eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

Januari 14, 2015

tak lekang oleh waktu: Prita, derita, dan cerita berita serta FAKTA

Filed under: Medicine — bumi2009fans @ 1:26 am

MUSI BANYUASIN, KOMPAS.com – Empat warga Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan angkatan pertama alumni “Program Santri Jadi Dokter” Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2015 ini siap mengabdi di tengah masyarakat kabupaten setempat.

“Program pendidikan beasiswa santri jadi dokter yang dilaksanakan Pemkab Musi Banyuasin kerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kini mulai membuahkan hasil. Empat mahasiswa utusan daerah ini telah menyelesaikan pendidikan kedokterannya dan siap mengabdi untuk masyarakat Bumi Serasan Sekate,” kata Kepala bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Musi Banyuasin (Muba), Muhammad Jaya di Sekayu, Rabu (14/1/2015).

Keempat alumni “Program Santri Jadi Dokter” itu adalah dr.Aniz Zamzari, dr Miftahul Jannah, dr Qurrata Tsania Masrur, dan dr Sherli Hazairin.

Jaya berharap, alumni program santri jadi dokter tersebut diharapkan dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama mengikuti perkuliahan. Selain itu, diharapkan para dokter ini dapat berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesehatan masyarakat Kabupaten Muba.

Sementara itu, dr Aniz, salah satu alumni “Program Santri Jadi Dokter” itu mengatakan, dia bersama tiga temannya siap mengaplikasikan ilmu kedokteran yang diperoleh selama ini untuk membantu masyarakat.

“Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan studi, kami sangat berterima kasih kepada Pemkab Muba yang telah membantu beasiswa selama menjalani pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” ujar dia.


Editor : Glori K. Wadrianto
Sumber : Antara

Konsultasi Kesehatan Dr Samsuridjal Djauzi
Koin Prita dan Kepercayaan Masyarakat

istimewa
Artikel Terkait:
Kasus Prita, Cermin Buruk Komunikasi Pasien-Dokter
Depkes Mediasi Kasus Prita dan Omni
Prita: Uang Koin Simbol Kekuatan Rakyat Kecil
Prita Lelah Mencari Keadilan
YLKI: Perkara Prita, Ada Pelanggaran Hak Konsumen
MINGGU, 27 DESEMBER 2009 | 08:34 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebagai orang tua dan pensiunan guru, saya terharu dengan gerakan koin Prita yang menurut saya merupakan cerminan keberpihakan masyarakat luas kepada Prita. Dia adalah ibu rumah tangga yang ingin memelihara kesehatan dengan memilih dokter dan rumah sakit yang dipercayai dapat menolongnya. Namun, yang terjadi adalah dia harus menghadapi tuntutan pidana maupun perdata.

Sejauh ini dokter telah mengampanyekan perlunya komunikasi dokter-pasien. Namun, menurut saya, gerakan koin Prita telah menunjukkan ketidaksetujuan masyarakat luas terhadap berbagai tindakan pihak rumah sakit dan dokter yang mengobatinya. Menurut saya, ini adalah masalah serius. Jika masyarakat mulai kehilangan kepercayaan terhadap rumah sakit atau dokter, maka apa yang selalu didengungkan tentang pentingnya komunikasi antara dokter dan pasien menjadi slogan hampa.

Bagaimana sikap profesi kedokteran mengenai kasus Prita? Adakah upaya untuk memelihara kepercayaan masyarakat terhadap profesi kedokteran? Selama ini saya kurang menangkap upaya nyata profesi kedokteran terhadap kasus ini. Padahal, menurut saya, kalangan dokter harus segera melakukan introspeksi dan berusaha untuk memperbaiki citra agar kepercayaan masyarakat terhadap dokter dan rumah sakit baik kembali.

Kita semua akan rugi jika profesi dokter yang selama ini masih baik di mata masyarakat menjadi luntur. Kepada siapa lagi masyarakat dapat meminta pertolongan jika mereka sakit? Ke mana mereka akan meminta perawatan jika mereka sudah tidak lagi memercayai layanan rumah sakit?

KN di D

Gerakan koin Prita menyadarkan kita semua bahwa masyarakat tidak tinggal diam menghadapi ketidakadilan. Sebagai anggota profesi kedokteran, saya juga merasa profesi kedokteran secara keseluruhan perlu mengevaluasi pelayanan kedokteran secara sungguh-sungguh.

Saya ingin menceritakan suatu pertemuan pada tanggal 3 Desember 2009 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Pertemuan tersebut dalam rangka memperingati ulang tahun rumah sakit, serta mengenang tokoh dr Cipto Mangunkusumo yang namanya diabadikan menjadi nama rumah sakit umum nasional kita.

Pembicara pada pertemuan tersebut adalah Prof Supartondo dan Pak Des Alwi. Hadirin yang sebagian besar adalah tenaga kesehatan banyak yang baru menyadari perjuangan dr Cipto Mangunkusumo. Keberaniannya dalam menyelamatkan masyarakat dari wabah pes di Pulau Jawa waktu itu sangatlah mengharukan. Para dokter Belanda takut terjun ke lapangan menghadapi pes karena khawatir akan tertular pes. Namun, dr Cipto Mangunkusumo terpanggil untuk menolong masyarakat dan berani mengambil risiko, termasuk risiko tertular.

Menurut Des Alwi, ketika dr Cipto Mangunkusumo diasingkan di Pulau Banda, beliau membawa seorang anak perempuan yang kedua orangtuanya meninggal karena wabah pes di Jawa. Peristiwa tersebut menggambarkan betapa akrabnya dokter dengan masyarakat. Apakah para dokter sekarang ini masih peduli kepada masyarakat ataukah sudah berubah?

Banyak pemberitaan yang menyebabkan kita berkesimpulan bahwa telah terjadi perubahan dalam hubungan dokter dan masyarakat, terutama di kota besar. Hubungan saling peduli, saling menghormati, dan saling memercayai sebagian telah berubah menjadi hubungan konsumen dan penyedia jasa. Pasien membayar jasa dokter untuk layanan yang diterimanya. Sementara, dokter melayani pasien sebagaimana melayani konsumen. Dasar hubungannya lebih mengutamakan uang dan bukan kepedulian untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Perubahan nilai ini mungkin sebagian disebabkan karena sistem pelayanan kesehatan kita. Tidak banyak lagi dokter yang berpraktik secara pribadi. Kebanyakan mereka berpraktik di rumah sakit dan harus tunduk pada sistem yang ada di rumah sakit tersebut. Namun, sebagai profesi yang mempunyai nilai-nilai dan integritas, seharusnya dokter tetap dapat menunjukkan jati dirinya sebagai pribadi yang ingin menolong pasien.

Petir Prita

Saya dapat mengatakan bahwa kasus Prita dan gerakan koin Prita merupakan petir bagi kehidupan kedokteran. Petir yang menyadarkan para dokter untuk kembali ke sumpahnya sebagai dokter, yaitu mengutamakan kesehatan orang yang sedang sakit.

Setahu saya, organisasi profesi kedokteran (Ikatan Dokter Indonesia dan lembaga kelengkapannya) telah memanggil dan mengambil tindakan terhadap anggotanya yang terlibat dalam kasus ini. Namun, memang setahu saya tindakan tersebut merupakan koreksi internal yang atas alasan etik kedokteran tidak diungkapkan keluar.

Saya pribadi berpendapat, kita semua dapat mengambil hikmah dari kasus Prita. Seorang ibu yang ingin berobat seharusnya dilayani dengan baik dan ditolong agar dia dapat kembali sehat dan berfungsi sebagai seorang ibu dalam rumah tangga.

Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Namun, saya rasa akan lebih baik jika kasus ini digunakan untuk memperbaiki sistem pembiayaan kesehatan dan pendidikan kedokteran kita. Seperti keinginan kita semua yang menginginkan hubungan dokter dan masyarakat di Indonesia menjadi akrab seperti yang telah dicontohkan oleh dr Cipto Mangunkusumo. (Dr Samsuridjal Djauzi)

…. sekedar TAMBAHAN PEKERJAAN RUMAH UNTUK BANGSA INI ADALAH BIAYA …. BIAYA PENDIDIKAN KEDOKTERAN ADALAH YANG TERMAHAL DI INDONESIA … jika masuk menjadi DOKTER DI UNIVERSITAS SWASTA, MINIMAL HARUS MEROGOH KOCEK RP.100 JUTA, syarat dan ketentuan berlaku 😛 … dari sewaktu gw maseh mahasiswa gw uda mikirin kenapa menjadi dokter harus semahal biaya pendidikan saat itu, karena biaya berobat sudah cukup tinggi kala itu, karena gw jebolan jaman orde baru … ya, mau ga mau, suka tidak suka, gw harus mengembalikan biaya sekolah gw donk … tapi gw uda cabut kok dari dunia penuh cemar itu 😛 (CEMAR TAPI DIBUTUHKAN; WALAU PUN BWAT ORANG YANG SANGAT MAMPU, MEREKA SELALU PUNYA PILIHAN TERBAIK lho) … itu sebabnya menjadi investor yang dewasa, mapan, dan selalu meraih laba investasi adalah salah satu cara MENGURANGI KETERGANTUNGAN PADA DOKTER2 INDONESIA YANG KOMERSIL TANGGUNG 😛

Iklan

Januari 5, 2015

us$ v. oil price v. dow jones index v. msci

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 12:00 am

JAKARTA—Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari 2015 pada perdagangan pagi ini, Senin (5/1/2015), pukul 06:53 WIB menukik 0,59% ke posisi US$52,38 per barel.

Pelemahan itu merupakan yang paling tajam dalam lima tahun terakhir setelah bergerak di kisaran US$52,15 hingga US52,73 per barel. Pada penutupan perdagangan Jumat, (2/1/2015),  harga komoditas bahan bakar acuan Amerika Serikat itu melemah 1,09% atau berada di posisi US$52,69 per barel.

Pelemahan yang sama juga terjadi pada kontrak minyak Brent untuk pembayaran Februari 2015 di bursa London. Kontrak bahan bakar itu tercatat turun 0,80% atau US$55,97 per barel sebagaimana dikutip Bloomberg pukul 06:51 WIB, Senin (5/1/2015).

Pada akhir pekan lalu harga komoditas itu tercatat US$56,42 atau melemah 1,59%.

WTI dan Brent anjlok lebih dari 40% tahun lalu setelah lonjakan produksi mentah ke level tertinggi dalam 30 tahun. Sedangkan permintaan global melambat di tengah kengganan negara anggota OPEC menurunkan produksi mereka.

http://market.bisnis.com/read/20150105/94/387830/harga-minyak-wti-dan-brent-menukik

Sumber : BISNIS.COM

apa yang tampak pada 4 grafik di atas dalam 1 tahun terakhir ini (nop 2007 – okt 2008)? sangat sederhana, dow jones ternyata lebih mengikuti kehancuran harga minyak, sehingga harus berlawanan arus dengan kenaikan us dollar index … strong dollar policy, itu yang pernah didengung-dengungkan oleh G7 pada saat harga minyak dianggap sudah terlalu menekan rakyat global … lalu ketika kebijakan itu dijalankan dengan sukses, eh, malah rakyat global ditabrak kenyataan bahwa resesi global sedang terjadi … jadi, harga minyak naik atau turun, ga masalah sebenarnya, emang dasarnya ekonomi global lagi turun aja … jadi, apa prediksi buat dow jones? sepintas lalu, artinya us dollar index menguat, maka dow jones index akan melemah, dan harga minyak juga akan melemah

kesimpulan sederhana lainnya: the newest safe haven is us dollars, although the us economy is going down

mungkinkah jika us dollar index sudah sampai pada ekuilibriumnya, ekonomi mencapai bottomnya dan mulai rebound? bisa jadi

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: