eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

Mei 23, 2013

beautiful: emaaa($1391)aa$ … 240513

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 11:22 pm
Tags:

HARGA EMAS COMEX Naik Tajam, Dolar AS Melemah
Fajar Sidik – Jumat, 24 Mei 2013, 06:12 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA – Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tajam pada Kamis (Jumat pagi WIB), didorong oleh melemahnya dolar AS dan penurunan pasar saham di seluruh dunia.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni naik US$24,4, atau 1,78% menjadi menetap di US$1.391,8 per ounce.

Dolar turun tajam terhadap yen Jepang pada Kamis, dan diperdagangkan di 101,78 yen per dolar. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang, turun menjadi 83,708 pada Kamis dari 84,251 pada Rabu, mendukung harga emas.

Pasar saham yang merosot di seluruh dunia juga memberikan dukungan tambahan. Industri manufaktur China secara tak terduga mengalami kontraksi, memicu penurunan tajam di pasar saham Asia, diikuti pasar saham Eropa dan pasar saham AS.

Indeks Nikkei-225 di Jepang turun 7,3% pada Kamis, merupakan penurunan satu hari terburuk sejak Maret 2011.

Namun demikian, harga emas mengalami beberapa hambatan dalam kenaikannya pada Kamis karena Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran di AS turun 23.000 ke penyesuaian musiman 340.000 dalam pekan yang berakhir 18 Mei.

Sementara Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa penjualan rumah baru pada April mencapai tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 454.000, naik 2,3% dari tingkat revisi naik 444.000 pada Maret.

Banyak analis pasar tidak berpikir pemulihan kekal harga emas adalah mungkin, kecuali arus keluar besar saat ini dari dana-dana emas berkurang.

Perak untuk pengiriman Juli naik 3,6 sen, atau 0,16%, menjadi ditutup pada US$22,508 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$12, atau 0,82% menjadi ditutup pada US$1.457,2 per ounce.

Source : Newswire/Antara
Editor : Fajar Sidik

Mei 21, 2013

beautiful : emaaa(THE FED)aa$ … 210513

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 11:46 am
Tags:

The Fed Hentikan Stimulus, Harga Emas Bisa Terjun

Oleh: Ahmad Munjin
ekonomi – Senin, 20 Mei 2013 | 14:44 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Gubernur The Fed akan memberikan testimoni Rabu (22/5/2013). Jika penghentian stimulus jadi keputusan, harga emas siap kembali melemah tajam. Seperti apa?

Berdasarkan data CNBC, pada perdagangan Senin (20/5/2013) hingga pukul 14.20 WIB, harga emas internasional ditransaksikan turun US$19,10 (1,4%) ke level US$1.345,60 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, pekan ini Gubernur Federal Reserve (The Fed) Ben Bernanke akan memberikan testimoni di hadapan Kongres mengenai outlook ekonomi dan kebijakan moneter pada Rabu (22/5/2013). “Kemungkinan ini bisa menjadi market mover emas yang cukup besar,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (20/5/2013).

Sebab, kata dia, pasar membutuhkan konfirmasi mengenai spekulasi penghentian pelonggaran moneter Fed dari testimoni Bernanke. “Bila pasar melihat ada kemungkinan penghentian tersebut, harga bisa melanjutkan tren penurunan pekan lalu dan berpotensi menguji level US$1.250 per troy ounce,” ujarnya.

Lebih jauh Ariston menjelaskan, harga emas tertekan dalam sekitar 6% dan tutup di level US$1.355 per troy ounce pekan lalu. “Rumor atau isu yang berhembus di pasar yaitu bank sentral AS (Federal Reserve) akan memperlambat pelonggaran kuantitatif (QE),” ucapnya.

Selain itu, The Fed juga akan menghentikan Quantitative Easing (QE) akhir tahun ini. Isu The Fed menjadi faktor utama penekan harga emas seiring dengan menguatnya dollar AS. “Membaiknya data ekonomi AS seperti data tenaga kerja dan perumahan memberikan spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas QE-nya dan bahkan menghentikannya pada akhir tahun ini,” ujarnya.

Laporan data CFTC juga memperlihatkan penurunan yang cukup signifikan posisi order beli dari 10.043 kontrak menjadi 39.216 kontrak. “Ini merupakan level terendah sejak Maret 2013. ETF berbasiskan emas juga terlihat menurunkan kepemilikan emasnya,” tuturnya.

Menurut Ariston, dari grafik mingguan, harga emas terlihat mendapatkan momentum negatif yang cukup besar dari pergerakan pekan lalu. “Indikasi penurunan juga terlihat di grafik harian dan 4 jam. Namun pada grafik 30 menit terlihat indikasi konsolidasi untuk rebound,” ungkap dia.

Dengan demikian, kata dia, dapat disimpulkan bahwa secara garis besar tekanan untuk harga emas masih turun. Karena itu, emas masih punya peluang harga menuju level kunci terletak pada level terendah US$1.321 yang terbentuk pada pertengahan April. “Penembusan level ini membuka peluang harga tertekan lebih lanjut ke area US$1.250 per troy ounce,” ungkap Ariston.

Sementara itu, resistance terdekat emas di US$1.351-1.353. “Penembusan resistance ini, dalam jangka pendek, bisa membawa harga mendekati level US$1.370 per troy ounce,” tuturnya.
Emas Bangkit di Tengah Penantian The Fed

Oleh: Ahmad Munjin
ekonomi – Selasa, 21 Mei 2013 | 12:45 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Harga emas bangkit di tengah penantian pasar atas testimoni Gubernur The Fed Ben Bernanke tentang ekonomi AS dan rilis notula FOMC.

Berdasarkan data CNBC, pada perdagangan Selasa (21/5/2013) hingga pukul 12.20 WIB, harga emas internasional ditransaksikan menguat sebesar US$7,9 (0,57%) ke posisi US$1.392 per troy ounce.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, pasar masih menunggu testimoni Gubernur The Fed Ben Bernanke dan rilis notula pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). “Penantian itu untuk mengetahui rencana penghentian pembelian obligasi oleh bank sentral AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Selasa (21/5/2013).

Menurut dia, bila rencana tersebut memang ada untuk waktu dekat, dolar AS bisa menguat kembali dan harga emas bisa melemah. “Begitu juga sebaliknya bila Bernanke dan the Fed tidak mengungkapkan tentang rencana penghentian stimulus, harga emas bisa kembali melenggang ke atas,” ujarnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, harga emas rebound kemarin. “Kemungkinan karena aksi bargain hunting dari posisi jual menjelang testimoni Bernanke dan notula FOMC meeting hari Rabu (22/5/2013),” ucapnya.

Dia menjelaskan, area US$1.402-1.403 kini menjadi resistance terdekat harga emas. “Bila level ini bertahan, tidak dapat ditembus ke atas, harga bisa kembali terkoreksi ke area US$1.368-US$1.375,” papar Ariston.

Angka tersebut merupakan area fibonacci retracement 38,2 % dan 50% dari US$1.338-1.398. “Dan sebaliknya jika harga menembus area US$1.402-1.403 ini, harga bisa kembali menguat ke area US$1.416-1.430,” ungkap dia.

Mei 20, 2013

beautifuL : emAAA($1338)aa$ … 200513

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 12:46 am

Harga emas kembali tertekan, ini dia penyebabnya
Oleh Barratut Taqiyyah – Senin, 20 Mei 2013 | 07:17 WIB

kontan

MELBOURNE. Harga kontrak emas dunia melanjutkan penurunan pada transaksi perdagangan awal pekan ini (20/5). Mengutip situs Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat turun sebesar 1,5% menjadi US$ 1.338,87 per troy ounce. Ini merupakan level terendah sejak 18 April lalu. Pada pukul 07.24 waktu Singapura, kontrak yang sama diperdagangkan di level US$ 1.348,88 per troy ounce.

Sementara itu, harga kontrak emas untuk pengantaran Juni turun sebesar 2% menjadi US$ 1.337,10 per troy ounce di Comex. Ini merupakan level harga terendah untuk kontrak yang paling aktif diperdagangkan sejak 18 April lalu.

Penurunan harga emas terjadi setelah hedge fund manager melakukan pertaruhan terbesar atas emas. Berdasarkan data US Commodity Futures Trading Commission, pada 14 mei lalu, hedge funds dan spekulator lainnya mengempit sekitar 74.432 kontrak emas jangka pendek. Ini merupakan yang tertinggi sejak data ini mulai dirilis pada Juni 2006 lalu.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan harga emas tertekan adalah pelepasan aset pada kepemilikan SPDR Gold Trust sehingga nilainya turun menjadi 1.038,41 metrik ton per 17 Mei 2013. Ini merupakan level terendah sejak Maret 2009 lalu.

Mei 18, 2013

beautiful: co lebe cepet TUWE … 190513

Filed under: Medicine — bumi2009fans @ 8:49 pm
Tags: , , ,

SABTU, 18 MEI 2013 | 03:43 WIB
Wanita Hidup Lebih Lama Dibandingkan Pria?

TEMPO.CO, Tokyo– Kaum wanita dapat hidup lebih lama dibandingkan dengan pria. Pasalnya, sistem kekebalan tubuh wanita ternyata mengalami penuaan lebih lambat.

Menurut para ilmuwan Jepang, pertahanan tubuh akan melemah dari waktu ke waktu. Pria lebih rentan terhadap penyakit sehingga memperpendek rentang hidup mereka. Tes fungsi kekebalan bisa memberikan indikasi usia biologis seseorang. Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Immunity & Ageing

Sistem kekebalan tubuh dapat melindungi tubuh dari infeksi dan kanker. Tetapi dapat menyebabkan penyakit bila tidak diatur dengan baik. Studi yang dilakukan di Jepang ini menyelidiki pertanyaan kontroversial apakah umur mengubah sistem kekebalan tubuh yang bisa mempengaruhi perbedaan harapan hidup rata-rata antara pria dan wanita.

Prof Katsuiku Hirokawa dari Tokyo Medical and Dental University bersama tim menganalisis sampel darah dari 356 orang sehat baik pria maupun wanita antara umur 20 hingga 90 tahun. Mereka mengukur kadar sel darah putih dan molekul sitokin yang berinteraksi dengan sel dari sistem kekebalan tubuh untuk mengatur respon tubuh terhadap penyakit.

Baik pria maupun wanita, jumlah sel darah putih per orang akan menurun sesuai bertambahnya usia. Namun, penelitian lanjutan menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pria dan wanita dalam dua komponen sistem kekebalan tubuh yaitu sel T, yang melindungi tubuh dari infeksi. Dan juga sel B yang mensekresi antibodi.

Tingkat penurunan sel T dan sel B limfosit lebih cepat terjadi pada kaum pria

. Mereka juga menunjukkan penurunan cepat dua sitokinin berdasarkan umur. Dua tipe sel spesifik kekebalan tubuh yang menyerang organisme asing yaitu CD4 T-sel dan selpembunuh alami akan meningkat jumlahnya sesuai dengan usia. Peningkatan ini lebih tinggi pada wanita dibandingkan dengan pria.

Para peneliti percaya bahwa parameter imunologi seseorang bisa memberikan indikasi usia biologis yang sebenarnya. “Perubahan berkaitan dengan umur di berbagai parameter imunologi. Ini bisa berbeda antara pria dan wanita,” kata Prof Hirokawa. Menurutnya, temuan ini menunjukkan bahwa penurunan parameter imunologi pada wanita lebih lambat dibandingkan pria.

BBC | ISMI WAHID
Study: Women Could Live Longer Than Men Due To Better Immune System
May 15, 2013 1:17 PM
cbs atlanta

atlanta, Centers for Disease Control and Prevention, Health, immune system, immunity, Katsuiku Hirokawa, life span, longevity, men, Tokyo Medical & Dental University Open Laboratory, white blood cells, Women
ATLANTA (CBS Atlanta) – The Centers for Disease Control and Prevention in Atlanta states that the human immune system, also referred to as the Lymphatic system, is the body’s first line of defense against infections and disease.

“It’s made up of the tissues and organs that produce, store, and carry white blood cells that fight infections and other diseases,” researchers wrote on the CDC official website. “This system includes the bone marrow, spleen, tonsils, thymus, lymph nodes, and lymphatic vessels.”

A new study indicates that the immune systems of women may actually help them live longer than men do, United Press International is reporting.

Researchers at the Tokyo Medical & Dental University Open Laboratory looked at the disparity between the sexes by examining volunteers who were in good health. The pool of study participants ranged in age from 20 to 90.

“The process of aging is different for men and women for many reasons. Women have more estrogen than men which seems to protect them from cardiovascular disease until menopause,” researcher Katsuiku Hirokawa said in a statement obtained by UPI.

With age, both women and men experienced a decrease in white blood cell count for the most part, researchers found. However, when it came to one type of blood cell called a lymphocyte, women were reportedly found to have more as time went on, while men experienced the same decrease as previously seen with other types of white blood cells.

This led researchers to believe that a woman’s immune system essentially stays younger longer, helping them lead longer lives in turn.

Hirokawa noted, “Sex hormones also affect the immune system, especially certain types of lymphocytes. Because people age at different rates a person’s immunological parameters could be used to provide an indication of their true biological age.”

The study was published in the journal Immunity & Ageing, UPI learned.

beautiful: MA$ B1 … 190513

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 8:39 pm

2012, BI Catat Surplus Rp 5,81 Triliun
Jumat, 17 Mei 2013 | 18:43
investor daily
JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat surplus setelah pajak sebesar Rp 5,81 triliun dalam Laporan Keuangan Tahunan 2012, yang mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) baru-baru ini. Angka itu meningkat drastis dari defisit yang terjadi pada 2011 sebesar minus Rp 25,14 triliun.

“BI kembali mencatatkan surplus dan mendapat predikat WTP selama satu dasawarsa sejak 2013 secara berturut-turut dari BPK,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Keuangan Intern BI Mubarakah kepada wartawan di Gedung BI, Jakarta, Jumat (17/5).

Mubarakah melanjutkan, surplus yang terjadi setelah terjadi defisit pada 2011 terjadi karena penurunan secara signifikan beban operasi moneter pada 2012, yaitu menjadi sebesar Rp 19,01 triliun, dibanding tahun sebelumnya Rp 30,09 triliun. BI pada LKTBI 2011 mengalami defisit cukup besar terutama sebagai konsekuensi dari tingginya beban pelaksana kebijakan di sektor moneter.

Sedangkan selama 2012, bagian terbesar dari beban BI terdapat di beban pengendalian moneter sebesar Rp 19,27 triliun atau 60,33% dari total beban BI sebesar Rp 31,94 triliun. Beban operasi moneter selama periode tersebut menurun sebesar Rp 11,09 triliun (36,845) dibanding periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 30,09 triliun.

“Besarnya penurunan beban operasi moneter pada 2012 terutama disebabkan oleh meningkatnya porsi penyerapan ekses likuiditas rupiah melalui operasi moneter valas (sterilisasi), serta penurunan BI rate,” papar Mubarakah.

Posisi dana yang tersimpan dalam instrumen-instrumen Operasi Pasar Terbuka (OPT) BI menurun dari Rp 403,35 triliun pada 2011 menjadi Rp 344,57 triliun pada akhir 2012. Kisaran BI rate pada 2012 yaitu 5,75-6,00%, sedangkan pada 2011 yaitu 6,00-6,75%.

Laporan Keuangan Tahunan BI (LKTBI) 31 Desember 2012 yang telah diaudit menunjukkan, total aset BI mencapai Rp 1.519,53 triliun atau meningkat 10,76% dibanding aset akhir 2011 sebesar Rp 1.371,84 triliun. Kemudian, total ekuitas tercatat mencapai Rp 166,47 triliun atau meningkat 85,85% dibanding tahun 2011 sebesar Rp 89,57 triliun.

Rasio modal terhadap kewajiban moneter BI yaitu sebesar 3,14%, dengan total nilai kewajiban mencapai Rp 1.353,05 triliun atau meningkat 5,52% dibanding tahun 2011 sebesar Rp 1.282,26 triliun.

Kewajiban BI yang belakangan meningkat cukup besar yaitu surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali atau reverse repo Surat Berharga Nasional (SBN). Nilainya telah mencapai Rp 99,59 triliun atau meningkat 44,85% dibanding akhir 2011 sebesar Rp 68,75 triliun. Sementara itu, reverse repo SBN yang dipegang BI di sisi aset mencapai Rp 252,76 triliun atau menurun sebesar 2,38% dibandingkan akhir 2011 sebesar Rp 258,78 triliun.

Total nilai SBN yang dipegang BI yang tercatat di sisi aset, telah mencapai Rp 108,43 triliun atau meningkat 31,58% dibanding akhir 2011 sebesar Rp 82,40 triliun.

Mubarakah mengungkapkan, perkembangan tersebut sejalan dengan strategi BI untuk secara perlahan mengganti Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dengan SBN. Strategi yang telah digenjot sejak awal tahun lalu tersebut nantinya akan membuat SBN menjadi instrumen moneter utama yang digunakan BI.

“Jadi kami tidak lagi menerbitkan SBI, nantinya SBI lama-lama hilang seperti halnya bank-bank sentral lainnya di dunia. Tapi, tidak seperti bank, kami harus memikirkan strategi operasi moneternya terlebih dahulu jika hendak masuk ke pasar SBN. Sebab, kami membelinya dalam jumlah besar,” jelas dia.

Emas BI
Selama 2012, BI melakukan pembelian emas seberat 30 ribu troy ons atau setara 933 kilogram, yang sebagian berbentuk surat berharga emas. Dengan demikian, total simpanan emas bank sentral mencapai 2,37 troy ons atau setara 73,93 ton pada akhir 2012 atau setara Rp 38,24 triliun, meningkat dari tahun 2011 sebesar Rp 33,51 triliun. (ID/Grc/Fmb)

beautiful: emAAA($512 K)aa$ … 180513

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 3:24 am

Harga Emas Masih Anjlok Hingga ke Titik Terendah
Wahyu Daniel – detikfinance
Jumat, 17/05/2013 14:53 WIB

Singapura – Pada hari ini harga emas belum berhenti turun. Di pasar Asia, besaran penurunan harga emas saat ini merupakan yang terbesar sejak Maret 2009. Ada apa?

Dikutip dari Reuters, Jumat (17/5/2013), penurunan harga emas internasional terjadi karena penguatan dolar AS dan juga aksi investor yang menjual emas-emasnya, karena takut harga bakal terus turun tajam. Investor memilih untuk mengalihkan aset-asetnya ke saham.

Penurunan harga emas disebutkan sudah hampir 6% setelah saham-saham di bursa AS melaju kencang, karena terdorong oleh kuatnya data ekonomi AS.

Harga spot emas di pasar Asia hari ini turun 0,34% ke level US$ 1.380,91 per ounce. Sepanjang perdagangan, harga emas menyentuh level terendahnya di US$ 1.369,29 per ounce.

Pembelian emas secara fisik juga sangat sepi pada hari ini, karena konsumen terbesar di India dan China menunggu harga emas lebih stabil, atau menunggu harga jatuh lebih dalam lagi.

“Banyak orang masih menunggu harga emas bergerak datar, ada juga yang berhadap emas jatuh lebih dalam lagi,” ujar Direktur GoldSilver Central Singapura Brian Lan.

Sepanjang kuartal I-2013, permintaan emas turun 13% menjadi 963 ton, meskipun ada peningkatan permintaan perhiasan.

Seperti saat ini, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 5.000/gram menjadi Rp 512 ribu untuk pecahan 1 gram. Selama sepekan ini, harga emas batangan Antam sudah turun Rp 17 ribu/gram.

(dnl/hen)

Mei 12, 2013

beautiful: k3b4h4g144n bersama UANG … 120513

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 5:08 pm

Posted: 11/05/2013 17:55
Studi Terbaru: Uang Benar-benar Bisa Membeli Kebahagiaan
(lyckobloggen.se)
Liputan6.com, New York : Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan ungkapan ‘uang bukan segalanya’ atau ‘uang tak bisa membeli kebahagiaan’. Banyak orang merasa hidup bukan hanya soal uang. Sepertinya ungkapan tersebut agak keliru saat ini.

Seperti dikutip dari Forbes, Sabtu (11/5/2013), Profesor Ekonomi University of Southern California, Richard Easterlin melakukan penelitian yang membandingkan negara kaya Amerika Serikat (AS) dengan negara miskin seperti Sri Lanka.

Hasil penelitian yang dilakukan pada 1974 tersebut tidak bisa membuktikan orang-orang di negara kaya lebih bahagia daripada orang-orang di negara miskin.

Namun, sebuah studi terbaru mengambil teori Easterlin guna menguji adanya titik di mana orang kaya tidak merasa bahagia. Lewat sebuah jajak pendapat yang dilakukan lembaga riset Gallup, yang berbasis di AS, menemukan orang-orang dengan pendapatan paling tinggi berada di tingkat kebahagiaan tertinggi.

Para orang kaya itu merasa puas dengan hidupnya. Contohnya, hanya 35% orang-orang berpenghasilan kurang dari US$ 35 ribu mengatakan dirinya sangat bahagia. Namun, orang-orang yang berpendapatan lebih dari US$ 50 ribu dengan yakin seluruhnya menyatakan dirinya sangat bahagia.

Menurut data Gallup, Profesor University of Michigan Betsey Stevenson dan Justin Wolfers juga mengatakan semakin kaya masyarakat, semakin senang dan puas kehidupannya, setidaknya saat Anda menengok lebih luas dari sekedar perorangan.

Data dari 155 negara yang dihimpun Gallup, Pew Global Attitudes Survey, Bank Dunia dan sumber-sumber lain juga menunjukkan negara-negara yang produk domestik bruto (PDB) per kapitanya meningkat, maka tingkat kebahagiaannya juga naik.

Profesor Ekonomi London School Richard Layard menilai orang-orang di AS yang mampu memenuhi kebutuhannya sekitar US$ 8 ribu-US$ 25 ribu, maka tingkat kebahagiaannya meningkat.

Berbeda dengan Stevenson dan Wolfers yang menyimpulkan warga AS bisa merasa bahagia dengan pendapatan US$ 75 ribu per tahun. (Ndw)

5/10/2013 @ 4:44PM
Money Does Buy Happiness, Says New Study

Readers of Forbes may wonder, are those billionaires who can afford Feadship yachts, Graff diamonds and Lamborghinis really happier than the rest of us? Individual happiness, of course, is a complex thing. But those of you who are curious about the happiness of populations en masse will want to read a new study by University of Michigan professors Betsey Stevenson and Justin Wolfers.

Relying on worldwide data from Gallup and other sources, Stevenson and Wolfers determine that the wealthier people are, the more satisfied they are with their lives, at least when you look at nationwide figures. They also find, contrary to what many economists believe, that there is not a point of wealth satiation beyond which happiness levels off.

Do you feel like you know that already? Among economists, it has not been a settled point. In 1974, University of Southern California economics professor Richard Easterlin proposed a theory that came to be known as the Easterlin Paradox. He posited that within a country, be it the United States or Sri Lanka, richer people were happier than poor people. The paradox came when you compared rich countries with poor ones. Easterlin couldn’t find any evidence that people in rich countries like the U.S. were happier than people in poor countries like Sri Lanka.
New Project Wants to Know What Gets You Happy and Make it Happen Susan Adams Susan Adams Forbes Staff
Researchers Discover That When You’re Depressed, Stuffing Yourself or Buying Something Makes You Happier Susan Adams Susan Adams Forbes Staff

Then Stevenson and Wolfers came along and in a 2008 paper, refuted the Easterlin paradox. They found that while the first part of Easterlin’s theory was true—within a country, rich people were happier than poor people—the populations of rich countries, as a whole, were happier than the populations of poor countries.

Still, economists debated whether there was a satiation point, beyond which people didn’t get any happier. A number of scholars, including London School of Economics professor Richard Layard, argued that once people had enough to meet their basic needs, somewhere between $8,000 and $25,000 or the equivalent of that in various spots around the world, happiness leveled out. Though Layard didn’t dispute that within a country, billionaires tended to enjoy their riches and demonstrate more happiness than their less-fortunate counterparts who were, say, single mothers working as home health aides, he believed that if you averaged out income in a given country, there was a satiation point, beyond which the country could not achieve greater nationwide happiness.

Stevenson and Wolfers started probing that idea, suspecting it was false. Using data on 155 countries from Gallup, the Pew Global Attitudes Survey, the World Bank and other sources, they found that as countries increase their GDP per capita, the more happiness levels rise. There is no point where that levels off. The richer people get, the more satisfied they are with their lives. “If there is a satiation point,” they write, “we are yet to reach it.”

The new study also takes another look at Easterlin’s theory that within countries, rich people are happier than poor people. They wanted to test whether there is a satiation point beyond which the rich don’t get any happier. Using a 2007 Gallup poll, they found people with the highest incomes report the greatest degree of happiness and satisfaction with their lives. For instance, only 35% of people making less than $35,000 say they are “very happy,” versus 100% of people making more than $500,000.

In their paper’s conclusion, Stevenson and Wolfers include a caveat: Nobel prize-winning psychologist Daniel Kahneman, together with economist Angus Deaton, has written that in the U.S., happiness levels off at incomes of around $75,000 a year. Stevenson and Wolfers don’t take issue with Kahneman and Deaton’s findings, though they note that Kahneman and Deaton were looking at different measures than those captured by the Gallup polls. Kahneman and Deaton focused on everyday experiences, using a poll that asked people about their positive and negative emotional states on the day before they answered the polling questions. While Stevenson and Wolfers relied on more sweeping polling questions about how satisfied people are with their lives overall, Kahneman and Deaton looked at so-called “affective” questions about how people felt at a specific moment in time. “The affective measure raises a puzzle,” says Wolfers. “No one has resolved that puzzle. It’s an interesting, open question.”

Mei 9, 2013

beautiful: N0NT0N gerhana MATAHARI cincin SEKARANG… 0633 am : 100513

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 11:39 pm
Tags: ,

gerhana matahari cincin 100513
LIVE: annular eclipse 10 Mei 2013

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: