(sumber: AFP)

Jakarta – Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Nutrition mengungkapkan, masyarakat dapat mengonsumsi kentang sembari menurunkan berat badannya.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti dari University of California di Davis dan Illinois Institute of Technology melakukan kolaborasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang peran pengurangan kalori dan indeks glikemik dalam penurunan berat badan, ketika memasukkan kentang dalam menu makanan diet.

“Beberapa orang telah mempertanyakan peran kentang untuk penurunan berat badan, karena tergolong makanan dengan indeks glikemik tinggi,” ujar peneliti utama studi, Dr Britt Burton-Freeman, PhD.

“Namun hasil penelitian ini mengkonfirmasi apa yang para profesional kesehatan dan ahli gizi telah katakan selama bertahun-tahun lalu, bukan tentang menghilangkan makanan tertentu, lebih tepatnya adalah mengurangi kalori,” kata Burton-Freeman seperti dilansir siaran publik AlphaGalileo.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti melibatkan 90 laki-laki dan perempuan yang memiliki berat badan berlebih. Mereka dibagi dalam tiga kelompok, yakni kelompok yang mengurangi kalori dengan indeks glikemik tinggi, mengurangi kalori dengan indeks glikemik rendah, dan kelompok kontrol tanpa pembatasan kalori.

Para peneliti lalu memberikan ketiga kelompok ini kentang, resep sehat dan instruksi untuk mengkonsumsi 5-7 porsi kentang per minggu.

Pada akhir masa studi selama 12 minggu, para peneliti menemukan, ketiga kelompok kehilangan berat badan dan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam penurunan berat badan antara kelompok, bahkan pada kelompok tanpa pembatasan asupan kalori.

“Tidak ada bukti kalau kentang, saat disiapkan secara sehat, berkontribusi menaikkan berat badan. Bahkan kami melihat makanan ini bisa menjadi bagian dari program penurunan berat badan, ” ujar Burton-Freeman.

Menurut peneliti, hasil studi ini merupakan kabar baik bagi para pecinta kentang dan setiap konsumen yang memilih makanan sehat.

Satu buah kentang berukuran sedang (5,3 ons) mengandung 110 kalori per porsi. Jumlah ini menawarkan lebih banyak kalium (620g) daripada pisang dan memberikan hampir setengah nilai harian vitamin C (45 persen) serta tidak mengandung lemak, natrium atau kolesterol.

Penulis: /FAB

Sumber:Antara

Journal of the American College of Nutrition (Impact Factor: 1.74). 10/2014; DOI: 10.1080/07315724.2013.875441

Source: PubMed

ABSTRACT Background: The role of glycemic index (GI) and foods with negative attributes related to GI as part of a weight loss regimen has not been thoroughly assessed in free-living individuals. This study examined the effects of a dietary prescription for energy intake modification, GI, and potato consumption on weight loss, dietary prescription adherence, body composition, and glucose control in a free-living, self-selecting overweight population. Methods: Ninety overweight (body mass index [BMI] 29.6 ± 3.9) men and women were randomly assigned to one of 3 groups for 12 weeks. Two groups were counseled to reduce their energy intake by 500 kcal/day and consume diets that were predominantly composed of either low- or high-GI foods (low glycemic index energy reduced [LGI-ER] or high glycemic index energy reduced [HGI-ER] diet, respectively). The third group received no energy restriction, GI provision, or nutritional counseling. All groups were instructed to consume 5-7 servings of potatoes per week. Changes in weight, body composition, glucose tolerance, and triglycerides were determined at baseline and 12 weeks. Results: There were no significant differences in weight loss or changes in body composition between the groups; however, modest weight loss and body composition changes were seen from week 0 to week 12 for all groups (p < 0.05). Difficulty achieving the prescribed GI diets was evident in this free-living setting. There were no significant changes within or among treatments for fasting concentrations of triglycerides, glucose tolerance, insulin, or insulin sensitivity. Conclusions: The results indicate that in a free-living population of men and women, weight loss is associated with energy intake reduction. Potato intake did not cause weight gain and following either a high- or low-GI dietary prescription was difficult for free-living subjects, emphasizing the complex nature of changing dietary patterns.