eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

Januari 27, 2013

beautiful: BMKaGet … MERAMAL … tru$$$$: 280713

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 11:23 pm

… well, LAGE-LAGE PREDIKSI BMKAGET TIDAK TERBUKTI: 25-27 Januari HUJAN GEDE BANGET, ati-ati banjir besar JAKARTA …
… well, PREDIKSI BARU BMKAGET: s/d PERTENGAHAN FEBRUARI BAKAL HUJAN DERAS …
… hmmm, seperti yang gw uda ngoceh, prediksi itu BISA AKURAT 100%, tapi BISA MELESET JAUH BANGET aka TIDAK TERBUKTI
… jadi, gw mah ikut ama wunderground aja lah 🙂
… menurut prediksi wunderground gara2 imbas badai 13 di sekira Madagaskar, kayanya PRESIPITASI / CURAH HUJAN 90% akan terjadi pada hari Senin ini, 28 Jan 2013 ini, namun besok mah cuma 60%, berarti HUJAN DISERTAI PETIR akan terjadi hari ini … LIAT AJA lah 🙂

beautiful: BADAI tigabelas … 270113

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 3:36 am
Tags: , ,

badai hujan jakarta 270113 prediksi
badai hujan jakarta 270113 satelit awan

badai hujan jakarta 270113 badai 13_garry

Januari 24, 2013

beautiful: badai PETA SUDAH berlalu … sesuai LAH : 240113

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 6:35 pm

badai hujan jakarta 240113 badai garry only
… hmmm, kok EKSPEKTASI gw bahwa badai PETA berlalu, ekh, malah cepet amat tuh berlalunya … dan EFEKNYA SAMA SEKALI TIDAK TERASA KE JABODETABEK, seperti yang gw ekspektasikan dari awal terbentuknya badai Peta tersebut … gw TETAP BUTA METEOROLOGI lho, cuma gw IKUT AJA TUH GAMBARAN SATELIT dari WUNDERGROUNG … well, bahkan GOOGLE WEATHER JUGA MENGGUNAKAN INFORMASI dari WUNDERGROUND lho, selain info dari weather channel … jadi gw ikut aja apa kata EYANG GOOGLE lah … 🙂

… nah, soal 25-27 Januari CUACA BURUK DI JABODETABEK dan PUNCAK menurut PREDIKSI BMKG, dan DICEMASKAN TERUTAMA OLEH MASYARAKAT YANG SEDANG MENGUNGSI DI PLUIT … menurut gw, ya, mungkin saja terjadi, walau pun TIDAK ADA PREDIKSI YANG 100% AKURAT, dan ADA KEMUNGKINAN MELESET JAUH SEKALI dari prediksi yang ILMIAH SEKALI itu … nah, coba bandingkan dengan prediksi wunderground lah :
badai hujan jakarta 240113 prediksi

Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat Sampai 28 Januari
Tri Kurniawan – Okezone
Kamis, 24 Januari 2013 13:15 wib wib

JAKARTA – 16 wilayah di Indonesia, termasuk Jabodetabek masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat pada 25 sampai 28 Januari 2013. Selain itu, juga ada tujuh wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Sub Bidang Cuaca Ekstrem Bidang Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisik (BMKG), Kamis (24/1/2013), menyebut adanya daerah tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah Barat Daya Lampung dan di Laut Koral membentuk pumpunan angin yang memanjang dari Pesisir Barat Sumatera bagian Selatan ke wilayah Jawa hingga Laut Timor serta belokan angin memanjang dari Laut Banda hingga Papua bagian Selatan.

Ini menyebabkan peningkatan aktifitas pertumbuhan awan–awan hujan di wilayah Sumatera bagian Utara dan Selatan, Jawa bagian Selatan dan Timur, Kalimantan bagian Tengah, Sulawesi bagian Selatan, Papua Barat bagian Utara serta Papua bagian Utara dan Selatan.

Berikut 16 wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat pada 25 hingga 28 Januari 2013″:

Aceh bagian Selatan
Sumatera Utara bagian Barat
Sumatera Barat
Bengkulu
Sumatera Selatan bagian Timur
Lampung bagian Barat
Banten
Jawa Barat bagian Sela tan
Jabodetabek
Jawa Tengah bagian Utara dan Tengah
Jawa Timur bagian Utara
Kalimantan Barat bagian Barat
Kalimantan Tengah bagian Utara dan Selatan
Kalimantan Selatan
Kalimanatan Timur bagian Utara
Papua Barat bagian Utara

Berikut tujuh wilayah yang berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang:

Bangka Belitung
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur bagian Utara
Sulawesi Tengah bagian Tengah
Sulawesi Selatan
Maluku bagian Tenggara
Papua bagian Utara dan Selatan
(trk)
… bahkan BMKG juga AGAK DIBANTAH neh oleh seorang NON-METEOROLOG:
27 Januari, Jakarta Hanya Tergenang Bukan Tenggelam
Penulis : Aditya Revianur | Kamis, 24 Januari 2013 | 14:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Andi Arief membantah prediksi yang menyebut Jakarta akan tenggelam pada 27 Januari 2013 akibat curah hujan yang tinggi dan luapan air rob dari laut. Menurut Andi, Jakarta hanya tergenang, bukan tenggelam.

“Perlu dibedakan arti tergenang dan terbenam. Daerah yang akan tergenang, sekali lagi, tergenang, bukan tenggelam, adalah daerah di bagian utara Jakarta yang mengalami penurunan tanah atau land subsidence dengan elevasi 1 sampai 2 meter dpl (di atas permukaan laut),” kata Andi Arief dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, di Jakarta, Kamis (24/1/2014).

Sebelumnya, prediksi Jakarta akan tenggelam disampaikan pengamat lingkungan alam dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali. Menurut Firdaus, pada tanggal 27 Januari, air yang melimpah di daratan tidak bisa masuk ke laut karena hari itu bertepatan dengan gerhana bulan yang memicu rob.

Sementara itu, Andi menegaskan, daerah Ibu Kota dengan ketinggian tanah lebih dari 5 meter dpl tidak akan terpengaruh oleh efek air sungai yang berbalik akibat air pasang. Menurutnya, air tetap akan selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah, yaitu utara Jakarta. Dalam satu hari, kata dia, di teluk Jakarta ada air pasang selama 12 jam dan air surut selama 12 jam.

“Apabila air luapan dari hulu sungai terhalang oleh air pasang selama 12 jam, setelah 12 jam, air akan surut dan mengalirkan air luapan dari hulu,” tuturnya.

Menurut Andi, antisipasi prediksi banjir adalah bekerja keras membersihkan saluran air. Hal itu, terangnya, untuk mengurangi besarnya luapan curah hujan yang kemungkinan masih akan terjadi di akhir Januari hingga awal Februari. Menurutnya, warga yang tinggal di sekitar Kanal Banjir Barat atau Cengkareng Drain dapat berperan aktif dengan membantu Dinas Pekerjaan Umum menyampaikan perubahan yang terjadi pada turap beton dinding Kanal.

“Penurunan atau kerusakan turap akan menyebabkan runtuhnya kanal breaching dan menyebabkan banjir di permukiman. Mari kita hadapi semua ini dengan empati, solidaritas, dan gotong royong,” pungkasnya.
Editor :
Heru Margianto

Januari 23, 2013

beautiful: badai ini pasti BERLALU … 240113

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 11:53 pm

badai hujan jakarta 240113 badai peta
badai hujan jakarta 240113 badai peta_garry
badai hujan jakarta 240113 satelit
Inilah Siklus Banjir Jakarta Sejak 403 Masehi

Oleh: Ahmad Munjin
pasarmodal – Senin, 21 Januari 2013 | 07:15 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Siklus lima tahunan banjir Jakarta ternyata terjadi sejak abad 20. Banjir besar tercatat pada 1904 dan 1909. Pada 1918 adalah yang terhebat karena durasinya mencapai satu bulan.

David Cornelis, Head of Research KSK Financial Group mengatakan, banjir adalah sindrom tertua kota Jakarta. “Ternyata sejarah berulang dan sayangnya Jakarta melupakan sejarah,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (20/1/2013).

Menurut dia, gen banjir Jakarta memiliki sejarah panjang, sejak 1600 tahun lalu, pada tahun 403 Masehi yakni pada masa Raja Purnawarman, Kerajaan Tarumanegara di Cilincing, Koja, Jakarta Utara. “Adapun kejadian banjir pada Kamis 17 Januari 2013 di Bundaran HI lalu bukanlah yang pertama kali,” ujar dia.

Dahulu kala, setidaknya 2 kali sudah pernah terjadi banjir di Bundaran Hotel Indonesia (HI) yaitu pada 1893 dan 1932 karena hujan selama 8 hari. “Yang jelas, harinya kemarin bertepatan dengan rilisnya film Sang Pialang,” papar dia.

Sang Pialang berkisah tentang persahabatan tiga orang anak muda Mahesa, Kevin, dan Analea yang bergerak di bidang bursa efek.

Apa yang dialami Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pekan lalu, kata David merupakan deja vu momen Januari 1960. Saat itu, Gubernur Soemarno baru menjabat dan banjir melanda Jakarta juga dengan daerah Jakarta Barat yang paling parah.

Dia menegaskan, air adalah masalah terbesar dan tertua di Jakarta. Tercatat, banjir besar pertama kali pada 1621 dan 1654. Di abad 19, ibu kota tak jua bebas banjir, tahun 1872, 1876, dan 1878 dengan hujan 40 hari terus menerus, serta 1892 di mana banjir setelah hujan lebih dari 8 jam, dan kembali banjir pada tahun 1895 dan 1899.

Ternyata, menurut David, teorema siklus 5 tahun terjadi mulai sejak abad 20. Berikut tahun-tahun dengan banjir besar Jakarta: 1904 dan 1909. “Tahun 1918 adalah yang terhebat karena dilanda banjir besar selama 1 bulan,” ujarnya.

Banjir pun berulang pada 1919, 1923, 1931, 1932, 1933, 1952, 1953, 1954, 1956, 1976, 1977, 1984, 1989, 1994, 1996, 1997, 1999, 2002, 2007, 2008 dan 2013. “Jika dirata-rata, akan muncul angka durasi banjir selama 4,95 tahun,” ungkap dia.

Adapun kejadian bencana di tahun-tahun tersebut, lanjutnya, mayoritas terjadi pada akhir Januari dan awal Februari dan seringkali terjadi pada hari Jumat. “Pada tahun 1965 banjir dinyatakan Bung Karno sebagai salah satu masalah utama Jakarta,” tandas David.

Garis besarnya, lanjut David, adalah dekade 1950-1960 yang tercatat mulai rutin banjir, sedangkan dasawarsa 1960-1970 daerah yang terkena banjir semakin meluas, dan antara tahun 1970-1980 siklus banjir semakin pendek. “Banjir semakin sering terjadi,” katanya.

Maka lenyaplah legenda lenggok Ciliwung seperti yang dikatakan JB Tavernier dan Rendra sebagai sungai yang airnya paling bersih dan baik sedunia, menandingi sungai Thames, Ganges dan Marilao.

Dengan luas 626 kilometer persegi dan letak geografis yang hampir 40% wilayah di bawah permukaan laut serta berada di kawasan delta, disertai kompleksitas tata kota Jakarta, penyebab banjir sudah bukan masalah klasik sampah. “Masalah banjir adalah masalah modern sekarang yakni karena tidak adanya lahan untuk resapan air,” imbuh David.

beautiful: EMAAA($2000??)AA$ … 230113

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 1:41 am

Pikir dua kali, sebelum suka-ria berinvestasi dan beli emas saat ini

Wednesday, August 22, 2012, 5:25

Financeroll – Banyak investor saat ini telah membenamkan investasinya kedalam komoditi emas, termasuk emas fisik batangan dan juga perdagangan kontrak emas, hal ini tak lepas dari seretan gelombang pembelian besar-besaran yang dilakukan berbagai bank sentral dalam mengamankan devisa mereka kedalam aset yang aman daripada Dolar AS.
Aksi pembelian ini terbesar dalam sejarah pembelian bank-bank sentral, memang menjadi sinyal yang baik bahwa Emas bahkan diperkirakan akan menembus kisaran perdagangannya kini, pun demikian bukan berarti serta-merta akan membentuk sebuah rally panjang. Indikasi kenaikan dalam rally yang panjang saat ini banyak bergantung kepada keputusan Bank Sentral AS dalam mengeluarkan kebijakan kuantitatif lanjutan selain kebijakan serupa dari Bank Sentral Eropa. Kebijakan-kebijakan tersebut memang akan mendorong kenaikan harga emas lebih tinggi lagi.
Kondisi ini sedikit mengkhawatirkan dan menimbulkan ketidak pastian tersendiri, kebijakan kuantitatif meski tidak tabu dijalankan, namun The Fed hingga kini masih belum menunjukkan sinyal akan melakukannya. Data-data ekonomi AS memang tidak bagus dalam beberapa hal, namun itu semua dianggap belum cukup bagi The Fed untuk menerbitkan kebijakan tersebut dan mendevaluasi mata uangnya sehingga membuat harga emas sebagai safe haven akan makin menarik.
Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik 2.6% sementara di kuartal kedua mengalami penurunan sebesar 4% dari kuartal sebelumnya. Sebuah kabar menyatakan bahwa George Soros pun menambah timbunan emasnya di kuartal kedua ini. Hal ini memperkuat sebagian pelaku pasar akan masa depan harga emas yang diyakini baik. Dalam laporan SEC yang diterbitkan Kamis lalu, Soros Fund Management LLC telah melipat gandakan saham mereka di SPDR Gold Trust
Sepanjang satu semester ini, pasar juga terkesan bergerak di tempat, dalam sebuah kisaran perdagangan yang tidak lebar, harga emas dan perak cenderung membosankan bagi para pialang. Bagi yang tidak nyaman, akhirnya mereka mengeluarkan posisi dari pasar. Tak heran apabila sepanjang enam bulan terakhir juga banyak sekali arus modal uang panas yang keluar dari pasar emas.
Bagi sebagian pembeli strategis, kondisi pasar yang konsilidasi ini dipergunakan untuk memborong lebih banyak emas lagi. Beberapa Bank Sentral di Asia dikabarkan melakukan pembelian emas pada saat-saat ini dengan tujuan untuk mendiversifiasi devisa dan melindungi diri dari kemungkinan gejolak pasar uang global menyikapi berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang akan diambil AS di masa yang akan datang. Alasan pengamanan ini nampaknya menjadi dasar bagi investor besar yang lebih memfokuskan untuk melindungi investasi mereka dari gejolak yang liar.
Catatan penting yang perlu dicermati saat ini adalah kabar bahwa Soros, melakukan pembelian emas kembali setelah dia melepasnya secara besar-besaran di kuartal awal tahun 2011. Hal ini bisa menjadi penanda akan sinyal pasar yang mungkin luput dari pemahaman kita semua.
Disisi lain, para Bank Sentral khususnya di negara-negara pasar berkembang telah melakukan pembelian emas bersama dengan para institusi manajemen investasi lainnya. Secara marjinal, aksi ini mampu mempengaruhi pergerakan harga lebih lanjut. Terjadinya limpahan kredit swasta dan keuangan secara global yang tidak terserap dalam pasar uang dan perekonomian membuat bank-bank sentral berusaha melindungi aset-aset mereka dengan emas dan menjaminkan keamanannya di logam mulia ini.
Permintaan emas yang berasal dari Bank Sentral serta institusi resmi mengalami peningkatan dua kali lipat sepanjang kuartal kedua tahun ini mencapai 157.5 metric ton dari waktu yang sama setahun lalu. Data yang diterbitkan oleh World Gold Council (WGC) pada minggu lalu ini meyakinkan berbagai pihak untuk ikut serta dalam gerbong aksi beli ini. Bank Sentral yang paling banyak memborong emas adalah Bank Sentral Kazakhstan, Rusia, Ukrainia dan Korea Selatan.
Aksi beli yang dilakukan oleh Bank-Bank Sentral ini mendorong pasar menguat. Selanjutnya Bank-bank sentral di negara-negara berkembang seperti negara-negara BRICs [Brazil, Rusia, India dan Cina] dan sebagainya. Terlalu dini memang untuk menyatakan bahwa keseimbangan ekonomi global telah berubah sebagaimana kemampuan beli mereka atas Emas, namun setidaknya negara-negara berkembang telah memegang peran baru dalam konstelasi ekonomi global.
Naiknya permintaan akan emas dari “Dunia Baru” tersebut telah membantu mengurangi efek penurunan permintaan emas secara fisik dari pasar Barat dalam beberapa bulan ini, hal ini juga membantu terbentuknya suatu harga yang cukup solid bagi Emas.
Dilain pihak, banyak pula institusi dan entitas investasi yang kembali memburu emas dengan alasan konsolidasi yang panjang dimana sebelumnya sudah dilakukan oleh emas telah menjadi sebuah pijakan untuk bersiap-siap melontarkan kembali harga emas ke angkasa. Kombinasi antara faktor teknikal dan fundamental menjadi alasan rasional untuk masuk dan membeli emas saat ini. Banyak pialang sukses dengan melihat pijakan ini sebelumnya, dan saat ini dianggap waktu yang tepat pula.
Semakin kekini, semakin banyak pula institusi yang terjun dalam perburuan emas ini. Akumulasi pembelian makin banyak, dan ini menjadi fundamental tersendiri yang mendukung harga emas mampu bergerak naik lebih tinggi kembali. Kisaran $1,500- to $1,600 per ons akan menjadi level psikologis untuk beranjak naik terus.
Optimisme pasar makin membara, tersiar kabar bahwa Cina terus menambah cadangan devisa emasnya. Pembelian yang dilakukan secara tidak transparan bukan hal yang aneh dilakukan oleh Bank Sentral Cina untuk menumpuk pundi-pundi emas. Spekulasi yang beredar, Cina masih berencana akan membeli tak kurang 5,000 hingga 6,000 metric tons mulai tahun ini. Jika benar Cina melakukannya, maka ini akan diluar kapasitas produksi global. Pun demikian, Cina juga perlu waktu pula untuk membayar permintaan emasnya. Saat ini menurut WGC, kapasitas penambangan emas sekitar 2,602 metric tons per tahun selama lima tahun terakhir ini.
Meski ada kesenjangan antara permintaan emas domestik Cina dengan impor yang dilakukannya serta produksi emas , namun hal ini tidak menjadikan surut langkah Bank Sentral menimbum emas. Cina terus mengkonsumsi emas, seakan tidak ada batasnya. Atas asumsi-asumsi demikian ini, banyak pelaku pasar menilai jatuhnya harga emas pada jurang yang dalam untuk sebuah koreksi adalah kecil sekali kemungkinannya, mengingat dorongan permintaan beli emas Cina yang masih menggebu-gebu.
Para investor sekalian, ikut dalam barisan global atau loncat dari kereta ini adalah pilihan secara mental bagi investor sekalian. Jika kita cukup bernyali, mungkin kita akan terus didalam kereta yang akan melaju kencang ini, sementara jika kurang bernyali, mungkin anda akan meloncat keluar dari kereta ini dan mengambil sedikit keuntungan yang sudah anda raup dari perjalanan kenaikan harga sebelumnya. Pastinya, tujuan kereta ini selanjutnya adalah menuju harga $2,000 per ons.
Bila Soros telah melakukan pembelian emas bahkan melipat gandakan dari pembelian yang sama dilakukannya beberapa tahun lalu, apakah anda tidak merasa ini sebagai sinyal yang bagus untuk mengikuti jejaknya. Pastinya, momentum menumpuknya hutang-hutang negara-negara di Barat dan kebutuhan mengendalikan inflasi yang tinggi dalam upaya menghapus hutang tersebut, menjadi fundamental untuk melihat apa yang dilakukan oleh Soros sebagai suatu investasi yang beralasan dan bukan membabi buta.
Meski demikian, tetap kehati-hatian dan perhitungan yang cermat dalam melihat setiap kebijakan berbagai pemerintahan dalam merangsang pertumbuhan ekonomi global harus diperhatikan. Dukungan dan meningkatnya kepemilikan akan emas memang menjadi sinyal yang bisa meyakinkan kita semua bahwa dimasa yang akan datang seiring dengan kebijakan moneter AS yang melunak, Dolar yang terdepresiasi ditengah bayang-bayang inflasi akan menjadi stimulus kenaikan harga emas.
Selama enam bulan ini, harga emas memang melakukan konsolidasi sembari memperkokoh landasan harganya. Bergerak dalam kisaran harga antara $1,550 hingga $1,700, harga emas menunggu sinyal-sinyal baik kebijakan kuantitatif lebih besar dari Operation Twist bahkan sinyalamen akan keruntuhan Euro. Semua indikasi akan silih berganti mewarnai pergerakan pasar selanjutnya. Saat ini, ekspektasi akan lahirnya Kuantitatif lanjutan ini memang sangat besar ditengah kondisi pasar yang mengandung resiko.
Resiko jatuhnya harga juga nyata, pernyataan-pernyataan dari para pejabat tinggi Bank Sentral sejauh ini memang tidak mengisyaratkan mereka akan menempuh jalan ini. Pertemuan akhir bulan ini dan diawal September nanti membuat penuh ekspektasi dan harapan sebagai momentum kenaikan harga emas lebih tinggi.
Secara ringkas, jika Soros dan Cina masih memborong emas, apakah anda masih ragu untuk bertahan didalam kereta yang akan melaju menuju ke $2,000 per ons ? (@hqeem)

beautiful: STENT versus OBAT … sami mawon : 230113

Filed under: Medicine — bumi2009fans @ 12:22 am

Pills as good as stents for some patients: study
Tue, Feb 28 2012

By Julie Steenhuysen

CHICAGO (Reuters) – Treating stable heart patients with a handful of pills works just as well as propping open blocked heart arteries with a stent, U.S. researchers said on Monday, adding to evidence that less-invasive, less-costly drug treatment works as well as implanting a medical device in such patients.

Stents, made by companies such as Boston Scientific Corp, Abbott Laboratories and Medtronic Inc, are still the preferred treatment for opening up blocked heart arteries in patients rushed to the hospital with an acute heart attack.

But several studies have shown the heart devices are no better than drugs in patients with stable heart disease, in which heart arteries have narrowed and may be causing chest pain.

The latest analysis by Dr. Kathleen Stergiopoulous and Dr. David Brown of Stony Brook University Medical Center in New York, published in the Archives of Internal Medicine, attempts to knock down lingering arguments that earlier results were based on outdated technology.

Older analyses had included data from trials comparing drug treatments with balloon angioplasty, in which a balloon-tipped catheter is inserted and the balloon is inflated to open the narrowed passage.

For the latest so-called meta-analysis, the team pooled data only from newer studies that compared drug treatments with stents — a wire-mesh tube used to prop open the artery and prevent it from reclosing.

“The question was is there any benefit to stenting the blockages in these patients as an initial therapy procedure over treating them with optimal medical therapy and referring them to get a stent if necessary,” Brown said in a telephone interview.

The analysis included results on more than 7,200 patients enrolled in eight studies between 1997 and 2005 comparing stents with medical therapy in stable heart patients with narrowed sections in their heart arteries.

“The result showed quite clearly there was no benefit of stenting as far as reducing death, heart attack, repeat procedures and even reducing symptomatic angina (chest pain),” Brown said.

He added that his analysis was

the first to include only studies that used stents, and the results offered the most up-to-date comparison of the benefits of stenting procedures with modern medical therapy, which includes aspirin, a variety of blood pressure medicines such as beta-blockers, ACE-inhibitors or angiotensin receptor blockers and cholesterol-lowering statins.

‘MISSES THE MARK’

Still, some doctors were not satisfied.

“The meta-analysis published in Archives of Internal Medicine uses old data, from 1995 to 2005, which offer little, if any, new information to guide clinical care,” Dr. Theodore Bass, vice president of the Society for Cardiovascular Angiography and Interventions, a group of heart doctors that specialize in stenting procedures.

Bass said in an email that the study “misses the mark” on the quality-of-life concerns for patients and that stenting procedures helped relieve chest pain, or angina, in stable patients.

Dr. William Boden of the Samuel S. Stratton VA Medical Center in Albany, New York, who wrote a commentary in the journal, said relieving angina appeared to be the “last remaining sacred cow” for doctors who argue in favor of stents over drugs.

Boden is the lead author of a large study called COURAGE published in 2007 in the New England Journal of Medicine that was one of the first to challenge the value of stents and angioplasty over drug treatment.

In that study, patients with chest pain did get slightly more pain relief with stenting, but those benefits only lasted one to three years. “They are not durable,” he said.

More recent studies could not show stents were any better than drugs at relieving angina, he contended.

Boden and Brown attribute the changes to improvements in medications, and given that most of them are generic, getting more doctors to choose drugs first could save a lot in health costs.

“In the context of controlling rising health care costs in the United States, this study suggests that up to 76 percent of patients with stable coronary artery disease could avoid percutaneous coronary intervention (such as stenting) altogether if treated with optimal medical therapy,” Brown and Stergiopoulous wrote.

But fewer than half of Americans with stable coronary artery disease who get a stent have been treated with drugs first, Dr. Rita Redberg, editor of the Archives of Internal Medicine, said in an editorial.

She said more than 1 million stents were implanted each year to treat coronary artery disease in the hopes that stents would work better than drugs, despite ample evidence to the contrary.

Brown said part of the reason doctors ignored those studies was that there was a big financial incentive to use stents versus drugs.

“If I put a stent in you, I submit a bill for my fee, which could be $1,000 to $2,000. The hospital submits another bill for using the hospital, the stent, the equipment and nursing time,” he said. The whole thing could add up to $20,000 or

$30,000.

Brown therefore doubts the study will sway too many doctors, but said it may influence insurance companies.

“A few practitioners might change their behavior, but third-party payers will be influenced by it and they will start by making stricter criteria for reimbursing these procedures,” he said.

SOURCE: bit.ly/xI6mQE Archives of Internal Medicine, February 2012.

beautiful: usia IMPLAN PINGGUL … 230113

Filed under: Medicine — bumi2009fans @ 12:15 am
Tags: ,

January 22, 2013
J.&J. Study Suggested Hip Device Could Fail in Thousands More
By BARRY MEIER

An internal analysis conducted by Johnson & Johnson in 2011 after it recalled a troubled hip implant projected that the all-metal device could fail within five years in nearly 40 percent of patients who received it, newly disclosed court records show.

The analysis, which the company has never released, suggests that thousands of additional patients may have to undergo painful procedures over the next few years to replace the implant, known as the Articular Surface Replacement, or A.S.R. It also indicates that the episode’s cost to Johnson & Johnson will continue to grow.

The analysis was part of a small set of records unsealed Friday by a judge in California Superior Court in Los Angeles as part of pretrial proceedings in a lawsuit brought by a patient against the DePuy Orthopaedics unit of Johnson & Johnson.

Over 10,000 lawsuits have been filed against DePuy by patients who got an A.S.R. If the California case, which involves a man named Loren Kransky, goes forward this week as scheduled, it will be first of those cases to go to trial.

The records released Friday by Judge J. Stephen Czuleger represent a tiny fraction of the tens of thousands of internal DePuy documents that the plaintiff’s lawyers say they have reviewed in connection with the California lawsuit. As a result, it is difficult to assess the strength of the case against the implant maker based on them.

Asked for comment, a spokeswoman for DePuy, Mindy Tinsley, said in a statement that the company’s internal analysis “was based on a small, limited set of data that could not be used to generalize” the overall replacement rate for the implant. She added that any documents or partial testimony released before the trial “may not be able to be fully understood without proper context.”

For years, executives of DePuy insisted that the A.S.R. was performing on par with other types of artificial hips, and said that they moved to recall the device in mid-2010 when new data from an orthopedic registry in England showed it was failing more frequently.

Documents in the Los Angeles case and other lawsuits nationwide against DePuy are expected to reveal what actions company officials took — or did not take — before the implant’s recall and when they became aware of its problems.

Other hip implants, which are made of plastic and metal, typically last 15 years or more before wearing out and requiring replacement. But the A.S.R., which had a cup and ball made of metal, began to fail in large numbers of patients soon after implantation.

About 93,000 patients worldwide received an A.S.R., about one-third of them in the United States. Patients here received a version of the A.S.R. that was a conventional hip implant. Those outside the United States were outfitted with either the conventional version or a modified version used in an alternative joint replacement procedure known as resurfacing.

Both versions of the A.S.R., however, shared a central component, a metal hip cup that can shed tiny particles of metal debris as it moves. That debris has caused severe tissue and bone damage in hundreds of patients, crippling some of them.

One DePuy engineer acknowledged in court papers released Friday that company officials were aware in 2008 from reports by an English surgeon that the resurfacing version of the A.S.R. was releasing high levels of metallic ions, particularly in women.

In other pretrial testimony released Friday, Paul Voorhorst, DePuy’s director of biostatistics and data management, said that the company performed several reviews of A.S.R. failures in patients in the fall of 2011, a year after it recalled the model.

Based on the number of patients who had already undergone device replacement at the time, DePuy estimated that about 37 percent of patients who got an A.S.R. might need to have it replaced within five years of receiving it.

Last year, The New York Times reported that DePuy executives decided in 2009 to phase out the A.S.R. and sell off its inventories just weeks after the Food and Drug Administration asked the company in a letter for additional safety data about the implant.

The F.D.A. also told the company at that time that it was rejecting its efforts to sell the resurfacing version of the device in the United States because of concerns about “high concentration of metal ions” in the blood of patients who received it.

beautiful: 2 badai ini pasti berlalu, waspada badai 12 … 230113

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 12:01 am

badai hujan jakarta 230113 badai 12
badai hujan jakarta 230113 badai 12 5 hari
badai hujan jakarta 230113

badai hujan jakarta 230113 radar

Januari 22, 2013

beautiful: SELAMAT DATANG banjir 5 taonan 2017 / 2018/ 2019 … 200113

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 1:01 am

… welcome THE NOTORIOUS FRIEND of JAKARTA : flash floods 2017 / 2018 / 2019 … rupanya climate change juga bisa dibilang PUNYA PERAN … simak BETAPA MENURUNNYA LUAS PERMUKAAN ES DI KUTUB, terimbas NAEKNYA SUHU BUMI sehingga TINGGI PERMUKAAN LAUT TERUS NAEK … well, bole dibilang, JAKARTA TIDAK AKAN BISA MENGELAKKAN DATANGNYA RISIKO BANJIR BANDANG RAKSASA lage setelah banjir 17 Januari 2013, ya mo gimana lage, orang kita CUMA BISANYA ANALISIS, BERWACANA, dan BERDEBAT tanpa KEPUTUSAN, dan akhirnya JUGA TANPA AKSI BERARTI … selamat datang BANJIR RAKSASA 5 taonan YA … 😦
(CATATAN: grafik dari wunderground)
badai hujan jakarta 5yr period 2017_2018 es

badai hujan jakarta 5yr period 2017_2018 permuk laut

badai hujan jakarta 5yr period 2017_2018 suhu
Selasa, 22 Januari 2013 | 15:24 WIB
Mengapa Es Kutub Utara Mencair Lebih Cepat?

TEMPO.CO, Bremerhaven – Puluhan kolam air tawar mendadak muncul di Kutub Utara selama musim semi dan musim panas. Di satu sisi, munculnya kolam-kolam itu memperindah pemandangan. Namun di sisi lain, kolam air tawar menjadi pertanda terjadinya perubahan iklim di Kutub Utara.

Kesimpulan ini diambil oleh para peneliti di Alfred Wegener Institute di Jerman. Penelitian terbaru mereka menunjukkan kolam air tawar lebih mudah terbentuk pada es muda, lapisan yang sekarang menyumbang lebih dari separuh es laut Arktik.

“Kolam menyerap lebih banyak panas matahari, mempercepat pencairan es di Kutub Utara,” kata para peneliti, Selasa, 22 Januari 2013.

Untuk menguji efek kolam air tawar pada es laut, tim peneliti menempuh perjalanan ke Kutub Utara dengan kapal pemecah es RV Polarstern selama musim panas 2011. Dengan wahana bawah air yang dilengkapi sensor radiasi dan kamera, mereka menganalisis seberapa jauh sinar matahari menembus es kutub.

“Es laut Kutub Utara semakin tipis dan muda selama beberapa dekade terakhir,” ujar para peneliti. Jumlah es tahunan setebal satu meter terus menurun.

Sementara itu, es yang lebih tua memiliki permukaan kasar, terbentuk oleh gerakan konstan arus laut dan tabrakan. Kolam pada es tua jauh lebih sedikit, lebih kecil, dan hanya muncul di permukaan yang tidak rata. Kolam-kolam ini jauh lebih dalam dibanding kolam datar pada es yang lebih muda.

“Aspek yang menentukan di sini adalah permukaan halus dari es muda,” kata Marcel Nicolaus, fisikawan es laut dan pakar danau di Alfred Wegener Institute. Permukaan halus ini memungkinkan es yang meleleh untuk menyebar ke daerah yang luas dan membentuk kolam-kolam baru.

Ia mengatakan, es muda dan tipis dengan kolam air tawar yang banyak berpotensi meneruskan penetrasi sinar matahari tiga kali lebih banyak dibanding es yang lebih tua. Banyaknya kolam juga menyerap separuh radiasi matahari dan menyebabkan pencairan lebih banyak.

“Di kutub, es mencair dari dalam ke luar sampai batas tertentu,” kata dia. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters edisi Desember 2012.

Tim peneliti kini menyelidiki bagaimana sinar matahari tambahan akan mempengaruhi organisme yang hidup di es Arktik dan di bawahnya, seperti alga yang menempel di gumpalan es.

“Di masa depan, perubahan iklim akan memungkinkan lebih banyak sinar matahari mencapai Samudera Arktik,” ujar Nicolaus. Sinar matahari bahkan akan menembus bagian laut yang masih tertutup oleh es laut di musim panas.

Dampaknya, es laut akan menjadi lebih berpori, lebih banyak sinar matahari yang menembus es, dan lebih banyak panas akan diserap oleh es. “Ini akan mempercepat mencairnya es laut di keseluruhan wilayah kutub,” katanya.

LIVESCIENCE | MAHARDIKA SATRIA HADI

Januari 21, 2013

beautiful: 2 badai INI PASTI BERLALU … 220113

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 11:21 pm

badai hujan jakarta 220113 awan 3pm
badai hujan jakarta 220113

badai hujan jakarta 220113 badai oswald

badai hujan jakarta 220113 badai garry

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: