengan makanan atau minuman yang disediakan di lokasi tersebut,” tukas Yofi.

Sementara itu sejumlah penggemar dan pecinta berlian menyambut antusias dibukanya wisata edukasi berlian tersebut karena dengan destinasi wisata baru ini, para pecinta berlian bisa mengetahui proses pembuatan batu permata secara terbuka.

“Di sini berbeda dengan kita melihat di toko berlian. Kita bisa mengetahui secara langsung proses pembuatan berlian mulai dari tahap awal hingga akhir. Semua diperlihatkan kepada kita,” ujar Yuni (40) salah seorang penggemar batu permata.

Dikatakan dia, di lokasi ini para pengunjung diberikan pengetahuan yang lebih banyak tentang berlian. “Hal itu jelas sangat berbeda jika kita hanya datang ke toko berlian atau toko emas permata,” tuturnya.

Sumber Antara

Diamonds to become an investor’s best friend
Tara Loader Wilkinson From: The Wall Street Journal November 23, 2009 11:09AM

THEY are rare, beautiful, valuable and a girl’s best friend but traditionally diamonds have not really been considered an asset class in their own right.

Diamonds do not have the “safe haven” status of gold, and their prices are more volatile than the precious metal.

While spot gold has gained about 25 per cent in value this year, diamond prices have fallen by at least 10 per cent, in line with the poor performance of the luxury industry, according to US-based IDEX Online Diamond Prices, which tracks global asking prices for polished diamonds.

Some jewellery experts remain doubtful about investing in diamonds. David Bennett, Geneva-based chairman of jewellery for Europe and the Middle East at Sotheby’s, says: “Like art, we would not advise someone to buy diamonds for investment purposes. People should buy diamonds for the joy of wearing them.” But the growing demand for tangible assets and portfolio diversification has led to the launch of several diamond investment funds this year, which believe they can achieve double-digit returns for investors.

This 62-carat diamond sold for $US8m at a Christies sale in Geneva this month. Picture: AFP

In March, alternative investment manager KPR Capital launched a Cayman Islands-domiciled open-ended investment diamond fund with a minimum buy in of $US250,000 ($273,000).

A few weeks earlier, Alfa Capital, the Russian investment group, launched a diamond investment fund with a minimum investment of E1 million ($1.6m) and an estimated yield of 15 per cent to 17 per cent.

This month the Emotional Assets Fund was launched, investing in assets from fine art and rare stamps to diamonds and diamond jewellery. The fund is targeting an annual growth rate of 15 per cent with a minimum investment of pound stg. 100,000 ($180,500).

Dazzling Capital, a London-based company investing directly in period jewellery, also opened its doors this month, co-founded by former Christie’s auctioneer Humphrey Butler, with former jockey and chartered accountant William Sporborg and Christopher Holdsworth Hunt, co-founder of City of London brokerage KBC Peel Hunt.

The company, which accepts a minimum investment of pound stg. 10,000 with an estimated return on investment of 11 per cent, counts Madeleine Lloyd Webber, wife of British composer Andrew Lloyd Webber, as one of its investors.

Others say diamonds are too niche to gain a significant following. Swiss & Global Asset Management head of equities, Scilla Huang Sun, says her company does not have a diamond fund because the topic is too narrow to merit a fund of its own. Instead, the company includes diamond jewellery in its luxury fund.

Diamond trading is growing in sophistication. Until recently gems have been considered an illiquid asset. Auctions are rare and gem valuation was considered more of an art than a science. But in January the Dealers Organisation for Diamond Automated Quotes, an online diamond exchange, was launched, managed by Dutch bank ABN Amro.

The Belgium-based DODAQ exchange attempts to surmount other traditional barriers to investment in the diamond market, such as high sales fees and low liquidity, and offers two-way auctions for polished diamonds, the first cash market for the gems.

Diamond funds provide diversification benefits by investing in a range of pieces, but many investors may want to buy their own diamonds – not least because they get to wear the jewellery when they want. Certain gems retain value better than others.

“If you want to buy diamonds for investment purposes, they should be big and fancy (colourful),” says Holly Midwinter-Porter, a gemologist at British jeweller Boodles. “Red and green are the rarest and, unlike white, man-made diamonds, are finite as they are only found in one or two areas in the world.”

She says returns on rare diamonds can enjoy double-digit growth a year, and their portability makes them more appealing than gold or art.

Another option for investors is the vintage diamond jewellery market – considered capable of more lucrative returns because of the added value of provenance. Mr Butler brokered a $US4.5m deal with the Louvre in 2004 for an antique emerald and diamond necklace and earrings.

Iklan

Juli 12, 2013

parasit: puasa = berkorban… BUKTIKAN dah

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:10 am

Yuk Berhemat di Bulan Ramadan!
Senin, 24 Agustus 2009 – 09:12 wib

Halo Klabers! Tak terasa kita sudah menjelang Ramadan. Walau fokus kita adalah ibadah, namun tak dipungkiri kalau pernak-pernik bulan Ramadan juga diwarnai oleh aksi para merchant yang menggelar sale hingga pedagang reguler dan musiman yang menjajakan penganan dan kudapan untuk sahur dan berbuka.

Tapi KC123 tetap mengajak kita semua untuk tetap mengembangkan hidup hemat (frugal living) demi masa depan. Kita tidak hidup hanya untuk konsumsi hari ini, toh? Kebutuhan hidup di masa depan perlu juga kita perhatikan. Makanya, mari kita berhemat dari rumah mulai sekarang! Kalau ternyata sudah dirintis, pastikan apakah penghematannya sudah optimal. Untuk crosscheck, di bawah ini ada sejumlah indikator yang dapat Klabers bandingkan, apakah program berhemat saya sudah optimal?

1. Tantangan terbesar adalah memperkecil expense (menyederhanakan lifesytle) dan menyesuaikannya dengan income anda. Ingin tahu apakah gaya hidup Anda sudah sesuai dengan penghasilan? Cek pos pengeluaran rutin dan non-rutin Anda, jika lebih dari 55 persen penghasilan bulanan maka lifestyle Anda telah menggerogoti masa depan Anda. Walau godaan untuk belanja lebih besar, kami tantang Anda untuk tetap disiplin di Ramadan tahun ini.

2. Cek pos cicilan hutang, apakah <=30 persen? Jika lebih, artinya beban hutang Anda terlalu berat dan berisiko tidak terbayar. Apalagi jika sebagian besar berupa hutang konsumtif yang bunganya pasti mencekik. Usahakan lunasi sesegera mungkin!

3. Bagi Klabers yang anaknya masuk usia sekolah, usahakan anak selalu bawa bekal dari rumah. Selain kebersihannya lebih terjamin dan sehat, Anda juga bisa menghemat pengeluaran untuk jajan. Berikan pula teladan. Anda juga bisa mengkombinasikan pola makan siang dengan membawa bekal makan siang dari rumah sehingga pengeluaran pribadi bisa ditekan. Tentunya setelah Ramadan lewat, ya!

4. Ketika membandingkan dan memilih sekolah bagi anak, utamakan kredibilitas staf pengajar, fasilitas kegiatan belajar dan praktek, bobot pelajaran dan metode pengajaran selain pertimbangan biaya uang pangkal dan biaya bulanan yang kompetitif. Jadilah orang tua yang cerdas dan jangan memilih sekolah berdasarkan yang paling gencar beriklan! Jika kita melakukan riset dengan bijak sejumlah uang bisa dihemat.

5. Khusus Klabers yang anaknya masih batita dan masih belajar buang air sendiri, pertimbangkan mengkombinasikan popok sekali pakai kualitas 1 dan kualitas 2 setiap harinya. Bisa gunakan popok sekali pakai kw 1 untuk tidur malam hari dan popok sekali pakai kw 2 untuk tidur siang yang lebih singkat. Belanja popok akan terasa lebih hemat.

6. Selalu membawa daftar belanja setiap kali berbelanja and stick to it! Hal ini penting untuk menghindari membeli barang yang tidak diperlukan. Ketika hendak belanja bulanan atau mingguan, coba ingat-ingat pengalaman sebelumnya di toko mana di antara satu-dua toko yang menjual barang XYZ dan ABC lebih murah. Make your own expense trackers dengan memiliki kalendar pengeluaran di rumah. Catatlah seperti kapan mengganti gas/air mineral di rumah, kapan pergi “belanja besar”, kapan bayar tagihan air/listrik, uang keamanan dan lain-lain. Dengan demikian, Anda bisa melakukan evaluasi pemakaian di rumah, sudahkah hemat atau masih bisa berhemat?

7. Be a smart shopper. Berbelanjalah saat barang yang dibutuhkan sedang on sale. Lewati toko yang sedang sale tanpa harus masuk dan berbelanja jika tidak sedang membutuhkan apa-apa. Belanjalah sesuai budget yang sudah dibuat dan pandai-pandailah memilih barang yang berkualitas cukup baik dengan harga ekonomis. Jangan ragu menggunakan produk generik untuk pemakaian setiap hari seperti pembersih lantai misalnya.

8. Kendalikan penggunaan listrik, air, dan gas di rumah. Mulailah menghitung berapa kebutuhan daya listrik, air dan gas yang Anda perlukan per hari atau per minggu. Perhatikan pemakaian listrik, air, dan gas di rumah Anda apakah sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Pahami perhitungan tagihan pemakaian listrik dan air PAM secara rinci (untuk lebih detilnya kunjungi situs KeluargaCerdas123.com untuk mendapat tips berhemat listrik dan lainnya!)

9. Untuk hiburan mingguan, pertimbangan menonton film DVD bersama di rumah daripada nonton film di bioskop. Menonton bioskop bisa Anda tekan hingga satu kali sebulan.

10. Jika dekat kediaman Anda telah dilengkapi sejumlah fasilitas transportasi umum, seperti KRL dan shuttle bus, coba kombinasikan moda transportasi harian Anda. Nebeng bersama dengan tetangga di kawasan yang masih searah ke dan dari pusat perkantoran juga layak dipertimbangkan.

Tetaplah bersemangat dan teguh membangun kebiasaan gaya hidup hemat dalam keluarga. Semoga bermanfaat dan selamat berpuasa!

Manuel Pakpahan
Perencana Keuangan & CEO
KeluargaCerdas123.com

Oktober 12, 2012

beautiful: PAKAR bi$4 BANGKRUT juga … 121012

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:32 am

Pakar Investasi Rich Dad Poor Dad Terancam Bangkrut?
Kini, dia harus memohonkan kepailitan salah satu perusahaannya.
Jum’at, 12 Oktober 2012, 08:01 Syahid Latif
Pengarang buku ternama Rich Dad Poor Dad mendaftarkan kepailitan satu perusahaannya

VIVAnews – Pakar investasi, Robert T Kiyosaki, yang pernah tersohor dengan karyanya Rich Dad Poor Dad tampaknya masih harus belajar lagi. Sang Guru yang banyak memberikan tips keuangan ini justru mendaftarkan kepailitan salah satu perusahaannya setelah pengadilan memberikan sanksi denda US$24 juta.

Pada April lalu, Rich Global LLC, salah satu perusahaan Robert Kiyosaki, diperintahkan untuk membayar denda US$23.687.975,21 kepada Learning Annex dan pendiri sekaligus chairman Annex, Bill Zanker.

Dikutip VIVAnews dari laman Forbes, The Learning Annex merupakan salah satu penyokong awal Kiyosaki yang membantunya menggelar sejumlah seminar kelas atas ketika muncul perdananya di dunia bisnis. Salah satu seminarnya terbesarnya pernah digelar di Madison Square Garden pada 2002.

Laman Dailymail mengungkapkan, para juri di Pengadilan Negeri di AS menilai Zanker dan Annex berhak untuk mendapat sejumlah keuntungan dari perjanjian yang dibuatnya bersama Kiyosaki.

Bahkan, kepada New York Post, Zanker mengklaim sebagai pihak yang membuat nama penulis buku Rich Dad Poor Dad ini mendunia. “Saya membuat merek Kiyosaki dan membuatnya menjadi besar. Perjanjiannya, saya akan mendapat beberapa persen, namun dia berkhianat,” kata dia.

“Kami telah menandatangani nota penawaran. Learning Annex adalah promotor besar. Kami menempatkan merek Rich Dad di atas panggung. Kami benar-benar menyiapkannya untuk menjadi terkenal dan kaya, namun ketika waktunya membayar, dia mengatakan tidak,” imbuh Zanker.

Buku Rich Dad Poor Dad tercatat telah terjual sebanyak 26 juta dan melambungkan nama Kiyosaki sebagai penasihat keuangan terkenal.

Sejumlah selebriti dunia seperti Will Smith, Oprah Winfrey, hingga Donald Trump mengaku menyukai saran-saran investasi dari Kiyosaki.

Mike Sullivan, Chief Executive Officer (CEO) Rich Dad Co, menjelaskan, pendaftaran kepailitan perusahaan ini takkan menyertakan sejumlah aset pribadi milik Kiyosaki. Bahkan, Sullivan mengklaim nilai aset yang diserahkan lebih banyak dibandingkan Rich Global LLC.

“Kami tak kaget jika Learning Annex kecewa dan murka, uang itu tak ada di perusahaan ini. Kami tak bisa menyerahkan uang itu keluar dari perusahaan,” kata Sullivan. (art)

Today’s Paper

New York Post

After a long, lucrative career writing financial self-help books and giving seminars, “Rich Dad Poor Dad” author Robert Kiyosaki has filed for bankruptcy for one of his companies after losing a $24 million court judgment.

Kiyosaki’s Rich Global LLC filed for bankruptcy after being ordered to pay nearly $24 million to the Learning Annex and its founder and chairman, Bill Zanker.

US District Judge Shira A. Scheindlin in April ordered Rich Global to pay up $23,687,957.21 after a jury ruled Kiyosaki must give the Learning Annex a percentage of his profits after using their platform for speaking engagements, including a 2002 gig at Madison Square Garden. Rich Global filed for bankruptcy in Wyoming on Aug. 20.
NY Post

Zanker told us, “I took Kiyosaki’s brand and made it bigger. The deal was I would get a percentage, and he reneged. We had a signed letter of intent. The Learning Annex is the greatest promoter. We put his ‘Rich Dad’ brand on a stage. We truly prepared him for great fame and riches. But when it was time for him to pay up, he said ‘no.’ ” This has taken years in court. I won even more money than I asked for from the jury, then he declared corporate bankruptcy. Oprah believed in him, and Will Smith believed in him, but he didn’t keep his promise to us.”

Kiyosaki published “Rich Dad Poor Dad” in 1994, and has since written 11 other books. He now does business through as many as 10 corporations.

Mike Sullivan, CEO of Kiyosaki’s Rich Dad Co., told us that Kiyosaki, said to be worth $80 million, was still doing very well thanks to investments in other companies: “The dealings we had with Learning Annex were with a company that hasn’t been in business for a number of years . . . I am not surprised Learning Annex is upset and angry, the money doesn’t exist in that company, and we can’t bring money out of the group.

“Robert and [wife] Kim are not paying out of personal assets. We have a few million dollars in this company, but not 16 or 20. I can’t do anything about a $20 million judgment . . . We got hit for what we think is a completely outlandish figure.”

Oktober 1, 2012

beautiful: (lage) rahasia BUFFETT (bi$4 $uk$3$) … 010912

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:25 am

The secrets of Buffett’s success
Beating the market with beta
the economist
Sep 29th 2012 | from the print edition

IF INVESTORS had access to a time machine and could take themselves back to 1976, which stock should they buy? For Americans, the answer is clear: the best risk-adjusted return came not from a technology stock, but from Berkshire Hathaway, the conglomerate run by Warren Buffett. Berkshire also has a better record than all the mutual funds that have survived over that long period.

Some academics have discounted Mr Buffett as a statistical outlier. Others have simply stood in awe of his stock-picking skills, which they view as unrepeatable. But a new paper* from researchers at New York University and AQR Capital Management, an investment manager, seems to have identified the main factors that have driven the extraordinary record of the sage of Omaha.

Understanding the success of Mr Buffett requires a brief detour into investment theory. Academics view stocks in terms of their sensitivity to market movements, or “beta”. Stocks that move more violently than the market (rising 10%, for instance, when the index increases by 5%) are described as having “high beta”, whereas stocks that move less violently are considered “low beta”. The model suggests that investors demand a higher return for owning more volatile—and thus higher-risk—stocks.

The problem with the model is that, over the long run, reality has turned out to be different. Low-beta stocks have performed better, on a risk-adjusted basis, than their high-beta counterparts. As a related paper† illustrates, it should in theory be possible to exploit this anomaly by buying low-beta stocks and enhancing their return by borrowing money (leveraging the portfolio, in the jargon).

But this anomaly may exist only because most investors cannot, or will not, use such a strategy. Pension schemes and mutual funds are constrained from borrowing money. So they take the alternative approach to juicing up their portfolios: buying high-beta stocks. As a result, the average mutual-fund portfolio is more volatile than the market. And the effect of ignoring low-beta stocks is that they become underpriced.

Mr Buffett has been able to exploit this anomaly. He is well-known for buying shares in high-quality companies when they are temporarily down on their luck (Coca-Cola in the 1980s after the New Coke debacle and General Electric during the financial crisis in 2008). “It’s far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price,” he once said. He has also steered largely clear of more volatile sectors, such as technology, where he cannot be sure that a company has a sustainable advantage.

Without leverage, however, Mr Buffett’s returns would have been unspectacular. The researchers estimate that Berkshire, on average, leveraged its capital by 60%, significantly boosting the company’s return. Better still, the firm has been able to borrow at a low cost; its debt was AAA-rated from 1989 to 2009.

Yet the underappreciated element of Berkshire’s leverage are its insurance and reinsurance operations, which provide more than a third of its funding. An insurance company takes in premiums upfront and pays out claims later on; it is, in effect, borrowing from its policyholders. This would be an expensive strategy if the company undercharged for the risks it was taking. But thanks to the profitability of its insurance operations, Berkshire’s borrowing costs from this source have averaged 2.2%, more than three percentage points below the average short-term financing cost of the American government over the same period.

A further advantage has been the stability of Berkshire’s funding. As many property developers have discovered in the past, relying on borrowed money to enhance returns can be fatal when lenders lose confidence. But the long-term nature of the insurance funding has protected Mr Buffett during periods (such as the late 1990s) when Berkshire shares have underperformed the market.

These two factors—the low-beta nature of the portfolio and leverage—pretty much explain all of Mr Buffett’s superior returns, the authors find. Of course, that is quite a different thing from saying that such a long-term performance could be easily replicated. As the authors admit, Mr Buffett recognised these principles, and started applying them, half a century before they wrote their paper.
* “Buffett’s Alpha”, by Andrea Frazzini, David Kabiller and Lasse Pedersen, August 2012
† “Betting Against Beta”, by Andrea Frazzini and Lasse Pedersen, October 2011

Maret 20, 2012

beautiful: maen vala$ BUKAN cari ma$alah … 210312

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 10:56 pm

BAPPEBTI: Ini dia daftar broker valas bermasalah di Indonesia (1)

Oleh Taufikul Basari

Jum’at, 24 Februari 2012 | 19:06 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti tengah membidik sejumlah broker berjangka ilegal yang beroperasi di Indonesia, yang dianggap melanggar ketentuan UU No. 10 tahun 2011 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Pelanggaran atas ketentuan itu, berdasarkan UU tersebut, diancam dengan hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Berikut adalah daftar pialang yang didapatkan Bisnis dari Alfons Samosir, Kepala Biro Hukum Bappebti. Dia berharap masyarakat tidak menaruh dananya pada pialang yang sebagian besar menawarkan produk perdagangan foreign exchange (forex) itu.

1. PT. Central Asset Internasional, beralamat di Jakarta dengan jenis perdagangan valuta asing.

2. PT. AFS Global R (PT Glosky), beralamat di Komplek Ruko Mega Grosir Cempaka Mas, Blok E 1 No. 6 Jakarta. AFS menawarkan produk forex, kasusnya ditangani Polda Metro Jaya.

3. PT. Megatama Informatika, beralamat di Sampoerna Strategic Square Lt.21, Jakarta. Jenis perdagangan yang dilakukan adalah forex, kasusnya ditangani Polda Metro Jaya.

4. PT. Skyeast Investama Corporation, beralamat di Jl. Ujung Pandang 2 No. 4, Makassar. Skyeast memperdagangkan produk forex, index, dan CFD.

5. PT. Capital Trade Int’l, beralamat di Jakarta dengan jenis perdagangan forex.

6. PT. IKO Fx, berdomisili di Jln. Tukad 4 B Panjer, Denpasar. Kasusnya ditangani Reskrim Poltabes Denpasar.

7. PT. Mondial Internasional, beralamat di Jakarta dengan jenis perdagangan forex.

8. PT. MIG (online trading), beralamat di jakarta dengan jenis perdagangan forex.

9. PT. Amasis yang beralamat di Gd. Bursa Efek Jakarta Tower II Lt. 12, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53 Jakarta.

10. PT. Tazkia Mitra Mulia yang beralamat di Jl. Pejajaran Timur II No. 11A Sumber, Surakarta. Jenis perdagangan forex dan kasusnya ditangani Poltabes Surakarta.

11. PT. Howard, beralamat di Gd. Grha Surya L.2 Jl. Setia Budi Selatan 1 kav.9, Kuningan, Jakarta Selatan.

12. CV. Sinar Sejahtera yang beralamat di Jl. Sidomulyo No. 19 Wonosobo, Jawa Tengah, dengan jenis perdagangan forex. Belum ada penanganan, hanya ada pengaduan nasabah.

13. FXOpen Invesment Inc., beralamat di Menara BCA Jl. Thamrin No. 1 Jakarta. FXOpen memperdagangkan forex, namun hingga saat ini belum ada pengaduan dari nasabah.

14. Master Forex Jakarta, di CBD Area Artha Graha Building 6th Floor, No. 18 Jl. Jendral Sudirman, Jakarta. Perusahaan bergerak dalam perdagangan forex, tapi hingga saat ini belum ada pengaduan dari nasabah.

15. Master Forex Bandung yang beralamat di Komplek Ruko Pascal Hypersquare Blok B-18, Jl. Pasarkaliki Bandung. Belum ada pengaduan nasabah dari perusahaan forex ini, namun Bappebti telah memberikan peringatan.

16. Master Forex Yogyakarta, di Jl. Raya Seturan No. 100 Seturan, Yogyakarta. Perusahaan yang menjadi agen broker asal Rusia ini mengaku kepada Bisnis memiliki 1.000 lebih akun nasabah. Kantornya buka 24 jam.

17. Master Forex Tasikmalaya yang beralamat di Jl. Cipedes I No. 15A Tasikmalaya, Jawa Barat. Hingga kini belum ada pengaduan nasabah perusahaan yang bergerak dalam perdagangan valuta asing ini.

18. Master Forex Surabaya, di Gedung Bumi Mandiri Tower II Lt.4 No. 409 Jl.

19. Master Forex Borneo yang berkantor pusat di Jl. Ayani Kompleks Ruko Ayani Mega Mall Blok B23, Pontianak, Kalimantan Barat. Belum ada pengaduan nasabah.

20. Master Forex Sumatera Training Centre beralamat di Mandiri Building Lt.6 No. 606 Jl. Imam Bonjol No. 16 D Medan. Belum ada pengaduan nasabah terhadap perusahaan ini. (faa)

Januari 14, 2012

alamat palsu: asii sejak 2008 … 140112

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 3:00 am

Januari 12, 2012

alamat palsu: inflasi LAWAN investasi … 130112

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 6:05 pm

Januari 6, 2012

alamat palsu: angIn kencang … 060112

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 12:15 am

Ini Gejala Awal Terjadinya Angin Puting Beliung
Tri Kurniawan – Okezone
Jum’at, 6 Januari 2012 07:50 wib

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut potensi angin puting beliung akan meningkat tahun ini.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan sejumlah gejala menandai bakal terjadinya angin puting beliung. Pertama, udara akan terasa panas.

“Di langit tampak ada pertumbuhan awan Cumulus (awan putih bergerombol yang berlapis-lapis). Di antara awan tersebut ada satu jenis awan mempunyai batas tepinya sangat jelas berwarna abu-abu menjulang tinggi yang secara visual seperti bunga kol,” ujar Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Kamis (5/1/2012) malam.

Gejala berikutnya, awan menunjukan perubahan warna, dari putih menjadi hitam pekat. Ranting pohon dan daun bergoyang cepat karena tertiup angin disertai angin kencang sudah menjelang.

“Durasi fase pembentukan awan, hingga fase awan punah berlangsung sekitar 1 jam. Karena itulah, masyarakat agar tetap waspada selama periode ini,” sambungnya.

Puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 60-90 kilometer per jam. Puting beliung yang berlangsung antara 5-30 menit ini terjadi akibat adanya perbedaan tekanan sangat besar dalam area skala sangat lokal yang terjadi di bawah atau di sekitar awan Cumulonimbus (Cb).

Sepanjang tahun 2011, tercatat sebanyak 285 angin puting beliung di Indonesia. Akibat bencana itu, korban meninggal sebanyak 21 orang, mengungsi 9.081 orang, 13.684 rumah rusak.

(fer)

54 Pohon di Jakarta Tumbang Diterjang Hujan dan Angin Kencang
Ferdinan – Okezone
Jum’at, 6 Januari 2012 06:46 wib

JAKARTA – Sebanyak 54 pohon tumbang diterjang hujan lebat disertai angin kencang kemarin di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut pohon yang bertumbangan bukanlah pohon yang berusia tua.

“Dari catatan kami di lapangan ada 54 pohon tumbang di jakarta. Kebanyakan pohon yang tumbang di pinggir jalan itu kondisinya masih bagus,” ujar Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Catharina Soeryowati kepada okezone, Kamis (5/1/2012) malam.

Menurut Catharina, pohon banyak bertumbangan di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Pohon yang tumbang tersebut kebanyakan berjenis angsana, waru dan pohon mahoni.

Di Jakarta sendiri, lanjutnya, terdapat sekira 70 ribu pohon berukuran besar. 20 ribu di antaranya adalah pohon yang berusia tua. Dia menegaskan pihaknya selalu melakukan pengecekan rutin terhadap kondisi pohon yang banyak berada di pinggir jalan.

“Kalau secara visual terlihat rawan tumbang, kita lakukan pemangkasan dan penebangan terhadap pohon yang keropos, rusak dan kondisinya sudah miring,” jelas dia.

Warga yang mengalami kerugian akibat pohon tumbang ini juga dapat mengklaim ke Pemprov DKI. Melalui pihak ketiga, Pemprov akan membayarkan ganti rugi terhadap warga yang kendaraan bermotornya rusak. “Santunan maksimal Rp10 juta. Analisa kerugian dilakukan pihak asuransi yang bekerja sama dengan Pemprov DKI,” katanya.
(fer)

Kecepatan Angin Saat Hujan di Jakarta Capai 60 Km/Jam
Ferdinan – Okezone
Jum’at, 6 Januari 2012 06:03 wib

JAKARTA – Hujan lebat disertai angin kencang kemarin membuat kondisi Jakarta semerawut. Puluhan pohon dan papan reklame bertumbangan di hampir seluruh wilayah Ibu Kota.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika( BMKG) menyebut kecepatan angin saat hujan deras mengguyur siang hari kemarin mencapai 32 knot. Satu knot setara dengan 1,85 kilometer per jam.

“Angin terpantau di sejumlah lokasi seperti Cengkareng dan Kemayoran mencapai 32 knot atau sejajar dengan 60 kilometer/jam kemarin,” kata Kepala Sub Bidang Cuaca Ekstrim BMKG, Kukuh Ribudiyanto saat dihubungi okezone, Kamis (5/1/2012) malam.

Menurut Kukuh, kategori cuaca ekstrim ditandai dengan kecepatan angin minimal 25 knot saat hujan lebat turun. “Disebut ekstrim karena dampaknya bisa merusak,” sebut dia.

Dia menambahkan, cuaca ekstrim masih akan terjadi di Jakarta hingga tiga hari ke depan. Selain itu BMKG memprakirakan curah hujan akan semakin tinggi hingga akhir bulan Januari. “Potensi hujan seperti siang tadi (kemarin) masih ada, tetapi energinya terus menurun,” jelasnya.

Kukuh menjelaskan hujan lebat disertai angin kencang terjadi karena tingkat penguapan yang tinggi. Saat cuaca terik terjadi penguapan sehingga membentuk gumpalan awan. “Radiasi matahari sangat maksimal ke permukaan bumi, lalu ada penguapan lokal yang membuat awan hingga turun hujan,” ujarnya.
(fer)

Desember 12, 2011

playboy: penakluK infla$1 … 121211

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 3:38 pm

Emas dan Saham Kalahkan Inflasi
Anastasia Joice | Robert Adhi Ksp | Senin, 12 Desember 2011 | 20:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada tahun 2012, strategi investasi apa yang dapat dilakukan para investor ?

Ekonom dan Direktur Hubungan Investor Bahana TCW Budi Hikmat pada risetnya yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (12/12/2011) mengungkapkan beberapa kiatnya.

Selain menghindari kehilangan pokok investasi (capital preservation), pertimbangan utama berinvestasi adalah mengalahkan inflasi. Pasalnya inflasi menggerus daya beli yang secara efektif mengurangi kemakmuran. Berdasarkan kedua pertimbangan ini, baik emas dan saham terbukti dapat mengalahkan inflasi.

“Selama lima tahun terakhir, kinerja emas dapat menyeimbangi saham. Hal ini sangat terkait kelebihan likuiditas yang tidak hanya menyebabkan pelemahan dollar dan inflasi sebagai faktor tradisional yang mendorong harga emas. Namun, kelebihan itu telah menurunkan bunga yang menyebabkan biaya penyimpanan emas menurun drastis,” ujarnya.

Kenaikan harga emas juga diduga sebagai akibat tindakan bank sentral negara berkembang yang melakukan diversifikasi cadangan devisa dengan mengurangi dollar. Dengan kenaikan harga emas yang cukup tinggi, prospek harga emas sangat tergantung apakah bakal terjadi kelebihan likuiditas.

“Kami duga the Fed akan lebih berhati-hati menggelontorkan likuiditas akibat sudah tingginya pertumbuhan uang beredar. Sementara itu kebutuhan likuiditas untuk re-financing utang bakal membuat suku bunga internasional bergerak naik,” katanya.

Dengan pertimbangan ini, emas memiliki lebih banyak pesaing. Namun berdasarkan pertimbangan capital preservation and inflation protection, persoalannya bukan masalah “emas atau saham” melainkan “emas dan saham”.

November 24, 2011

playboy: SOMIYA

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 1:15 am

CARA SOMIYA: cara SEMUA ORANG MAMPU JADI KAYA: somiya spirit: semangat semua orang menjadi kaya“>

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: