eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

Agustus 29, 2013

diam2suka : emAAa($afe HaV3n)aa$ … 290813

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 1:26 am

Emas sentuh harga tertinggi sejak Mei
Oleh Cindy Silviana Sukma, Sunarti Agustina – Kamis, 29 Agustus 2013 | 08:20 WIB
kontan

JAKARTA. Ketika krisis ekonomi dunia masih belum rehat, pasar kembali geger oleh komentar salah satu pejabat Amerika Serikat (AS) yang memberi indikasi bahwa AS akan melakukan aksi militer atas tindakan Suriah.
Akibatnya, harga sejumlah komoditas terdorong naik, termasuk emas. Malah, harga emas mencatat rally lima hari berturut-turut dan mencapai level tertinggi sejak Mei 2013. Potensi krisis di Suriah menyebabkan investor mencari tempat aman untuk aset dan mengalihkan ke safe haven.
Hingga Rabu (28/8) pukul 18.28 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2013 di Commodity Exchange menguat 0,39% menjadi US$ 1.425,8 per ons troi dibanding hari sebelumnya. Logam mulia ini melonjak 17,49% dari penutupan di level terendahnya 27 Juni lalu. Selain emas, instrumen berstatus safe haven lain turut diburu, misalnya USD, JPY, dan CHF.
Meski harga emas menguat di atas level US$ 1.400 per ons troi, potensi bullish tampaknya bersifat temporer. “Kondisi bullish mungkin hanya jangka pendek, karena sebenarnya emas masih mendapat tekanan,” ucap Kepala Riset dan Analis Monex Investindo Futures Ariston Tjendra.
Menurut Ariston, harga emas menguat paling tidak satu bulan ke depan, menjelang rapat Komite Moneter Bank Sentral AS (FOMC) pada 17 September mendatang. “Emas masih berpotensi untuk naik ke level US$ 1.447 per ons troi,” kata Ariston.
Saat itulah, Bank Sentral AS akan memutuskan pemotongan stimulus moneter AS, berupa program pembelian obligasi sebesar US$ 85 miliar per bulan. “Jika The Fed merealisasikan pemangkasan stimulus, dollar AS akan menguat, dan menyebabkan emas tertekan,” tambahnya.
Oleh karena itu, ia memperkirakan, emas tak akan bertahan lama menjadi aset nilai lindung ketimbang dollar AS. “Secara historis, dollar AS masih lebih dipilih ketimbang emas pada krisis ekonomi dunia pada 2008 hingga 2009 lalu,” tambahnya. Dollar AS cenderung bergerak lebih stabil ketimbang emas.
Dari segi teknikal, harga emas berpotensi koreksi. Indikator stochastic mingguan bergerak memasuki area overbought, mengindikasikan potensi koreksi. Relative strength index (RSI) bergerak ke atas level 50, memberi potensi naik. “Harga emas berpotensi menguat jangka pendek. Tapi, jangka menengah, masih tertekan,” jelasnya.
Harapan sedikit pupus bagi investor emas fisik. “Emas dunia mungkin turun, tapi harga emas batangan Aneka Tambang masih akan berada di level tinggi karena rupiah melemah,” tutur Ariston.
Suluh Adil Wicaksono, analis PT Millenium Penata Futures bilang, harga emas batangan akan naik karena rupiah tersungkur oleh penguatan dollar AS. “Inflasi dalam negeri yang semakin tinggi, neraca perdagangan yang buruk, dan sentimen negatif lain membuat harga emas melonjak,” ujar Suluh.
Suluh memperkirakan, harga emas di pasar spot akan tertekan pada kisaran US$ 1.300 per ons troi di akhir tahun. Sedangkan pada tahun depan, harga emas akan bergerak di kisaran US$ 1.300 – US$ 1.500 per ons troi.
Emas Jadi Aset Save Haven Lagi

Oleh: Wahid Ma’ruf
ekonomi – Kamis, 29 Agustus 2013 | 00:03 WIB

INILAH.COM, New York – Harga emas berjangka telah naik lebih dari 4 persen pada pekan lalu. Emas telah meninggalkan level terendah di US$1.180 per troy ons pada akhir Juni lalu.

Investor memegang emas lagi sebagai aset safe haven dengan munculnya kekhawatiran terjadinya aksi militer AS di Suriah. Walaupun sentimen Suriah justru melemahkan bursa saham global.

Harga emas telah pulih dengan menguat setelah cukup tertekan di bulan Juni. Saat itu, pelemahan merupakan akibat sentimen negatif dari spekulasi kelanjutan stimulus moneter The Fed. Selain itu juga investor menunggu hasil pembahasan soal batas atas utang AS.

Menurut analis di BullionVault, Adrian Ash, sejak April 1968 telah terjadi siklus 3 bulanan. Artinya tiga bulan melemah bisa mencapai 24 persen. Namun setelah itu menguat lagi selama tiga bulan ke depan hingga rata-rata naik 20,7%. Demikian mengutip cnbc.com.

Emas sebagai aset riil sering menjadi aset pengaman saat gejolak ekonomi dan politik. Peningkatan risiko politik selama beberapa pekan terakhir telah mendorong investor melihat emas sebagai safe haven.

Menurut ekonom Capital Economics, Jessica Hinds untuk menjadikan emas sebagai aset safe haven memiliki dua syarat. Pertama, negara maju sedang melakukan pelonggaran moneter. Seperti di AS saat ini The Fed sedang melakukan program pembelian aset melalui quantitative easing (QE). Kedua karena permintaan emas yang kuat dari rumah tangga dan bank sentral di negara berkembang.
INILAH.COM, Singapura – Dalam dua bulan terakhir, harga emas sudah mendekati level US$1.400 per troy ons. Beberapa sentimen akan mampu menopang harga emas lebih tinggi lagi.

Pada perdagangan kemarin, emas berakhir di US$1.393,60 per troy ons dengan kekhawatiran pasar terhadap aksi militer AS ke Suriah dan menjealng pertemuan Fed pertengahan September mendatang. Selain itu, investor juga mencermati perdebatan anggaran di Kongres AS serta pemilu di Jerman pada 22 September.

Sejak tahun 1990, bulan September menjadi bulan yang terbaik untuk emas, rata-rata naik 2,7%. Level psikologis di US$1.400 per troy ons yang menjadi magnet bagi investor, Target berikutnya untuk emas adalah US$1.426 per troy ons dan jika cukup kuat maka akan menuju US$1.490 per troy ons. Belum lagi target prestisius di US$1.517 per troy ons dalam 200 hari perdagangan.

Harga emas juga terangkat dengan pernyataan Menlu AS, John Kerry tentang pandangannya terhadap konflik Suriah. AS meminta Suriah bertanggungjawab terhadap senjata kimia yang digunakan terhadap penduduk sipil.

Faktor tersebut menjadikan emas bergerak sebagai aset safe haven. Alasan mendasar lainnya adalah persepsi perekonomian China yang telah mengalami perbaikan. China merupakan konsumen terbesar emas fisik disusul India.

Inilah Faktor Penggerak Harga Emas ke Depan

Oleh: Wahid Ma’ruf
ekonomi – Selasa, 27 Agustus 2013 | 14:36 WIB

Harga emas juga terangkat dengan pernyataan Menlu AS, John Kerry tentang pandangannya terhadap konflik Suriah. AS meminta Suriah bertanggungjawab terhadap senjata kimia yang digunakan terhadap penduduk sipil.

Faktor tersebut menjadikan emas bergerak sebagai aset safe haven. Alasan mendasar lainnya adalah persepsi perekonomian China yang telah mengalami perbaikan. China merupakan konsumen terbesar emas fisik disusul India.
Inilah Faktor Penggerak Harga Emas ke Depan

Oleh: Wahid Ma’ruf
ekonomi – Selasa, 27 Agustus 2013 | 14:36 WIB

Untuk bulan September mendatang terdapat beberapa momentum yang dapat mempengaruhi pasar emas, Diantaranya hari libur bagi pekerja. Perdebatan anggaran di Kongres serta laporan tentang pekerjaan. Indikasi awal akan cukup berat sehingga memiliki dampak ke pasar.

Seperti halnya soal anggaran, maka harus ada suara resolusi untuk menjaga kemampuan pemerintah membayar utang. Analis memperkirakan perdebatan dapat berlangsung hingga akhir tahun.

Agustus 27, 2013

diam2suka: emaaA($1393)aa$ … 270813

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 12:22 am

DOLLAR KEMBALI PERKASA, LAJU EMAS TERTAHAN DI NY
Oleh Barratut Taqiyyah – Selasa, 27 Agustus 2013 | 06:55 WIB

kontan

NEW YORK. Harga kontrak emas di New York tadi malam (26/8) jatuh dari level tertinggi dua bulan. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 13.41 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember turun 0,2% menjadi US$ 1.393,10 per troy ounce di Comex, New York.

Penurunan harga emas terjadi seiring penguatan dollar AS yang memangkas tingkat permintaan emas sebagai investasi alternatif. Asal tahu saja, Bloomberg Dollar Index kemarin naik sebesar 0,3%.

“Penguatan dollar menyebabkan harga emas melemah. Pelaku pasar ingin mengklarifikasi terlebih dulu mengenai waktu pelaksanaan pemangkasan nilai stimulus dari the Fed,” jelas Michael Smith, president T&K Futures & Options di Port St. Lucie, Florida.

Sekadar tambahan informasi, harga emas dunia sudah merosot 17% pada tahun ini. Di sisi lain, posisi si hijau menguat 4,2% pada periode yang sama. Penguatan dollar terkait dengan rencana the Fed untuk memangkas nilai stimulus. Berdasarkan laporan hasil pertemuan the Fed yang dirilis 21 Agustus lau, para pemangku kebijakan cukup nyaman dengan rencana Pimpinan the Fed Ben S Bernanke untuk memangkas stimulus jika perekonomian semakin menguat.

Asal tahu saja, harga emas sudah melompat 70% pada periode Desember 2008 hingga Juni 2011 seiring langkah bank sentral AS yang memompakan dananya dengan nilai lebih dari US$ 2 triliun ke dalam sistem finansial. Kondisi itu menyebabkan investor cemas mengenai pemangkasan nilai mata uang dan meningkatnya inflasi.

Hedge Fund Gold Bets Reach Six-Month High After Rally
By Debarati Roy
Agustus 26, 2013 3:11 PM EDT 3 Comments
bloomberg
Gold, down 27 percent from its record high, has rallied 18 percent from a 34-month low in June. Asian demand for jewelry surged as prices tumbled into a bear market. Photographer: Dimas Ardian/Bloomberg
Gold, down 27 percent from its record high, has rallied 18 percent from a 34-month low in June. Asian demand for jewelry surged as prices tumbled into a bear market. Photographer: Dimas Ardian/Bloomberg
Hedge funds and other speculators raised bets on higher gold prices to the most in six months as signs of slowing U.S. growth drove bullion above $1,400 an ounce for the first time since June.
The net-long position increased 29 percent to 73,216 futures and options by Aug. 20, U.S. Commodity Futures Trading Commission data show. Short contracts fell for a second week and to the lowest since Feb. 12. Net-bullish holdings across 18 U.S.-traded commodities jumped 34 percent, the most since July 2010, as wagers on copper and soybeans more than doubled.
Gold, down 28 percent from its record high, has rallied 18 percent from a 34-month low in June. Asian demand for jewelry surged as prices tumbled into a bear market. Sales of new homes in the U.S. declined more than 13 percent in July and consumer confidence fell in the week ended Aug. 18, increasing speculation the Federal Reserve will look for more signs of growth before easing stimulus that debases the dollar.
“Physical demand is very strong, and that is lending support to prices, and we think it’s time to increase our holdings,” said Michael Mullaney, the Boston-based chief investment officer for Fiduciary Trust Co., which manages about $10 billion of assets. “The economy is improving, but there are some misses, which intensify the debate on tapering and increases demand for gold as a safe-haven investment.”
Gold Rally
Futures fell 0.2 percent to settle at $1,393.10 on the Comex in New York, after gaining 1.8 percent last week to $1,395.80. Spot prices topped $1,400 on Aug. 23. The Standard & Poor’s GSCI Spot Index of 24 commodities slid 0.1 percent last week, while the MSCI All-Country World Index of equities dropped 0.3 percent. The Bloomberg Dollar Index, a gauge against 10 major trading partners, rose 0.4 percent.
Policy makers are weighing when to begin curbing $85 billion of monthly bond purchases that they pledged to maintain until the job market improves. Gold rose 70 percent from December 2008 to June 2011 as the U.S. central bank pumped more than $2 trillion into the financial system by purchasing debt, increasing investors’ concern about currency debasement and accelerating inflation.
Fed Bank of St. Louis President James Bullard, who has supported record Fed stimulus, said on Aug. 23 the central bank should pledge not to raise record-low interest rates as long as inflation is below 1.5 percent. The metal may rally to $1,482 as soon as October if Fed tapering is delayed to December, Barclays Plc said Aug. 23.
Waning Faith
Gold’s rally probably will fade by the end of the year as the dollar strengthens, bond yields rise and investor faith in the metal as a store of value wanes, Morgan Stanley said in a report dated Aug. 22. Prices fell 17 percent this year, heading for the first annual decline since 2000.
“It’s hard to be bullish on gold when there is no inflation and the global economy is healing,” said John Stephenson, who helps oversee about C$2.7 billion ($2.6 billion) at First Asset Investment Management Inc. in Toronto.
The minutes of the Federal Open Market Committee policy meeting in July, released Aug. 21, said central bankers were “broadly comfortable” with Chairman Ben S. Bernanke’s plan to start reducing bond buying later this year if the economy improves. The officials are scheduled to meet next in September.
Twelve analysts surveyed by Bloomberg expect gold to fall this week, eight were bullish and two neutral. That’s the highest proportion of bears since June 21, a week before prices plunged to $1,179.40, the lowest since August 2010.
ETP Holdings
Investors sold 684.64 metric tons of gold held in exchange-traded products this year, erasing $54.3 billion from the combined value of the funds. The decline may reach 700 tons in 2013, Barclays estimates.
As gold dropped into a bear market during the second quarter, billionaires George Soros and Daniel Loeb sold their entire investments in the SPDR Gold Trust, the largest ETP, filings to the U.S. Securities and Exchange Commission showed Aug. 14. Paulson & Co., the largest investor in the fund, cut its stake by 53 percent, the data show.
The slump in prices forced mining companies to announce at least $26 billion of writedowns in the past two months, and Toronto-based Barrick Gold Corp., the biggest producer, said Aug. 1 it may sell, close or curb output at 12 mines from Peru to Papua New Guinea.
Physical Demand
The drop in prices spurred a surge in demand for gold in Asia, helping bullion to rally for a second month. Sales of jewelry, coins and bars will reach as much as 1,000 tons in both India and China in 2013, valued at a combined $87.6 billion, the World Gold Council estimates. That would beat China’s 2011 record of 778.6 tons and be near India’s all-time high of 1,006.5 tons in 2010.
Bank of America Corp. predicts a fourth-quarter average of $1,495 and JPMorgan Chase & Co. anticipates rising averages in every quarter through the end of next year.
Money managers added $421 million to precious-metal funds in the week ended Aug. 21, the most in 33 weeks, according to Cambridge, Massachusetts-based EPFR Global, which tracks money flows. Commodity funds had inflows of $583 million.
Commodity Holdings
Net-long positions in copper jumped 104 percent to 14,356 contracts, CFTC data show. Money managers turned bullish a week earlier, after betting on lower prices for 24 consecutive weeks, the longest bearish stretch since July 2009. Prices are heading for the biggest monthly gain since September amid speculation that China’s growth is gaining traction.
A preliminary purchasing managers index for China by HSBC Holdings Plc and Markit Economics rose to 50.1 from 47.7 in July, exceeding all 16 estimates in a Bloomberg News survey. A reading above 50 indicates expansion.
Bullish bets on crude oil slipped for the fourth straight week, to 302,762 contracts, CFTC data show. Prices are heading for the third straight monthly gain amid concern that violence in the Middle East may disrupt supply.
A measure of net-long positions across 11 agricultural products more than doubled to 215,958 futures and options, government data show. The S&P GSCI Agriculture Index of eight commodities rose for the second straight week.
Soybean holdings jumped 112 percent to 99,988 contracts, while the net-short position in corn shrank to 91,778 contracts, from a record 123,221 a week earlier.
Billion Bushels
The U.S. corn harvest will be 13.46 billion bushels, less than the 13.763 billion estimated this month by the U.S. Department of Agriculture, Cedar Falls, Iowa-based Professional Farmers of America said in a report Aug. 23. That followed a four-day tour last week of 2,600 fields in seven Midwest states. Soybean output will be 3.158 billion bushels, below the USDA forecast of 3.255 billion. The U.S. is the world’s largest grower of both crops.
“We have seen renewed interest in commodities,” said Walter “Bucky” Hellwig, who helps manage $17 billion of assets at B&T Wealth Management in Birmingham, Alabama. “News out of China coupled with expectations of continued easing from the Fed will keep the commodities pack stronger.”

Agustus 13, 2013

beautiful: emaaa($1326)aa$ … 130813

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 1:07 am

Harga si kuning merangkak naik
Oleh Agus Triyono, Cindy Silviana Sukma – Selasa, 13 Agustus 2013 | 06:46 WIB

kontan

JAKARTA. Harga emas mencapai level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Pelemahan dollar Amerika Serikat (AS) serta kenaikan kepemilikan exchange-traded product (ETP) emas menjadi beberapa penyebabnya.

Harga emas untuk kontrak pengiriman Desember 2013 di Bursa Comex pukul 16.30 WIB, menguat 1,07% menjadi US$ 1.326,20 per ons troi dibanding sehari sebelumnya. Jika dibandingkan dalam sebulan, harga emas telah menanjak sebesar 3,64%.

Spekulasi pengurangan stimulus moneter seiring data pekerja di AS yang sedang mengalami pemulihan cenderung membuat dollar AS melemah beberapa hari terakhir. “Secara teknikal investor bisa masuk ketika harga di atas US$ 1.320 per ons troi,” ujar Afshin Nabavi, senior VP MKS SA, perusahaan pemurnian emas di Jenewa, seperti dikutip Bloomberg.

Selain itu, emas juga terangkat oleh kepemilikan ETP yang meningkat. Per 9 Agustus, data Bloomberg menunjukkan kepemilikan ETP emas menjadi 1.948,30 ton.

Penjualan emas China yang masih tinggi di paruh pertama 2013 juga menjadi salah satu penopang harga komoditas ini. Pada semester-I 2013, konsumsi emas China naik 54% menjadi 706,40 ton dibanding periode yang sama di tahun lalu

Masih bisa menguat

Zulfirman Basir, analis Monex Investindo Futures mengatakan, emas juga mendapatkan topangan dari rilis data ekspor impor dan produksi industri di China yang positif. Hal itu telah memicu optimisme pasar terhadap membaiknya kondisi ekonomi negara itu, sehingga permintaan emas fisik dari China akan naik.

Secara teknikal Zulfirman mengatakan, sepekan ke depan harga emas masih akan meneruskan penguatan. Ini bisa dilihat dari posisi indikator moving average convergence divergence (MACD) yang berada di area 3,24 yang menunjukkan sinyal kenaikan. Sinyal penguatan lain juga ditunjukkan oleh posisi indikator stochastic yang berada di level 61 dan cenderung bergerak naik.

Relative strength index (RSI) berada di level 57 dan masih bergerak naik, semakin memperkuat sinyal kenaikan. Sementara itu, harga saat ini secara harian masih berada di atas moving average (MA) 50. Ini memperkuat sinyal kenaikan harga emas.

Zulfirman memperkirakan, sepekan ke depan harga emas akan menguat di kisaran US$ 1.310-US$ 1.347 per ons troi. Alwi Assegaf, analis SoeGee Futures memproyeksikan, harga emas akan bergerak mendatar di US$ 1.280-US$ 1.375 per ons troi.

Agustus 9, 2013

beautiful: emaaa($1314)aa$ … 100813

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 11:22 pm

Dolar AS Melemah, Harga Emas Langsung Merangkak Naik
Wahyu Daniel – detikfinance
Jumat, 09/08/2013 15:41 WIB

Singapura – Harga emas internasional merangkak naik hari ini, seiring dengan melemahnya dolar AS karena kekhawatiran investor bahwa bank sentral AS yakni The Fed akan mengakhiri program stimulusnya. Investor mengalihkan uangnya ke emas.

Dolar AS melemah ke level terendahnya dalam 7 pekan ini. Namun, kenaikan harga emas juga didorong oleh menguatnya data perdagangan dari China selaku konsumen emas terbesar kedua di dunia setelah India. Kemudian, menurunnya produksi pertambangan di Afrika Selatan juga turut jadi pemicu kenaikan harga emas.

“Pelemahan dolar AS menyebabkan naiknya harga emas,” ujar bandar emas Hong Kong Ronald Leung dikutip dari Reuters, Jumat (9/8/2013).

Hari ini, harga spot emas naik 0,2% ke US$ 1.314,11 per ounce. Sebelumnya harga emas jatuh ke tingkat terendah dalam 3 pekan atau US$ 1.272,64 per ounce pada awal pekan ini.

Saat ini investor dunia tengah khawatir The Fed akan menghentikan program stimulus pembelian surat utang (obligasi) secara besar-besaran. Ini karena kondisi ekonomi AS telah embaik dari data-data perdagangan yang ada.

Tren PHK di AS turun pekan lalu ke tingkat terendahnya sejak resesi 2007-2009. Ini juga menjadi sinyal perekonomian AS telah membaik.

(dnl/dnl)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: