eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

September 27, 2011

playboy: emaaa($1662)aa$ … 270911

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 9:58 am

Sept. 27, 2011, 4:49 a.m. EDT
Gold jumps nearly $70 as Europe equities rally

By Barbara Kollmeyer

MADRID (MarketWatch) — Gold and silver futures shot higher on European trading hours on Tuesday, extending gains in Asia, as Europe stocks rallied on hopes officials were making headway in battling the European sovereign debt crisis. December gold futures GC1Z +5.20% rose $68 to $1,662.80 an ounce, while silver futures for December delivery SI1Z +9.49% gained $2.06 to $32.05 an ounce. December copper HG1Z +3.18% rose 8 cents to $3.36 a pound, while platimum for October delivery PL1V +2.76% rose $38.10 to $1,585 an ounce and palladium for December delivery PA1Z +3.91% rose $22.60 to $650 an ounce.

playboy: emaaa)$1633)aa$ … 270911

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 2:26 am

NEW YORK: Harga emas akhirnya rebound setelah terpuruk dalam lima hari beruntun. Harga emas batangan untuk pengiriman Desember di New York sempat naik 2,4% ke level US$1.633,30 per ounce.

Logam mulia itu kemudian bergerak turun tipis dan ditransaksikan di level US$1.630,50. Sementara itu harga emas untuk pengiriman segera berada di level US$1.628,72.

Gijsbert Groenewegen, analis Silver Arrow Capital Management, menilai pasar mulai mempercayai kondisi perekonomian regional Eropa, kendati belum sepenuhnya yakin.

“Investor melihat Eropa sudah melakukan segala upaya, namun investor masih berpikir Eropa belum mampu memecahkan masalah perekonomian regional,” ujarnya.

Indeks Gold 100 Bloomberg mencatat pada pukul 20:41 waktu New York (7:41 WIB), harga emas berada di level US$1.624,8 per ounce atau naik 1,88%.

Harga perak juga ikut terangkat. Indeks Bloomberg mencatat harga perak di New York pada pukul 20:42 (07:42) berada di level US$30.55 per ounce atau naik 1,99%.

Groenewegen menambahkan harga emas mengalami penurunan dalam lima hari beruntun karena pasar dilanda kepanikan ketika melihat nilai dolar AS terus menguat. Akibatnya, investor menjual komoditas apapun untuk memarkirkan dana mereka.

Namun, katanya, membeli dolar juga bukan merupakan pilihan terbaik karena Eropa terus berupaya meyakinkan pasar dengan mewacanakan pembelian obligasi dan pemangkasan suku bunga.

“Inilah saatnya untuk mengumpulkan emas dan perak sebanyak mungkin,” tukasnya.

http://www.bisnis.com/articles/hore-harga-emas-akhirnya-rebound

Sumber : BISNIS.COM

September 25, 2011

playboy: emaaa($1649)aa$ … 250911

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 4:15 pm

Pemilik Emas Terbesar di Dunia
REP | 25 September 2011 | 01:33
kompas.com kompasiana
Saya iseng-iseng saja melihat data-data dewan emas dunia tentang siapa pemilik emas terbesar di dunia. Ah, masih tidak berubah, dan akan sangat sulit berubah melihat kenyataan ini;

Amerika Serikat tercatat memiliki 8.133,5 ton emas atau setara dengan 75,4% dari nilai devisanya. Diikuti kemudian oleh Jerman dengan 3.401,0 ton atau setara 72,7% dari cadangan devisa. Jerman ini menggeser IMF yang beberapa tahun lalu di belakang AS dan sekarang di tempat ketiga dengan 2.814,0 ton logam kuning di brankas mereka. Sementara Italia, negara yang peringkat utangnya baru saja dipangkas oleh Standard & Poor’s, memiliki cadangan emas 2.451,8 ton di bank sentral, jumlah itu setara dengan 72,4% cadangan devisa.

Rasio cadangan emas dengan devisa menggambarkan cara mereka mengamankan kekayaan dari risiko penurunan nilai mata uang. Emas, sebagaimana kita ketahui, menjadi aset safe haven yang tidak akan tergerus inflasi, bahkan dalam beberapa tahun ini melonjak melebihi prosentase inflasi dunia. Bayangkan jika anda menyimpan di bank dengan bunga ala kadarnya, sesungguhnya uang anda tetap berkurang karena inflasi sering lebih tinggi daripada bunga bank. Sementara emas biasanya naik mengikuti inflasi, bahkan bisa lebih tinggi.

Kembali ke soal stok emas, posisi kelima diduduki Perancis dengan 2.435,4 ton emas setara dengan 68,2% cadangan devisanya. China, salah satu negara yang tengah ekspansif memburu logam mulia untuk mendiversifikasi devisanya dari dolar, menyimpan 1.054,1 ton di bank sentral. Dan, itu hanya setara 1,6% dari keseluruhan cadangan devisanya. Rasio yang masih rendah ini mengindikasikan akan adanya tindakan luar biasa dari bank sentral China dengan mengeruk emas dari berbagai belahan dunia. Rasio 1,6% jelas tidak aman, apalagi di tengah gejolak ekonomi dunia di mana dolar–China tercatat sebagai pemegang terbesar obligasi AS–bisa saja jatuh dan menjadi kurang bernilai, juga pada mata uang euro di mana negeri Tirai Bambu mengoleksi surat utang dari benua biru.

Tempat ke tujuh dikuasai Switzerland yang memegang 1.040,1 ton emas, setara 17,3% cadangan devisa. Negara ini, dalam dunia finansial, terkenal karena mata uangnya menjadi salah satu safe haven. Namun, beberapa pekan lalu bank sentralnya telah mematok level tertinggi atas euro, guna menghindari apresiasi yang terlalu tinggi. Tingginya nilai franc justru dianggap merugikan ekonomi dalam negeri yang mengandalkan produk ekspor.

Nah, tentu anda penasaran kan di nomor berapakah Indonesia yang konon memiliki gunug emas di Papua dan Batu Hijau, Newmont? Eits, sebelum ke Indonesia, ternyata Filipina memiliki cadangan emas yang lebih besar loh. Mereka menempati urutan 23 dengan 158 ton emas yang setara 11% dari cadangan devisanya.

Oya, sebelum ke soal Indonesia, perlu dicatat bahwa rasio cadangan emas dengan devisa negara di ambil dengan menghargai emas $1.628,50 per troy ounce, harga pada Juli lalu. Jadi, rasio itu bisa naik apabila harga emas juga naik, kecuali ada kondisi tertentu. Satu troy ounce itu setara dengan 31,1 gram, jadi silakan konversikan dengan nila rupiah yang sedang anjlok.

Ternyata, di Asia Tenggara, Thailand menempati nomor urut 25 dengan 127,5 ton, tapi itu hanya setara 3,6% dari devisanya. Duh, belum aman tuh negeri Gajah Putih. Kabarnya Thailand bersama beberapa negara seperti Meksiko, Korea Selatan, Filipina, China, India, dan lain lain sedang memburu emas. Tapi, sekarang IMF sudah membatasi berapa maksimal sebuah bank sentral boleh membeli emas.

Di bawah Thailand ada Singapura dengan 127,4 ton emas, rasionya di bawah 3%. Teman, ternyata di luar kepemilikan bank sentral Singapura, negara kecil ini juga jadi tempat penyimpanan emas oleh sektor swasta. Menurut berita ini, di dekat bandara Changi terdapat kubah berlapis baja tempat tumpukan emas disimpan. Kebayang nggak senengnya paman Gober melihat tumpukan logam kuning ini? Nah, baru setelah Singapura, untuk kawasan Asia Tenggara, ada Indonesia dengan 73,1 ton, setara 3,0% cadangan devisanya. Di urutan dunia, RI menempati nomor 38. Lumayan kan yah, di atas Malaysia yang nangkring di kursi nomor 48 dengan cadangan emas 36,4 ton, atau hanya 1,4% dari cadangan devisa.

Ehm, sejatinya berapa sih rasio yang bagus bagi sebuah bank sentral untuk menyimpan cadangan emas? Ada yang bilang sekitar 70%, ya seperti yang di AS itu lah. So, kalaupun negara AS bubar atau paling sedikit nilai dolarnya turun, mereka masih punya cadangan emas yang bisa jadi mata uang. Logam ini sudah jadi mata uang ribuan tahun, tidak kenal batas negara, ras, agama, dan lain-lain. Kalau AS hancur, dolar kan tidak laku, tapi emas tetap saja laku, karena tidak perlu UU untuk mencetaknya.

Tahu tidak negara mana yang rasio kepemilikan emasnya paling tinggi? Saya sendiri tidak menduga bahwa 2 negara yang sedang bermasalah secara finansial di Eropa memiliki rasio yang paling tinggi. Yup, betul sekali, Portugal dan Yunani yang masing-masing dengan rasio 88% dan 80%. So, kalau mereka terancam gagl bayar, kenapa sih tidak mau jual emasnya untuk bayar utang? Orang waras juga tahu, kalau utang mereka direstrukturisasi kan tidak perlu bayar ke kreditur, alias boleh ngemplang. So, emasnya utuh dong… bisa digunakan untuk membangun negara yang hancur karena krisis. Oya, ternyata Yunani itu tercatat sebagai negara gagal bayar utang pertama dalam sejarah, tepatnya 24 abad lampau ketika 10 polis ngemplang pada sebuah kuil. Bayangin, 10 negara kota ngutang ke sebuah kuil! Caileeee, kaya juga ya rumah dewa itu. Ngumpulin uang dari jemaahnya kali ya… ngedarin kotak amal gitu.

Ehm, namun, kawan, semua ifo di atas bisa jadi salah. Kenapa coba? Yup, karena seharusnya Indonesia di urutan nomor satu! Percaya enggak?! Bukan, bukan karena gunung emas yang diambil freeport dan nwmont, tapi di Jogjakarta ada cadangan emas yang luar biasa banyaknya! Atau katakanlah di sebagian besar Jawa Dwipa… Emas itu berkliaran di mana-mana, ada yang narik becak, nyupir bus kota, nyangkul di sawah… Loh, kok bisa? Ya itulah Mas Joko, Mas Joni, Mas Sempilun, Mas Djumadi, Mas-mas yang lain juga banyak.

Okelah, ini saja dulu info enggak pentingnya…

Sumber info datanya dari Dewan Emas Dunia yang didapat secara valid dari IMF.

Harga Emas Anjlok USD100 per Ounce
Widi Agustian – Okezone
Sabtu, 24 September 2011 10:15 wib

NEW YORK – Harga emas merosot lebih dari USD100 per ounce. Ini merupakan penurunan terbesar logam mulia tersebut sejak krisis keuangan tahun 2008 lalu.

Dalam perdagangan yang volatil akibat sentimen atas ketakutan default Yunani dan prognosis yang suram dari the Fed atas ekonomi AS memicu investor menjual portofolionya di saham dan komoditi dan mengalihkannya ke safe haven dolar AS dan obligasi.

Janji G20 untuk menenangkan sistem keuangan global gagal menenangkan investor. Pelaku pasar tetap khawatir pemerintah tidak dapat merespons secara efektif terhadap utang zona krisis euro dan memicu melambatnya pertumbuhan perekonomian dunia.

Emas merosot lebih dari enam persen pada kesempatan ini, penurunan terbesar sejak krisis keuangan pada 2008

“Dalam jangka pendek ini, orang mulai kehilangan kepercayaannya atas emas sehingga melepasnya,” kata analis logam mulia di MF Global Adam Klopfenstein, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (24/9/2011).

Harga emas di pasar spot terakhir parkir di USD1,649 per ounce, setelah jatuh ke sesi terendah di bawah USD1,628. Harga komoditas ini sempat turun USD127 per ounce, ini gerakan intraday adalah yang terbesar. (wdi)

September 22, 2011

playboy: pdf manual ipad … 220911

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 12:07 am

Kamis, 22/09/2011 01:11 WIB
Polisi Kaget Charlie ‘iPad’ Tunjukkan Buku Manual Berbahasa Indonesia
Ari Saputra – detikNews

Jakarta – Polisi dan jaksa benar-benar dibuat terperangah dan kehabisan kata-kata saat terdakwa Charlie ‘iPad’ Sianipar mampu menunjukan buku manual berbahasa Indonesia di pengadilan. Sebab, buku itulah yang menjadi sebab musabab kenapa Charlie dituduh melanggar UU Perlindungan Konsumen dengan tidak mampu menunjukan ke polisi saat digeledah di tokonya, di Mall Ambasador November tahun lalu.

“Apakah bapak pernah melihat ini? Buku manual berbahasa Indonesia untuk menggunakan iPad?” tanya kuasa hukum Charlie, Andi Simangunsong, kepada polisi yang menggeledah toko Charlie, Brigadir Satu (Briptu) Atang Setiawan saaat sidang di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Rabu (21/9/2011).

“Ya. Tapi itu tidak ada dalam dus kemasan iPad,” jawab Briptu Atang dengan mata kaget.

“Apakah bapak tahu, ini bisa diperoleh dengan mendownload begitu konsumen beli iPad?” cecar Andi.

“Saya tidak tahu. Buku manual itu berupa lembaran, di dalam dus,” jawab Atang.

“Dalam peraturan menyebutkan bahwa kewajiban menyertakan buku petunjuk manual berbahasa Indonesia atau ‘dalam bentuk lain’. Apakah Saudara tidak tahu ‘bentuk lain’ tersebut bisa berupa digital, didownload versi pdf? ” tandas Andi sambil mengangkat 209 halaman buku petunjuk yang telah di-print dari versi pdf.

“Saya tidak mempelajari. Saya hanya menjalankan perintah atasan,” jawab Briptu Atang.

Sementara saksi kedua yang merupakan rekan Briptu Atang, Aiptu Yeni Dwiningsih mengaku hal serupa. Aiptu Yeni menyatakan telah menggeledah toko Charlie yang kemudian membawa 14 unit iPad sebagai barang bukti, tanpa menanyakan secara detail apakah iPad mempunyai buku petunjuk berbahasa Indonesia.

“Saya hanya menjalankan perintah atasan. Saya habis apel pagi, dapat perintah langsung laksanakan,” jawab Aiptu Yeni di depan ketua majelis hakim Yonisman.

Sementara di meja penuntut umum, jaksa hanya diam. Jaksa mengalihkan perhatian dengan mengangkat faktur pembelian iPad yag digeledah di toko Charlie. Faktur tersebut yang dianggap jaksa sebagai bukti telah terjadi transaksi penjual dan konsumen seperti dalam dakwaan.

Rencananya, sidang akan dilanjutkan Rabu pekan depan dengan memeriksa saksi-saksi yang di surat dakwaan. Sementara usai sidang, Andi menyatakan ketidakpahaman polisi yang membuat Charlie sampai berurusan dengan pengadilan yang tidak perlu tersebut.

“Sangat disayangkan, polisi tidak memahami versi digital manual book. Ini justru paperless, go green. Dengan ini, hutan kita terselamatkan dari penebangan untuk bubur kertas,” tukas Andi.

(Ari/irw)

September 21, 2011

playboy: emaaa(penyimpAnan)aa$ … 210911

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 4:31 am

SINGAPURA: Di samping landasan pacu Bandara Internasional Changi, Singapura, terdapat kubah emas batangan milik Swiss Precious Metals seluas 7,4 acre.

Ruang penyimpanan itu terlindung di balik pintu baja seberat 7 metrik ton yang didesain tahan dari kecelakaan pesawat maupun gempa bumi.

Ruang-ruang di sana hampir penuh setelah permintaan penyimpanan emas naik 5 kali lipat sejak tahun pertama fasilitas perusahaan yang berbasis di Jenewa dibuka.

Dampaknya, Swiss Precious merencanakan perluasan, dan memindahkan CEOnya yaitu Jean-Francois Pages ke Singapura pada bulan lalu untuk menangani lonjakan permintaan investor.

Para investor bersedia membayar 1% dari nilai kepemilikan mereka setiap tahun untuk menjaga emas mereka aman.

“Krisis utang Eropa yang berdampak terhadap kemampuan membayar utang investor di pasar keuangan Eropa menyebabkan mereka berupaya melindungi nilai asetnya dalam emas dan logam mulia lainnya,” kata Pages.

Permintaan, katanya, sejalan dengan gejolak keuangan dan politik global saat ini. Barclays Capital sedang membangun sebuah kubah baru, sementara The Brink ‘s Co dan Deutsche Bank AG akan menambahkan lebih banyak ruang penyimpanan. S

Selain itu, Perth Mint dapat memperluas tempat penyimpanan untuk pertama kalinya sejak 2003. Penambahan ruang penyimpan emas itu menjadi isyarat bahwa mereka mengharapkan permintaan terus meningkat setelah reli harga logam 11 tahun ini.

Pada siang ini, harga emas untuk pengiriman segera melemah 0,3% menjadi US$1.798,55 per ounce, dan terakhir diperdagangkan di US$1.801,15 pukul 10:08 waktu Singapura.

http://www.bisnis.com/articles/emas-itu-tersimpan-di-changi

Sumber : BISNIS.COM

playboy: saat PERAMAL GEMPA berak$i … 210911

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 1:15 am

Scientists in the dock
Next week sees the start of an extraordinary manslaughter trial in Italy
Sep 17th 2011 | L’AQUILA | from the print edition

An act of God?
ON MARCH 31st 2009 Bernardo De Bernardinis, then deputy chief of Italy’s Civil Protection Department, told people in and around the medieval Italian city of L’Aquila that a series of tremors which had been felt in the area over the past four months posed “no danger”. Speaking to a journalist from a local television station, he said that “the scientific community continues to confirm to me that in fact it is a favourable situation, that is to say a continuous discharge of energy.” Six days later L’Aquila and several surrounding villages lay in ruins. An earthquake of magnitude 6.3 had destroyed thousands of buildings and killed 308 people.

Dr De Bernardinis, an expert on floods, made his comments just before a meeting held in L’Aquila in which he and six other scientists and engineers were called upon to analyse the risk posed by the ongoing swarm of tremors. The seven, a mixture of full and acting members of the Civil Protection Department’s national commission for the forecast and prevention of major risks, have since been indicted for manslaughter and their trial starts on September 20th. The prosecution contends that Dr De Bernardinis’s comments and others made by Franco Barberi, a volcanologist who is the commission’s vice-president, at a press conference immediately following the meeting gave undue reassurance to the public that a major quake was not on its way and that, as a result, some people who would otherwise have left their homes following two tremors on the night between April 5th and 6th remained indoors and perished.

Fabio Picuti, the public prosecutor, stresses that the charge is not about whether the experts, who included Enzo Boschi, then president of the National Institute of Geophysics and Vulcanology (INGV), should have predicted exactly when, where and with what force the earthquake would have struck. He recognises that is something which remains beyond the bounds of science. Instead, he says, the seven are guilty of negligence because they did not take the risk of a big quake seriously enough. He argues that their discussions, as recorded in the official minutes of the meeting of March 31st, were too generic and completely failed to address the risk at hand.

Gian Michele Calvi, an expert in earthquake engineering who is one of the indicted seven, says the commission recognised that L’Aquila is in a highly seismic zone, and that a powerful earthquake could therefore happen at any time. But he says that, based on the evaluations of the committee’s seismologists, they considered the probability of a major quake to be “essentially the same with or without the seismic sequence”, and that as a result they did not discuss the possibility of emergency action.

However, this assessment appears at odds with what seismologists have known for at least 20 years—that small earthquakes increase the likelihood that a powerful event will happen in the near future, even if the absolute probability of such an event remains low. Indeed, Warner Marzocchi and Anna Maria Lombardi of the INGV showed that a few hours before the earthquake actually struck modelling would have suggested the chance that a powerful quake would occur within 10 kilometres of L’Aquila within three days rose from one in 200,000 (the background level) to about one in 1,000.

Thomas Jordan, an Earth scientist at the University of Southern California, in Los Angeles, who chaired an international review of earthquake forecasting in Italy in the wake of L’Aquila’s quake, says that these calculations must be put into context. He points out that, with the exception of an informal system in California, no country in the world has yet set up regular probabilistic earthquake forecasting that can be used to guide emergency actions. The hope of policymakers until recently was that research would identify precursor signals that could predict earthquakes with near certainty.

Damned if you do, damned if you don’t

Dr Jordan argues that a focus on prediction rather than forecasting held sway in Italy in the days before the quake at L’Aquila. He says that the seven members of the commission concentrated on refuting the predictions made by Gioacchino Giuliani, a laboratory technician at the nearby National Institute of Nuclear Physics, who claims to have developed a method for predicting earthquakes that involves measuring emissions of radon. His public pronouncements reportedly caused panic in the nearby city of Sulmona two days before the meeting of the commission (no big earthquake followed on that occasion). The members of the commission therefore, according to Dr Jordan, “got trapped into a conversation with a yes/no answer”. The result, he says, was that the commission gave the impression that there would be no quake.

Gaetano De Luca, who is in charge of looking after the INGV’s seismographs in the Abruzzo region, of which L’Aquila is the capital, agrees that the commission got sidetracked by Mr Giuliani. But he says this cannot be used as an excuse. He claims that the increased danger in the run-up to the quake was clear, maintaining that a swarm of comparable duration, intensity and geographical concentration had not been witnessed in the area for at least 50 years. As a result, he argues, simple precautions, such as checking the buildings most at risk, should have been taken.

However, Dr De Luca reckons, it is not only the experts who should be on trial. He says that local politicians and administrators should also be held to account. “It is right that you look for those responsible,” he adds, “but the search should be cast more widely.”

from the print edition | Science and technology

September 19, 2011

playboy: emaaa(EUROGOLDen)aa$ … 200911

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 9:49 am

INILAH.COM, Jakarta – Persedian emas batangan 1 sampai 1000 gram terpantau tak tersedia (not available) pada Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian (UBPP) Logam Mulia PT Aneka Tambang (ANTM) per Selasa (20/9).

Berdasarkan data yang dilansir logammulia.com, hanya emas batangan 2, lalu 2,5 dan 1.000 gram gram yang tersedia. Tapi, harga emas PT Antam tampak melandai seiring penurunan yang terjadi pada harga internasional.

Harga emas batangan 1 gram turun jadi Rp572.000 dari Rp578 ribu kemarin. Begitu juga harga emas batangan 2 gram yang turun jadi Rp1.102.000 atau Rp551.000 per gram dari Rp1.114.000 atau Rp557.000 per gram.

Batangan 2,5 gram melemah jadi Rp1.367.000 atau Rp546.800 dari Rp1.382.000 atau Rp552.800 per gram. Emas batangan 3 gram terkoreksi jadi Rp1.632.000 atau Rp544.000 dari Rp1.650.000 atau Rp550.000 per gram.

Batangan 4 gram terkoreksi jadi Rp2.162.000 atau Rp540.5000 per gram dari Rp2.186.000 atau Rp546.500 per gram. Emas batangan 5 gram turun jadi Rp2.702.500 atau Rp540.500 per gram dari Rp2.732.500 atau Rp546.500 per gram.

Sementara itu, emas batangan 10 gram melandai jadi Rp5.365.000 atau Rp536.500 per gram dari Rp5.425.000 atau Rp542.500 per gram. Begitu juga harga emas batangan 25 gram turun jadi Rp13.337.000 atau Rp533.480 per gram dari Rp13.487.000 atau Rp539.480 per gram.

Harga emas batangan 50 gram juga terkoreksi ke level Rp26.597.000 atau Rp531.940 per gram dari Rp26.897.000 atau Rp537.940 per gram. Emas batangan 100 gram melorot jadi Rp53.124.000 atau Rp531.240 per gram dari Rp53.724.000 atau Rp537.240 per gram.

Sedangkan harga emas batangan 250 gram turun jadi Rp132.580.000 atau Rp530.000 per gram dari Rp134.080.000 atau Rp536.320 per gram. Terakhir, emas batangan 1.000 gram anjlok jadi Rp530 juta atau Rp530.000 per gram dari Rp536 juta atau Rp536 ribu per gram.

Berdasarkan harga yang dikutip dari gold-quote.net, Selasa (20/9) pukul 09.20 WIB, harga emas internasional turun sebesar US$42,29(2,32%) ke level US$1.782,76 per troy ounce.

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1776240/harga-turun-emas-antam-laris-manis

Sumber : INILAH.COM
Bank sentral Eropa telah menjadi net buyer emas untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade, tanda baru dari bagaimana turbulensi dalam pasar mata uang dan utang telah merevolusi pasar logam mulia.

Pembelian kecil dibandingkan dengan ukuran pasar emas global, tetapi menyoroti perubahan yang luar biasa dari gelombang penjualan besar oleh bank sentral Eropa. Peran bank sentral di pasar emas akan menjadi topik utama perdebatan pada konferensi London Bullion Market Association tahunan, pertemuan terbesar industri emas, di Montreal minggu ini seperti dilansir Financial Times.

Beralih dari menjual untuk membeli telah membantu mendorong harga emas naik lebih dari 25% sepanjang tahun ini, mencapai rekor nominal $ 1.920 per troy ons bulan ini. Pergeseran di Eropa muncul akibat bank sentral di pasar negara berkembang juga menaikkan cadangan emasnya.

Meksiko, Rusia, Korea Selatan dan Thailand semua melakukan pembelian dalam jumlah besar tahun ini, dalam sebuah langkah untuk mengurangi eksposur mereka terhadap dolar. Secara global, bank sentral ditetapkan untuk membeli lebih banyak emas tahun ini daripada setiap saat sejak runtuhnya sistem Bretton Woods 40 tahun yang lalu – saat terakhir nilai dolar itu terkait dengan emas. “Kita akan kembali ke waktu ketika emas terlihat sangat banyak sebagai uang,” kata Jonathan Spall, direktur penjualan logam mulia di Barclays Capital, FT.com dalam sebuah wawancara video. “Ini telah menjadi pembalikan lengkap dari sikap kita melihat selama 1990-an.”

Bank Sentral Eropa telah menambah sekitar 25.000 ons, atau 0,8 ton emas untuk cadangan mereka pada tahun sampai saat ini, menurut data dari Bank Sentral Eropa dan Dana Moneter Internasional.

Dibandingkan dengan penjualan rata-rata hampir 400 ton per tahun sejak 1999, ketika mereka menukar non-yield dan unfashionable bulliom untuk utang. Konsumsi emas dunia sekitar 4.500 ton per tahun.

Sebagian besar pembelian di Eropa dihubungkan dengan kepindahan ke Estonia yang bergabung dengan blok mata uang tunggal awal tahun ini. Cadangan bank sentral Estonia untuk membeli emas untuk meningkatkan ECB, ECB mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Januari. Di tempat lain, Malta membeli 3000 ons.

Bank sentral Eropa belum menjadi net buyer sejak tahun 1985, menurut data dari World Gold Council. “Motivasi bank sentral Eropa untuk mendiversifikasi dari emas ke dalam aset mata uang dolar aset memiliki dampak negatif kebijakan fiskal dan moneter AS,” kata Natalie Dempster, kepala pemerintahan urusan kelompok industri pertambangan.

Sebuah putaran ketiga pelonggaran kuantitatif akan membuat penjualan emas “terlihat kurang menarik dari sebelumnya”, ia menambahkan. Pergeseran untuk membeli muncul karena beberapa politisi menyerukan anggota zona euro berutang seperti Portugal, Spanyol atau Italia yang akan dipaksa untuk menjual cadangan emas mereka untuk mengurangi utang mereka. Namun, harga emas saat ini dari langkah tersebut akan sulit mengatasi tumpukan utang negara, sementara analis percaya akan memperkuat kekhawatiran investor tentang zona euro.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1775979/bank-sentral-eropa-net-buyer-emas-i-sejak-20-tahun

Sumber : INILAH.COM

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengakui emas batangan berkalori 10 gram hingga 1.000 gram laris manis kendati harga emas dunia menguat. Sementara, emas batangan 1-5 gram masih dapat diperoleh dengan harga bervariasi.

Berdasarkan Divisi Logam Mulia Antam mencatat harga emas batangan 1 gram sekitar Rp578.000, 2 gram Rp1,114 juta, 2,5 gram sebesar Rp1,328 juta, 3 gram senilai Rp1,650 gram, 5 gram senilai Rp2,732 juta. Sedangkan emas 4 gram tidak tersedia begitu juga dengan emas batangan berukuran 50 gram dengan harga masing-masing Rp2,186 juta dan Rp26,897 juta.

Selain itu, harga emas 10 gram senilai Rp5,425 juta, 25 gram senilai Rp13,487 juta, 100 gram senilai Rp53,724 juta, 250 gram sebesar Rp134,080 juta serta 1.000 gram senilai Rp536 juta.

Padap perdagangan emas batangan seperti dilansir gold-quote.net naik 12,29 poin (0,68%) ke US$1.824,05.

http://www.imq21.com/news/read/41897/20110919/150606/Emas-Batangan-Antam-10-1-000-gram-Laris-Manis.html

Sumber : IMQ JAKARTA

September 17, 2011

playboy: emaaa(JAM 4 subuh)aa$ … 170911

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 3:07 am

Jumat, 16/09/2011 14:44 WIB
Demi Emas, Masyarakat Antre dari Jam 04.00 Subuh di Antam
Wahyu Daniel – detikFinance

Jakarta – Emas sedang menjadi ‘bintang’ karena harganya yang terus melonjak tinggi. Demi bisa berinvestasi emas, masyarakat sampai rela mengantre sejak pukul 04.00 subuh di kantor Logam Mulia Antam, kawasan Pulogadung, Jakarta.

Demikian disampaikan oleh Marketing Manajer Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Bambang Wijanarko saat dihubungi detikFinance, Jumat (16/9/2011).

“Sampai dengan pagi ini masyarakat yang antre masih penuh. Emas masih diserbu, jadi kita batasi pembeliannya agar tidak langsung habis. Saya dengar dari satpam, dari jam 4 pagi sudah ada yang antre isi buku tamu,” tuturnya.

Bambang mengungkapkan, semenjak bulan puasa lalu, gejala euforia emas ini memang sudah terlihat. Bambang mengatakan, masyarakat menyerbu emas di Logam Mulia karena adanya kelangkaan logam mulia di toko-toko emas.

“Kelangkaan logam mulia di toko-toko emas membuat masyarakat penuh mengantre di sini. Stok kami terbatas sekitar 10-20 kg per hari tergantung kondisi. Selama ini kami membatasi jumlah pembeli jadi 200 pembeli per hari,” jelas Bambang.

Meskipun sudah 2 hari ini harga emas mengalami penurunan, namun masyarakat tidak berhenti memenuhi kantor Logam Mulia milik Antam untuk membeli emas.

“Penurunan harga tidak berpengaruh, karena masyarakat tahu harga emas harus ada koreksi sedikit nanti baru naik lagi,” tukasnya..

Harga emas memang kini sudah turun. Berikut catatan harga emas murni dari Logam Mulia untuk posisi Jumat, 16 September:
1 Gram: Rp 562.000
5 Gram: Rp 2.652.500.
10 Gram: 5.265.000.

Sementara harga buy back adalah Rp 499.000 per gram.

(dnl/qom)

playboy: yang IMUT, koperasi majUUUUT teru$ (170911)

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 2:23 am

‘Koperasi & UKM kebal dari dampak krisis ekonomi global’

Oleh Mulia Ginting Munthe

Jum’at, 16 September 2011 | 18:51 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM meyakini krisis ekonomi yang melanda Amerika Serikat dan Eropa tidak akan berpengaruh besar terhadap aktivitas usaha kecil menengah nasional.

“Nilai ekspor produk UKM Indonesia ke wilayah negara tersebut tidak terlalu besar, hanya sekitar 17%. Jadi saya kira tidak akan berpengaruh besar bagi kelangsungan bisnis UKM,” ujar enteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Sjarifuddin Hasan hari ini.

Apalagi, katanya, komoditas yang diekspor ke wilayah AS dan Eropa umumnya memiliki segementasi khusus, yakni furniture atau industri mebel. Oleh karena itu dia optimis gonjang-ganjing situasi ekonomi di Eropa dan AS tidak membuat bisnis sektor UKM terpengaruh.

Guna mengantisipasi kemungkinan krisis di negara-negara berpengaruh tersebut tidak berdampak negative terhadap UKM Indonesia, Kemenkop dan UKM bersama instansi terkait berupaya memperkuat perdagangan di dalam negeri.

“Itu sebabnya saya lebih cenderung agar target pasar UKM nasional lebih diperkuat untuk segmen nasional. Pasar di dalam negeri sangat potensial menjadi market, karena jumlah penduduk Indonesia sangat besar jumlahnya.”

Jika bisa menguasai pasar lokal, Sjarifuddin Hasan yakin pelaku usaha kecil menengah (UKM) bisa survive, karena selama ini ada konsumen loyal terhadap berbagai produk yang dihasilkan UKM untuk pasar nasional.

Pemerintah juga cenderung menginginkan agar UKM menjaga konsisten kualitas produknya agar konsumen loyal tidak beralih ke produk impor.

“Apabila UKM bisa menguasai pasar dalam negeri, pemerintah pasti senang dan bangga,” papar Sjarifuddin.(sut)

‘Koperasi harus siapkan diri jika masuk ke Coop2Coop’

Oleh Mulia Ginting Munthe

Kamis, 15 September 2011 | 13:58 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Pemerintah mengingatkan seluruh pelaku koperasi Indonesia agar mempersiapkan diri jika ingin masuk anggota Coop2Coop.

Coop2Copp adalah jaringan tunggal melayani berbagai informasi dan kebutuhan usaha koperasi seluruh dunia.

Braman Setyo, Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, menjelaskan Coop2Coop yang dihadirkan Koperasi Aliansi Tani Indonesia (Kopatnas), beroperasi secara internasional di 93 negara anggota International Cooeprative Alliance (ICA) pada akhir tahun ini.

“Kalau koperasi kita tidak siap mengantisipasi pemanfaatan terknologi yang dipakai Coop2Coop, Indonesi a bisa kebanjiran atau menjadi pasar pemasaran komoditas yang ditawarkan melalui jejaringnya,” ujar Braman Setyo kepada Bisnis hari ini.

Dia mencontohkan perdagangan dan pembayaran serta keperluan informasi lainnya bisa didapat dari jejaring Coop2 Coop secara online. Ketika seluruh produk koperasi dunia ditawarkan, Braman khawatir komoditas asing justru membanjiri wilayah Indonesia.

Sebaliknya komoditas yang ditawarkan pelaku koperasi Indonesia kurang mendapat respon. Akibatnya, Indonesia akan kebanjiran produk koperasi asing, dan target menjadikan jejaring itu mendorong peningkatan pemasaran nasional, jusrtu tidak tercapai.

Menurut dia, kemungkinan komoditas unggulan yang bisa ditawarkan dari Indonesia seperti buah-buahan. Sedangkan kondisi buah Indonesia umumnya belum steril dari berbagai gangguan kesehatan maupun dari unsure kebersihan.

Sebelum peristiwa itu terjadi, dia mengingatkan agar pelaku koperasi nasional yang ingin bergabung dalam jejaring tersebut, bisa mempersiapkan diri secara optimal.

“Jujur saya katakana, koperasi kita memang sudah saatnya go international. Jangan hanya bisa bermain pada kawasan regional,” ujarnya. (sut)
Koperasi akan terhubung secara online

Oleh Mulia Ginting Munthe

Kamis, 08 September 2011 | 20:18 WIB
bisnis indonesia

JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM bersama PT Telkom bersinergi meluncurkan program fasilitasi teknologi informasi berupa Koperasi Online untuk menghubungkan unit koperasi di seluruh Indonesia.

Braman Setyo, Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM, menjelaskan Koperasi Online akan memenuhi seluruh kebutuhan internal dalam negeri untuk melakukan berbagai aktivitas dan kegiatan transaksi.

“Jaringan yang dipergunakan dalam program ini telah dibangun oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Guritno Kusumo demean Dinas Koperasi Provinsi,” ujar Braman Setyo kepada Bisnis, hari ini.

Menurut dia, fasilitas itu kalau hanya sekadar untuk membangun jaringan antara Kemenkop dan UKM demean Dinas Koperasi dan UKM daerah, sama seperti membangun jalan tol, tetapi lalu lalang kendaraan sepi.

Oleh karena itu Kemenkop dan UKM menjalin kerja sama demean PT Telkom yang menyediakan koneksi Internet untuk menghubungkan seluruh keperluan gerakan koperasi nasional. Artinya, Koperasi Online tidak hanya sekadar membangun jejaring antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Program ini berupaya mencoba bagaimana agar seluruh gerakan koperasi bisa terintegrasi. Tidak hanya antar daeah demean pusat, tetapi meliputi seluruh gerakan koperasi yang eksis di Indonesia,” tukas Braman.

Melalui program Koperasi Online, seluruh provinsi hingga kabupaten dan pelaku koperasi bisa melaporkan keiatannya masing-masing kepada Kementerian Koperasi dan UKM, termasuk apa saja yang mereka kerjakan setiap bulan. (tw)

September 16, 2011

playboy: implan pinggul MUDAH RU$AK … 160911

Filed under: Medicine — bumi2009fans @ 4:17 pm

September 15, 2011
Metal Hips Failing Fast, Report Says
By BARRY MEIER

In a troubling development for people with all-metal artificial hips, a registry that tracks orthopedic implants in Britain reported on Thursday that the failure rate of the devices was increasing.

The National Joint Registry for England and Wales said that an all-metal artificial hip once sold by Johnson & Johnson had failed in an estimated one-third of the patients who had been followed for the longest time. The device was recalled by the company last year.

The British registry also found that the early failure rate of some other “metal-on-metal” hips — ones in which both the ball and the socket components of an artificial joint are made of metal — was significantly higher than for those made from other materials, including a combination of metal and plastic.

While the patients tracked by the British registry are not in the United States, doctors and patients here pay close attention to the registry’s findings because no such body exists in this country, where there is far greater use of artificial hips and knees. Australia also keeps a registry.

There was already heightened concern in the United States about the all-metal hips. In the first six months of this year, the Food and Drug Administration received more reports about problems with the all-metal hips than it had in the previous four years combined, according to an analysis by The New York Times. In May, the F.D.A. took the unusual step of ordering producers of the devices to study how frequently they were failing and to examine the health implications for patients.

While traditional artificial hips typically last 15 years or more before they need to replaced, some of the all-metal models are failing in large numbers of patients within just a few years. Early failure rates for all-metal devices were far higher in women than in men, the British report found.

According to the report, the highest failure rates involved the Johnson & Johnson device, which is known as the Articular Surface Replacement, or the A.S.R. The registry is following about 2,100 patients who received a version of the device that is used as a traditional hip implant. That is also how the A.S.R. was used in this country.

Of those patients in the British group who received the device six years ago, about 29 percent have since had it replaced.

The percentage is slightly lower, about 17 percent, in patients who got the device five years ago, but that number could rise over the next year.

Asked for a comment about the report, Lorie Gawreluk, a spokeswoman for DePuy, the division of Johnson & Johnson that made the device, said in an e-mail that the six-year replacement rate “should be interpreted with caution because it is based on a small number of cases.”

DePuy officials recalled the A.S.R. last year around the time that the previous report of the British registry was released.

Along with a traditional hip model, another version of the device was sold outside this country for use in an alternative hip replacement technique known as “resurfacing.” It was also recalled.

While it is difficult to draw direct comparisons between device failure rates in Britain and in the United States, the new registry findings appear to bode ill for patients here who received an A.S.R. About 40,000 of the 90,000 units sold worldwide were used in this country.

The British data suggests that complaints will continue to grow in the United States in coming years because the A.S.R. was used overseas before its adoption here.

The British data also shows that the failure rate for all-metal devices as a group, even when the A.S.R. is excluded, is accelerating faster than for traditional hip replacements.

Though immediate problems with the hip implants are not life-threatening, some patients have suffered crippling injuries caused by tiny particles of cobalt and chromium that were shed by the metal devices as they wore.

Such debris generation is also believed to be a cause of earlier device failure.

Until a recent sharp decline in their use, all-metal hip implants accounted for nearly one-third of the estimated 250,000 replacements performed in this country each year. According to one estimate, some 500,000 patients in this country have received an all-metal replacement hip.

In the case of devices used for hip resurfacing, which is popular among younger patients, a model known as the Birmingham Hip Resurfacing device had the lowest replacement rate at five years, the registry found.

However, the report noted that further studies needed to be performed to determine whether hip resurfacing conferred true advantages over standard hip replacement.

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: