eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

April 21, 2010

11 TAON UDE BERlalu dah … 210410

Filed under: Contrarian Strategy — bumi2009fans @ 2:11 pm

11 MEI 1999 majalah tempo
Pagar Khusus Antijarah
PLUIT tak hendak disulap menjadi penjara Alcatraz, momok para bandit di Amerika Serikat. Dibilang bakal di-set-up ala Benteng Vredeburg di Yogyakarta juga jauh. Tapi, kalau dilihat sepintas, ketiga tempat ini punya kemiripan. Kawasannya dikelilingi pagar tembok besi setinggi tiga meter. Di pintu-pintu masuknya, ada petugas keamanan yang berjaga. Sedangkan di dalamnya, ada pagar kawat berduri berderet-deret. Juga portal-portal di mulut jalanan. Padahal daerah di utara Jakarta ini merupakan kompleks perumahan Cina kaya. Ada apakah gerangan? Inilah cermin sebuah ketakutan, memang. Setidaknya, trauma atas sebuah kejadian memilukan. Maklum saja, sejak peristiwa amuk massa Mei tahun lalu, sebagian besar warga, terutama etnis Cina di Ibu Kota, selalu dicekam kekhawatiran. Nah, menjelang masa kampanye pemilu Mei ini, kekhawatiran itu makin meningkat. Dengan 48 partai politik dan massa yang tak terkendali, kemungkinan bentrok yang meluas menjadi amuk bukan mustahil meletup lagi. Untuk mengantisipasinya, mereka melakukan apa saja demi menyelamatkan diri, termasuk membangun pagar rumah sekokoh dan setinggi mungkin. Coba dengar kata para pembangun pagar kota itu. “Pagar tinggi membuat saya dan keluarga menemukan keamanan dan kenyamanan, supaya orang yang tidak saya kenal tidak bisa berbuat macam-macam,” papar seorang penghuni kompleks Pluit Estate bernama Surjoedi. Pria Cina kelahiran Medan ini tentu bukan tanpa sengaja meninggikan pagar rumahnya. Ia dan istrinya merupakan jenis orang yang waktunya seharian habis untuk berdagang di Pasar Baru dan Proyek Senen. Sedangkan di rumah ada tiga orang anaknya yang masih SMP dan SD. Kalau pagar tak tinggi, ia khawatir kejadian buruk kembali terulang. Waktu itu, Mei 1998, ribuan massa yang beringas sudah mendekati kompleks perumahan setelah membakar dan menjarah Mega Mal Pluit dan Wallmart yang berada di kawasan Pluit Estate. Hanya karena kehadiran 300 pasukan Brimob, elite kepolisian, massa yang beringas itu urung masuk kompleks Pluit. Belajar dari pengalaman semasa rusuh itulah, warga sadar bahwa mereka harus melindungi keluarga dan rumahnya sendiri. Tapi Surjoedi tak sendiri. Di seantero Jakarta, hampir semua keturunan Tionghoa, yang sangat cemas akan keselamatannya, memilih membangun pagar pengaman di sekeliling rumah. Tengoklah di perumahan-perumahan mentereng seperti di Sunter, Kelapa Gading, Purikembangan, dan Pantai Mutiara. Sebagian lagi melengkapi rumahnya dengan alat-alat pengaman elektronik semacam alarm dan kamera, atau bahkan memelihara anjing herder sebagai penjaga—kini, harga anjing penjaga itu melonjak drastis. Padahal ongkos keamanan itu tentu tak sedikit. Menurut Surjoedi, biaya untuk meninggikan pagar rumahnya yang terbuat dari tembok batu dan di atasnya diberi besi tajam seperti ujung tombak itu lumayan gede. Ia dan istrinya terpaksa melupakan kesempatan berlibur bersama keluarga ke Singapura karena uangnya habis dipakai meninggikan pagar. “Akhirnya istri dan anak saya hanya pergi ke Bali,” ujar Surjoe. Sementara itu, Christin Susianto, warga Perumahan Danau Indah Sunter, Jakarta Utara, mengungkapkan kepada Arif A. Kuswardono dari TEMPO bahwa dirinya terpaksa merogoh kocek sekitar Rp 35 juta untuk membentengi rumahnya. Rachmat Kurniadi di Kalibata, Pasarminggu, Jakarta Selatan, mengeluarkan anggaran sekitar Rp 8 juta untuk merenovasi ruko dan pagarnya. Hitung saja bila di Jakarta ini ada seribu orang seperti Surjoedi, Christin, atau Rachmat. Ongkos itu makin bertambah bila upah tenaga security dimasukkan. Penjaga keamanan semacam hansip dan satpam ini belakangan memang laris disewa kompleks-kompleks perumahan dengan gaji tak sedikit. Sebagai gambaran, warga Pluit punya anggaran rutin sebesar Rp 17 juta per bulan untuk membayar hansip dan 98 satpam. Tiap orang menerima pendapatan antara Rp 200 ribu dan Rp 400 ribu per bulan. Di balik rasa takut warga, tersembul berkah. Para pengusaha pagar besi kebanjiran order selama dua pekan belakangan ini. “Mereka (pemesan) bilang, buat jaga-jaga kalau ada rame-rame pemilu nanti,” kata Elvi, pengusaha las di kawasan Jembatantiga. Ia lalu menyebut pintu seperti itu dengan kode “pintu reformasi”. Harganya berkisar antara Rp 300 ribu dan Rp 500 ribu per meter, tergantung daerah pemesanan. Sedangkan satu unit pagar dengan tinggi sekitar 3 meter harganya mencapai Rp 20 juta. Promosinya keren: makin besar ongkos “benteng rumah”, makin kecil risiko diterombol amuk massa. Wicaksono, Hani Pudjiarti, Raju Febrian

… secara sosiopolitis jelas LUKA DALAM bwat sebagian WNI sangat SULIT DISEMBUHKAN TOTAL …
… secara ekonomi laen cerita bo … apalagi bwat investor properti yang jeli … karena gw alami sendiri bahwa pasca KERUSUHAN MEI 1998, gw beli properti di daerah dekat rumah gw di barat Jakarta … ternyata dalam 4 taon, harganya lumayan melejit sekira 242% … tapi kisah nyata yang jauh lebe dahsyat terjadi pada seorang investor keturunan yang melihat dengan jeli PELUANK IMBAL HASIL pada kejadian luar biasa itu … doi tinggal di Kelapa Gading, yang kata orang keturunan China Indonesia sebagai daerah Kepala Naga, artinya daerah yang menguntungkan, dan saking amat menguntungkan sampe2 AIR PUN TUMPAH RUAH ke daerah itu 😛 … investor ini pada saat Mei 1998 itu didatangi orang2 yang mau MENJUAL RUMAH mereka karena butuh uang SEGERA untuk BISA KABUR KE SINGAPURA … rumah sekira 200-meteran dijual Rp. 50 Juta saja … menurut orang yang katanya tau persis kejadiannya, sampe ada 10 orang yang datang, berarti sekira Rp 500 juta yang dikeluarkannya … TAU APA YANG TERJADI KEMUDIAN? well, sekarang mah pasti harga jual rumah 200-meteran bisa LEBIH DARI Rp 1 M donk, liat aja rumahnya Gayus … jadi sang investor jeli dan NEKAD itu LABA sekira 20X100% = 2000% dalam waktu 11 taon … well, LUMAYAN KHAN

Waspada, Ancaman Gejolak Politik di Ibukota di Bulan Mei
Kamis, 22 April 2010 – 16:26 wib

Insaf Albert Tarigan – Okezone

JAKARTA – Stabilitas politik Mei mendatang terutama pasca-pembentukan tim pengawas tindak lanjut rekomendasi Panitia Khusus DPR mengenai Bank Century bisa saja tergoncang. Pemicu utamanya adalah keengganan pemerintah dan penegak hukum untuk menuntaskan kasus Century sebagaimana rekomendasi DPR.

Apalagi, bulan Mei nanti akan dibuka dengan peringatan hari buruh se-dunia dimana ribuan buruh biasanya turun ke jalan untuk berunjuk rasa.

“Suasana politik bisa tergoncang kalau pemerintah tidak memberikan respons yang baik. Kuncinya aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti dengan baik,” kata Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di Gedung DPR, Kamis (22/4/2010).

Pada saat bersamaan, lanjut Priyo, beberapa legislator saat ini tengah menggalang kekuatan untuk menginisiasi penggunaan hak menyatakan pendapat. Meskipun, kata dia, hak menyatakan pendapat sejatinya bukan hak anggota melainkan hak fraksi.

“Kalau pemerintah dan aparat penegak hukum tidak memberi sinyal positif mungkin hak menyatakan pendapat tidak terbendung. Tapi, kalau penegak hukum berjalan saya menyarankan (kepada pengusul, hak menyatakan pendapat) pending dulu sampai dilakukan langkah-langkah hukum jangan bareng-bareng (hak menyatakan pendapat dan proses hukum,” ujarnya.(ahm)
Kerusuhan Batam
Pekerja Asing di Batam Kabur ke Singapura
Kamis, 22 April 2010 – 16:56 wib
TEXT SIZE :
Banda Haruddin Tanjung – Okezone
PEKANBARU – Buntut dari kerusuhan yang terjadi di PT Drydock Naninda Tanjung Uncang, Batam Kepulauan Riau, ratusan tenaga kerja asing di perusahaan lain kabur ke Singapura.

Ratusan pekerja asing itu terlihat menyerbu tiga pelabuhan yakni Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Marina, dan Pelabuhan Batu Ampar.Para pekerja asing itu ketakutan menjadi sasaran amukan massa.

Sementara itu kondisi terakhir di lokasi asap akibat pembakaran puluhan mobil masih terlihat mengepul. Aparat Polri dan TNI masih bersiaga di lokasi.

Kapoltabes Barelang, Kombes Leonidas Braksan mengatakan kerusuhan yang terjadi akibat kesalahpahaman ini masih diselidiki polisi dan manajemen perusahaan tersebut.Dia menyangkal kalau insiden ini menyebabkan korban jiwa. Hanya sembilan orang cedera.
(fit)

Maret 27, 2010

pelan-pelan saja: BANYAK JALAN ke JAKARTA …oops ROMA

Filed under: Contrarian Strategy — bumi2009fans @ 4:06 am

… investasi sebagai alat mencapai cita2 tertentu memang KONTROVERSIAL  … di satu sisi bisa bikin SIAL, di sisi laen bikin TOTAL … gw maseh ngoceh2 soal investasi,  gw maseh bisa survived tanpa pekerjaan formal, gw maseh bisa jalan2 ke luar negeri, gw maseh bisa nyekolahin anak ke luar negeri, gw maseh bisa beli properti dan mobil baru kalo emang serius mo beli (yang ada aja uda cukup lah), gw TIDAK PERNAH MIMPI punya kehidupan seperti ini … gw bukan siapa-siapa  saat gw maseh tinggal di bawah atap rumah ortu gw … salah satu kejadian yang gw maseh ingat adalah PERTANYAAN bokap : MO INVES DI RUPIAH atawa DOLAR? … pertanyaan itu adalah saat jaman orba … berdasarkan bacaan2 gw dari majalah Time, Newsweek, Fortune, koran Kompas, Sinar Harapan, Tempo, dan informasi dari BBC London dan VOA, gw sadar bahwa Indonesia berada di GLOBALISASI, walau pun saat itu belum ADA YANG NGOCEH SERIUS SOAL GLOBALISASI … gw jawab ringan saja: DOLAR … pada saat terjadi devaluasi, bokap bilang: UNTUNG SEKIAN PULUH JUTA RUPIAH dari keputusan mengikuti PENDAPAT ANAKNYA yang MISKIN tapi RAJIN BACA INFORMASI dari sumber2 terpercaya …

… waktu gw kawin, lagi2 ada yang nanya ke gw, yaitu bokin gw: NEH ADA DUIT LEBIH MO DISIMPAN DI APA? jawaban gw sama: DOLAR … waktu MILENIUM, gw jalan2 ke Spanyol, Perancis dan Italia karena semua deposito dolar gw lebe dari cukup untuk mengongkosi kehidupan sehari-hari saat KRISMON …

… lalu setelah berkenalan dengan reksa dana pasar uang dan euro pada saat peluncuran, gw mulai serius MENEKUNI INVESTASI dalam RUPIAH, sambil tetap simpan cadangan dolar in case of emergency … investasi REKSA DANA SAHAM dan CAMPURAN gw mulai sejak Desember 2002 saat demo anti Presiden Mega sedang seru-serunya … waktu itu investasi gw cuma berkisar di bawah 15 Juta perak … lalu kemudian dapat dukungan bokin juga … well, karena investasi itu gw mampu menambahi biaya anak sekolah di luar negeri dan beli properti lagi serta ikut mengurangi beban kredit mobil baru  … tentu saja jalan2 ke luar negeri maseh bisa donK … well, bole baca juga posting terbaru gw di blog reksa dana gw: http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/2010/03/ketidakpastian-dan-kepastian-itu-nyawa_27.html

… well, investasi adalah alat dan jalan menuju pemberdayaan hidup keseharian gw … tapi INVESTASI ITU SEBENARNYA KOMPLEKS DAN LUAS BANGET … walo elo cuma punya modal dengkul, ELO PASTI BISA LEBIH KAYA dah … asal mo menekuni CARA CERDAS dan RAJIN ala gw  neh : http://transaksisaham.wordpress.com/ lebe tepatnya di link ini : http://transaksisaham.wordpress.com/2010/03/27/perilaku-investor-indon-270310/

… tapi banyak banget jalan menuju keberhasilan dalam hidup ini ASAL TAU APA, CARA,  dan TAHU DIRI … soal tahu diri, baca posting ini :  http://transaksisaham.wordpress.com/2010/01/07/kis-2-0-kedewasaan-investor-saham-lanjutan-070110/

Juni 21, 2009

cinta terlarang: TIME 2 BUY… when blood in the streets (7)

Filed under: Contrarian Strategy — bumi2009fans @ 12:51 pm

Minggu, 21/06/2009 17:24 WIB
Rupiah Berpotensi Jatuh ke Rp 10.450
Indro Bagus SU – detikFinance

(Foto: Reuters) Jakarta – Pergerakan rupiah terhadap dolar AS selama pekan depan diperkirakan bisa melemah ke level Rp 10.450. Migrasi besar-besaran para spekulator asing diperkirakan menjadi pemicu utamanya.

… 2 hal yang mungkin terjadi di pekan 22-260609: capital outflow dan tekanan pada pasar finansial indo … INI NAMANYA TIME TO BUY … what to buy? RUPIAH dan INVESTASI PORTOFOLIO RUPIAH … ini baru namanya CONTRARIAN STRATEGY … biarkan PARA SPEKULAN ASING/ASENG MENGAMBIL LABA … itu sistem yang dimungkinkan dalam sistem finansial kita … lalu tentu saja akan terjadi KOREKSI terhadap Rupiah … nah, ketika US Dollar mencapai puncak kekuatan nilainya terhadap rupiah, maka di situ kekuatan CONTRARIAN muncul … jual us dollar lalu raup nilai Rupiah yang lebih tinggi… sehingga punya kemampuan untuk MEMBELI REKSA DANA, OBLIGASI, EMAS, DAN SAHAM indo … gitu aja kok repot seh … up2u lah

“Potensi penguatan rupiah mulai berkurang, malah cenderung hilang selama pekan depan,” ujar pengamat rupiah Farial Anwar saat dihubungi detikFinance , Minggu (21/6/2009).

Menurut Farial, pelemahan rupiah selama pekan kemarin bakal terus berlanjut di pekan depan. Penyebab utamanya disinyalir karena terjadinya arus balik dari para spekulator asing yang mulai menarik dananya dari sektor pasar modal.

“Ada arus balik dari para spekulator asing yang mulai menarik dananya dari pasar modal Indonesia untuk diinvestasikan ke pasar uang, terutama dolar AS,” ujarnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang mengalami koreksi tajam selama pekan kemarin. Pada penutupan Jumat (19/6/2009), IHSG berada di level 1.990,472 atau anjlok 100 poin dibandingkan penutupan Jumat (12/6/2009) di level 2.090,943.

“Ini bukti adanya tekanan jual yang cukup besar di pasar modal yang kebanyakan karena cabutnya asing,” ujar Farial.

Melihat gelagat tersebut, Farial memprediksi pergerakan rupiah selama pekan depan bakal berada di kisaran Rp 10.150 hingga Rp 10.450. Apalagi, menjelang akhir bulan, biasanya ada penarikan dana asing cukup besar untuk pembayaran utang dan bunga produk-produk investasi yang menjadi tempat investasi asing di Indonesia.

“Permintaan dolar AS akan cukup tinggi. Selain karena cabutnya spekulator asing, juga didorong oleh siklus akhir bulan, dimana korporasi asing akan menarik dana guna membayar utang pokok maupun bunga obligasi yang mereka terbitkan di negaranya masing-masing,” ujar Farial.

Atas dasar alasan tersebut, Farial mengatakan rupiah akan sulit bergerak naik selama pekan depan.

(dro/dro)

Ulasan Pasar Sepekan
IHSG Naik Cepat, Investor Ambil Untung
Sepanjang pekan ini, indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia anjlok 4,81%.
SABTU, 20 JUNI 2009, 10:04 WIB
Arinto Tri Wibowo

(AP Photo/Achmad Ibrahim)
BERITA TERKAIT
Penguatan IHSG Masuk Pekan Keempat
Saham Tambang dan Bank Penggerak IHSG
Investor Mulai Realisasikan Keuntungan
Tekanan Jual Marak, IHSG Masuk Zona Negatif
Rata-rata Nilai Transaksi BEI Rp 7 Triliun
Web Tools

VIVAnews – Sepanjang pekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 4,81 persen dari pembukaan di level 2.090,94 hingga ditutup di posisi 1.990,47 akhir pekan ini.

Pada perdagangan Jumat 19 Juni 2009, IHSG sempat ditutup menguat 2,02 persen ke level 1.990,472, di tengah perdagangan yang cukup berfluktuasi.

“Indeks sempat terpuruk ke level 1.922, sebelum akhirnya aksi bargain hunting dari investor mampu menyelamatkan indeks untuk kembali ke zona hijau,” kata analis PT Panin Sekuritas Purwoko Sartono dalam ulasan pasar yang diterima VIVAnews di Jakarta, akhir pekan ini.

Menurut dia, pergerakan IHSG dipengaruhi aksi ambil untung investor menyusul kenaikan yang sudah terlalu cepat pada tiga bulan terakhir.

Berdasarkan data WPE Bloomberg terlihat price to earning (P/E) IHSG di posisi 22,23 kali, jauh di atas Hang Seng 16,05 kali, Strait Times 12,08 kali, dan Kuala Lumpur Composite Index 18 kali.

Beberapa data makro ekonomi di Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan sinyal resesi akan segera berakhir, mampu mengangkat sentimen investor di pasar regional pada perdagangan Jumat.

Namun, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung melemah, menyusul ekspektasi membaiknya perekonomian di AS.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews

Juni 20, 2009

cinta terlarang: positif…kah… iya lah, mosok ya iya dong…(15)

Filed under: Contrarian Strategy — bumi2009fans @ 12:56 am

Goldman free of government but Buffett looms large
Thu Jun 18, 2009 7:14pm EDT
By Steve Eder – Analysis

NEW YORK (Reuters) – Now that Goldman Sachs Group Inc (GS.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) has settled its $10 billion debt with the U.S. taxpayer, investors are wondering about the Wall Street firm’s other looming presence — Warren Buffett.

Last September, shortly after Lehman Brothers Holdings Inc (LEHMQ.PK: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) went bankrupt, but before the U.S. Treasury unveiled plans to bail out the banking industry, Buffett’s Berkshire Hathaway Inc (BRKa.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz)(BRKb.N: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) invested $5 billion in Goldman and acquired preferred shares and warrants to buy common stock.

Goldman, which received $10 billion from the Treasury’s Troubled Asset Relief Program, known as TARP, repaid that money on Wednesday. But Buffett’s presence is large, not just because of his huge investment, but also given his reputation for integrity and as one of the world’s savviest investors.

So what will Buffett, the second wealthiest man in the United States, according to Forbes magazine, do?

“Basically not much,” said Vahan Janjigian, author of the book ‘Even Buffett Isn’t Perfect.’

“He has a history of making fairly large investments in these kinds of companies and sitting back and letting the management team run the company.”

Janjigian expects Buffett to sit tight as Berkshire collects $500 million of annual dividends on the preferred shares and earns paper profits on accompanying warrants to buy $5 billion of common stock at $115 per share for up to five years.

Goldman closed on Thursday at $143.09, meaning Berkshire would earn more than $1 billion in profits if it cashed the common stock warrants now. That is in addition to the 10 percent preferred stock dividend, which is twice the 5 percent rate the government was getting from the TARP investment.

A Goldman Sachs spokesman declined to comment and Buffett did not return a message left with his assistant seeking comment.

Despite what Goldman gave up, the Buffett deal was critical at the time, said Marshall Sonanshine, the chairman and managing partner of Sonanshine Partners.

“It was sensible when it was done, but tragic it had to be done the way it was done,” said Sonanshine. “The last four months of 2008 were such an extraordinary time of fear and financial collapse one cannot realistically ask: ‘Should we have? Might we have? Could we have?’ The point is Goldman is a very strong franchise.”

INVESTMENT PROSPECTS WERE DIM

Buffett’s investment didn’t always look so promising.

In November, two months after he made his move, Goldman common shares were as low as $47.44. Some doubted the wisdom of Buffett’s investment and began to question his stewardship of Berkshire itself.

But Buffett stuck with Goldman through all the ups and downs — even after his trusted investment banker, Byron Trott, announced planned to strike out on his own.

Bill Bergman, an equity analyst with Morningstar Inc (MORN.O: Quote, Profile, Research, Stock Buzz) in Chicago, recalled an October newspaper column in which Buffett said he planned to buy stock in U.S. companies.

“No one is noticing now that the market is above where it was when he wrote the article,” Bergman said.

Bergman initially expected Goldman to be a safe and strong investment for Berkshire.

“That is what it looks like increasingly,” he added.

And making the deal even sweeter, Goldman’s top executives are publicly committed to protecting Buffett’s investment.

In a regulatory filing in October, a group of Goldman executives, including Chief Executive Lloyd Blankfein, agreed not to sell more than 10 percent of their common shares in Goldman until October 2011, or until Berkshire redeems the $5 billion in preferred stock it purchased last year.

Gary Townsend, the president and chief executive of Hill- Townsend Capital LLC, said it was obvious Buffett will stick with Goldman over the long haul.

Buffett tends to be a long-term holder,” Townsend added. “I don’t see him quickly leaving.”

And with a deal like that, why should he?

(Reporting by Steve Eder; editing by Andre Grenon)

Mei 14, 2009

buktikan: seperti biasa, TIME TO BUY… gw masuk reksa dana saham…

Filed under: Contrarian Strategy — bumi2009fans @ 11:42 am

Jatuh di Bawah 1.800, IHSG Terjelek Se-Asia Pasifik
Kamis, 14 Mei 2009 – 16:08 wib
TEXT SIZE :
Candra Setya Santoso – Okezone

Foto: corbis
JAKARTA – Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) kian tak terbendung hingga jatuh kembali ke level 1.800. IHSG pun tercatat menjadi indeks saham yang mengalami koreksi paling dalam se-Asia Pasifik.

Penutupan indeks saham Kamis (14/5/2009) terus terkoreksi tembus 66,329 poin atau turun 3,58 persen ke level 1.785,003. Pergerakan seluruh bursa Asia Pasifik juga memerah, dan disinyalir ikut berimbas pada pergerakan indeks sore ini.

Seperti indeks Nikkei 255 anjlok sebesar 246,76 poin atau turun 2,64 persen ke posisi 9.093,73 dan indeks Shanghai Composite di China juga turun 23,979 poin atau melemah 0,9 persen ke posisi 2.639,887.

Sementara itu indeks Hang Seng turun signifikan 517,93 poin atau setara 517,93 ke posisi 16.541,69 dan indeks Straits Times Singapura ikut melemah 52,38 poin ke level 2.132,91.

Indeks LQ45 pun terpantau melemah 13,470 poin ke posisi 345,358 dan Jakarta Islamic Indeks (JII) juga turun 13,647 poin ke posisi 288,860.

Nilai perdagangan di lantai Bursa Efek (BEI) Indonesia ditutup sebanyak 30,297 miliar lembar saham senilai Rp7,806 miliar. Sedangkan total frekuensi mencapai 203.360 kali transaksi. Terdapat 56 saham yang menguat, 168 saham melemah, dan 36 saham terpantau stagnan.

Saham-saham yang ditutup menguat atau top gainer, antara lain PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp150 ke posisi Rp8.000, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik Rp100 ke posisi Rp9.800, PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) naik Rp75 ke posisi Rp385, dan PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA) naik Rp65 ke posisi Rp265.

Saham-saham yang ditutup melemah atau top loser, antara lain PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp1.550 ke posisi Rp16.900, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp1.150 ke posisi Rp17.500, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp800 ke posisi Rp18.350, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp450 ke posisi Rp7.950, dan PT International Nickel Ind. Tbk (INCO) turun Rp375 ke posisi Rp3.325. (ade)

Mei 10, 2009

buktikan: terbukti contrarian worked beautifully …

Filed under: Contrarian Strategy — bumi2009fans @ 7:01 am

… waktu gw masuk mendaftar di broker saham, gw ketemu dengan seorang kenalan … doi cukup kaget bertemu gw di situ … karena beliau adalah pegawai broker itu … gw bercerita bahwa gw itu pada saat krisis justru beli reksa dana saham, dan gw bilang bahwa saat krisis itu justru bagus lho untuk memulai investasi, apalagi saham … lalu apa jawab kenalan gw itu: bisa aja sih ABIS TURUN, KITA BELI, EKH MALAH TURUN TERUS … he3 … iya bener sih kata2 beliau itu … TAPI FAKTANYA: gw beruntung masuk pada saat yang tepat yaitu saat SEMUA INVESTOR BISANYA CUMA MAU LABANYA DOANG, TANPA BERSABAR MENAHAN NILAI ASET YANG TURUN, DAN BERDISIPLIN MENJALANKAN FUNGSI INVESTASI MELALUI CARA “BELI RENDAH, JUAL TINGGI” … itu yang gw lakukan: ketika bottom di 28 Oktober 2008 (hari sumpah pemuda) gw justru beli, dan beli teruuuuuuuuuusssss … s/d awal Maret 2009 … bahkan diselingi AMBIL LABA (redemption/pencairan sebagian, setelah GAIN sudah puluhan persen dan puluhan juta rupiah) … gw pake dah laba2 itu untuk kebutuhan gw dan keluarga … lalu sampai dengan pekan ini, pekerjaan utama gw adalah redemption sebagian untuk kebutuhan keluarga dan kemungkinan terjadi bottoming in di bulan AGUSTUS (karena 2006, 2007, 2008, gw mengalami saat bottom di harga (NAB) reksa dana saham yang temasuk paling dalam, kecuali di 2008) … jadi, saat bottom terdalam di Agustus 2009, kalo terjadi lagi, gw akan amati pola dan langsung BELI PELUANG BELI reksa dana saham lagi dah … semoga loh…. 

Mei 6, 2009

plis de jangan LEBAY: KRISFINALO bertelur US$ 3 Milyar…

Filed under: Contrarian Strategy — bumi2009fans @ 12:19 am

http://sahambumi.wordpress.com/2009/05/06/saham-bumi-dijamin-di-1750-3500-hebring-ati2/

… baca link di atas … ini menunjukkan sekali lagi bahwa KRISIS ADALAH ANCAMAN dan peluang (buy opportunities) … kenapa? karena VALUASI SUPER MURAH, sementara ekonomi riil TETAP BERJALAN dan TETAP MEMBERIKAN LABA … saat jatuh tempo repo saham bumi adalah saat TERINDAH BUAT INVESTOR UNTUK buy opportunities  … yaitu, harga saham bumi AMBRUK dalam … prinsip burung pemakan bangkai dan CONTRARIAN adalah prinsip UJI TUNTAS KRISIS dan buy opportunities … tampaknya seperti yang gw buktikan melalui pembelian reksa dana saham dkk juga: 
http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/2009/05/gain-nab-msa-6-bulan-sejak-krisfinalo.html
http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/2009/05/gain-nab-sdpp-6-bulan-sejak-bottom.html
http://investasireksadanaindonesia09.blogspot.com/2009/05/gain-nab-fe-dalam-6-bulan-dari-bottom.html

Mei 4, 2009

plis de jangan lebay: RISIKO MATI karena INVESTASI

Filed under: Contrarian Strategy — bumi2009fans @ 4:50 pm

I am Investor: plis DE jangan LEBAy: risiko investasi = mati BUNUH DIRI

… ANDA PINTAR
… ANDA PUNYA DUIT
… ANDA PUNYA POSISI TINGGI DI PERUSAHAAN
… ANDA BRILYAN DI BIDANG YANG SEKARANG DIGELUTI
… ANDA PUNYA PROSPEK SELANGIT DI MASA DEPAN DENGAN APA YANG ANDA KERJAKAN SEKARANG (USAHA ATAWA PROFESI ATAWA PEKERJAAN)

… SAYANGILAH JIWA ANDA, jangan berinvestasi sama sekali dah … he3… mirip kata seorang tua kepada orang muda: jangan sekali-kali nonton film blue dengan kode 1 X, karena selanjutnya ingin nonton yang 2X rating dan seterusnya, sampai dengan langsung beraksi dengan lawan jenis (atawa sejenis) di luar pernikahan … he3… nikmat sesaat hancur selamanya… gitu lho (LIHAT KASUS RY, AA, DAN NASRUDIN…) … well, gw mah ga mau terlalu optimis menjalani investasi dah … bagi2 risiko aja dah … karena gw BODOH, TIDAK BANYAK DUIT, TIDAK PUNYA POSISI TINGGI DI PERUSAHAAN, TIDAK BRILYAN DALAM BIDANG YANG SEHARUSNYA GW KUASAI, DAN TIDAK PUNYA PROSPEK SELANGIT YANG SEHARUSNYA DI BIDANG YANG GW KUASAI …he3… karena gw seperti itu, bole dong gw berinvestasi … emang ada JALAN LAIN seh … (ga berani nyebutnya…he3)

April 7, 2009

dokter cinta: TELMI DASAR jeblok lagi … dan lagi…

Filed under: Contrarian Strategy — bumi2009fans @ 12:07 am

Minat Investor Ritel di Pasar Modal Kian Turun
/

SENIN, 6 APRIL 2009 | 11:21 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Minat investor ritel membenamkan investasi di pasar modal makin turun. Sampai kuartal pertama 2008, investor kecil yang masih bermain di bursa tinggal tersisa 175.000 investor.

Tentu saja, makin minimnya pemain saham individu ini cukup memengaruhi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero menduga, penurunan jumlah investor ritel itu lebih karena mereka menutup salah satu dari beberapa account miliknya.

Ia mencontohkan, si A memiliki dua buah account di sekuritas yang berbeda. “Karena kondisi yang serba sulit mengharuskan ia menutup salah satu account-nya,” ujarnya, Minggu (5/4).

Toh, penurunan jumlah investor ritel ini tetap akan memengaruhi pasar modal Indonesia. Penurunan jumlah investor ritel itu bisa menurunkan likuiditas dan menurunkan volume transaksi di bursa. Gelagat itu telah tampak. Semula, nilai transaksi bisa Rp 2 triliun-Rp 3 triliun per hari. Kini, transaksi harian menipis menjadi Rp 1 triliun-Rp 1,5 triliun.

Analis BNI Securities, Norico Gaman, menambahkan, investor ritel saat ini memang lebih memilih memegang uang tunai ketimbang berinvestasi di bursa. Maklum, indeks masih dalam tekanan. Mereka takut nilai investasi mereka akan turun. Makanya, banyak investor ritel itu yang mengalihkan investasi ke keranjang lain, seperti properti dan deposito yang lebih aman.

Namun, secara umum, Norico melihat bahwa peran investor ritel masih relatif kecil dalam menopang IHSG. Kontribusi mereka baru sekitar 25 persen, selebihnya dari investor institusi. “Tapi, angka 25 persen itu tetap berpengaruh terhadap pergerakan IHSG,” imbuhnya.

Ketua Kelompok Investor Publik Saham (KIPS) BUMI Oetomo Rully Susanto berpendapat bahwa posisi investor ritel tetap vital kendati berjumlah sedikit. Apabila semakin banyak investor ritel yang menarik diri dari lantai bursa, indeks saham tetap semakin melemah.

Namun, ia menambahkan, kenaikan indeks beberapa hari terakhir bukan merupakan tanda bahwa investor ritel sudah mulai masuk lagi. Kenaikan indeks itu lebih karena efek laporan keuangan emiten yang sudah keluar. Kebanyakan, laporan keuangan emiten menunjukkan hasil positif. Sisi itulah yang membawa kegairahan di pasar modal.

Balik di kuartal terakhir

Sebagian besar investor individu, kata Oetomo, masih melihat situasi ekonomi sebelum kembali masuk ke pasar modal. Kalau makin stabil dan membaik, mereka akan kembali lagi ke pasar modal.

iya sih, investor kecil biasanya cuma nunut pasar … akibatnya, investor kecil biasanya kehilangan momentum dan akselerasi pasar … ketika pasar sudah cenderung stabil kenaikan dan mapan konsolidasinya, baru investor kecil telmi masuk pasar … dasar investor kecil bermodal kecil pastinya TIDAK AKAN MAMPU MENGGERAKKAN PASAR … setelah periode akselerasi cepat tentu saja ada saatnya akselerasi lambat muncul, yaitu saat investor kecil YAKIN MASUK … well, mudah diduga, mereka KALAH LAGI DI BURSA SAHAM INDONESIA … gampang ditebak yo, cara berpikir primitif para investor kecil … makanya, gw mah santai aja baca2 dan cari2 info soal ekonomi global (KARENA SELURUH BANGUNAN EKONOMI MAKRO INDON AMAT TERGANTUNG DARI FAKTOR EKSTERNAL) dan soal2 ekonomi makro indon, untuk MENDASARI SIKAP CONTRARIAN gw dalam berinvestasi … yaitu, beli saat SEMUA INVESTOR CEMAS, JUAL saat semua investor euforia (seperti saat sejak beberapa minggu lalu dan hari2 ini) … he3 … up2u lah

Ketua Umum Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISI) ND Murdani memperkirakan, investor ritel akan berbondong-bondong masuk ke bursa mulai kuartal terakhir 2009. Sebab, banyak pihak yang meramalkan efek krisis keuangan dunia akan mereda pada masa tersebut.

Saat itu, investor akan mencermati bagaimana kondisi keuangan emiten menjelang akhir tahun. “Mereka akan kembali jika kinerja keuangan emiten cukup baik,” ujar Murdani. Kinerja keuangan emiten inilah yang akan meyakinkan investor ritel bahwa ekonomi mulai pulih dari krisis. (Fitri Nur Arifenie, Sholla Taufiq/Kontan)

Maret 30, 2009

tetaplah mencintaiku: mo ikut BELI? buy opportunities…

Filed under: Contrarian Strategy — bumi2009fans @ 1:45 pm


ekonomi tak serius: CUS MDS (MANULIFE DANA SAHAM) Mar 2009
ekonomi tak serius: tetaplah mencintaiku: Maret aman, April?… karena keberuntungan gw, maka setelah profit taking pada puncak ihsg minggu lalu, maka sekarang TIME TO BUY SEMAKIN DEKAT … mau ikutan? … tampaknya saham2 perbankan dan tambang memimpin pembalikan arah … apakah besok juga? biasanya tema kenaikan atawa penurunan jarang berlanjur dari hari ke hari … liat aja dah

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: