eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

Juli 29, 2011

emaaa($1616-1632)aa$ … 300711

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 3:01 am

Cetak Rekor Lagi, Harga Emas Sekarang USD1.632,16/Ounce
Widi Agustian – Okezone
Sabtu, 30 Juli 2011 10:41 wib

LONDON – Harga emas lagi-lagi mencetak rekor tertingginya pada hari Jumat (29/7/2011) waktu London setelah data pertumbuhan yang lemah ekonomi dari Amerika Serikat (AS) mengangkat prospek pelonggaran moneter lebih lanjut dan membuat dolar melemah.

Tak hanya itu, buntunya perdebatan atas batas utang AS antara pemerintah dan parlemen juga menjadi sentimen positif untuk komoditas safe haven ini.

Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/7/2011), harga emas di pasar spot menyentuh puncak tertinggi sepanjang sejarah di USD1.632,16 per troy ounce. Berarti, harga logam mulia telah naik sekira delapan persen pada minggu ini dan naik 14,3 persen pada tahun ini.

Catatan perdagangan terakhir, harga emas di-bid di harga USD1.628,80 per troy ounce, naik 0,8 persen dari USD1.616,35 per ounce pada akhir perdagangan di New York.

Pemicu melejitnya harga logam berwarna kuning menyala ini datang dari data yang menunjukkan perekonomian AS tumbuh kurang dari yang diharapkan pada kuartal kedua, sementara pertumbuhan kuartal selanjutnya direvisi lebih rendah lagi.

“Itu merupakan keterangan yang buruk dan menimbulkan harapan bahwa ada akan lebih pelonggaran moneter dalam bentuk pelonggaran kuantitatif dan itu adalah sentimen positif untuk emas sebagai aset investasi,” kata analis logam mulia di Mitsubishi Matius Turner.

Tanda lemahnya pertumbuhan datang dari rilis yang menunjukkan kegiatan usaha di Midwest AS tumbuh kurang dari yang diharapkan di Juli. Jika pelonggaran moneter dilakukan, maka dolar akan terpukul.

Dan ketika nilai dolar jatuh, harga komoditas, termasuk emas bakal jadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Di sisi lain, Kebijakan moneter di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhirtelah membebani dolar dan mendorong emas, yang juga investor digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan politik dan ekonomi ketidakpastian.

Kegelisahan para investor dapat dilihat dari perdagangan terbesar emas di dunia yang terjadi di SPDR Gold Trust. Volume penjualan emas naik 1,5 persen pada Kamis waktu setempat dari hari sebelumnya ke enam bulan tertingginya 1.262,98 ton pada 28 Juli.
(wdi)

INILAH.COM, San Francisco – Emas berjangka beringsut lebih rendah pada Jumat (29/7) dinihari tadi, meninggalkan serangkaian rekor terbaru, karena dolar naik dan laporan ekonomi AS berdampak moderat.

Namun, kekhawatiran tentang kurangnya resolusi legislatif dalam kebuntuan plafon kredit AS meredam koreksi.

Emas untuk pengiriman Desember, kontrak paling aktif diperdagangkan, turun US$ 1,10, atau 0,1%, menjadi US$ 1,616.20 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Kontrak berayun antara keuntungan dan koreksi ringan di sebagian besar lantai perdagangan.

“Banyak orang yang beralih ke pasar emas, tetapi beberapa sekarang menyadari (perdebatan plafon utang) mungkin lelucon politik dan anggota parlemen akan menyepakati kesepakatan, “kata Michael Smith, di T & K Futures and Option, Florida.

Menurutnya, harga emas bisa jatuh, jika RUU untuk menangani utang dan defisit AS disetujui, tapi gambaran besar untuk emas masih positif, di tengah kekhawatiran devaluasi mata uang.

“Emas hanya akan menguat, hingga seseorang menstabilkan dolar,” katanya. “Dalam waktu dekat, bagaimanapun, perdagangan emas bisa turun serendah US$ 1.580 per ounce.”

Indeks dolar, yang melacak kinerja unit AS terhadap enam mata uang utama lainnya, menguat baru-baru ini ke level 74,209, dibandingkan 74,088 sebelumnya.

Emas telah kehilangan tenaga, setelah Kementrian Tenaga Kerja mengumumkan jumlah orang yang mengajukan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran turun menjadi 398 ribu pekan lalu, pertama kalinya menembus bawah level 400 ribu sejak awal April.

Secara terpisah, penjualan rumah yang tertunda naik 2,4% pada Juni, didorong keuntungan di Barat dan Selatan, menurut National Association of Realtors. Indeks kelompok naik menjadi 90,9 pada Juni dari 88,8 pada Mei.

Harga logam lainnya juga melemah, kecuali tembaga.

Perak untuk pengiriman September turun 77 sen, atau 1,9% menjadi US$ 39,79 per ounce. Platinum Oktober turun US$ 15,60, atau 0,9%, menjadi US$ 1,792.40 per ounce, sedangkan paladium untuk pengiriman September turun US$ 5.10, atau 0,6% menjadi US$ 828,10 per ounce.

Tembaga September berbalik menguat dan bertahan hingga penutupan, dengan naik 2 sen, atau 0,5% menjadi US$ 4,47 per pon.

Tembaga banyak digunakan dalam pembangunan rumah untuk jaringan kabel. Kenaikan juga didukung aksi serikat penambang di tambang tembaga terbesar dunia, di Chile, yang tetap mogok.

Tambang Escondida, yang dikendalikan BHP Billiton Ltd, menyatakan force majeure pada pengiriman tembaga berkonsentrasinya. [ast]

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1747012/emas-bergerak-turun-ke-1616-per-ounce

Sumber : INILAH.COM

Juli 26, 2011

paralyzed: emaaa($1612)aa$ … 260711

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 1:55 am

Kegagalan pembicaraan batas utang Amerika dan penurunan rating kredit Yunani menyebabkan harga futures emas berakhir di rekor tertingginya, Senin (25/7) waktu setempat.

Harga emas untuk pasukan Agustus, kontrak dengan volume transaksi terbesarnya, naik US$10,70 (0,7%) ke US$1.612,20 per ounce di divisi Comex, New York Merchantile Exchange. Menurut FactSet Research, komoditas ini sempat diperdagangkan US$1.624,30 per ounce.

Emas kian berkilau setelah pembicaraan batas utang AS kembali menemui jalan buntu. Selain masalah krisis kredit Eropa yang tak kunjung usai. Sepanjang 2011 saja, emas telah mengalami kenaikan hingga 13%.

“Penurunan rating kredit Yunani menciptakan kebutuhan safe haven. Mengenai batas utang, kepercayaan berkurang dan investor semakin yakin, Amerika akan default,” ujar Tom Pawlicki, analis IMF Global di Chicago.

Pawlicki memprediksikan, sesi berikutnya harga emas bisa mencapai US$1.680 per ounce, dengan kisaran perdagangan Selasa (26/7) ini pada US$1.577 hingga US$16.10 per ounce.

Jika disesuaikan dengan inflasi, harga emas akan mencapai US$2.400 per ounce dan memecahkan rekor Januari 1980 pada US$850.

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1735212/amerika-eropa-keok-emas-berjaya

Sumber : INILAH.COM

Juli 25, 2011

paralyzed: AYAN pada bayi n ANAK … 250711

Filed under: Medicine — bumi2009fans @ 12:09 am

Infants and Epilepsy Title

Partial (focal) epilepsy syndromes of infancy and early childhood (ages 1 to 12)

Partial seizures are the most common types of seizures and can occur at any age. They are caused by abnormal electrical discharges that originate in one hemisphere or focal area of the brain. Their signs vary considerably and relate to the specific functions that are controlled by the brain areas involved.

Partial seizures are divided into two major categories, simple and complex. Simple partial seizures occur in full consciousness; complex partial seizures occur with impaired awareness that ranges from clouded to complete unconsciousness.

Partial seizure syndromes are marked by seizures that begin as partial seizures, episodes whose symptoms are confined to one side of the body. The seizures may sometimes evolve to what are termed generalized seizures, episodes that involve both sides of the body.

The syndromes are categorized as either idiopathic, when their cause is unknown, or symptomatic, when they have a known or presumed cause. Among known causes often seen with the symptomatic syndromes are brain tumors of various types, disorders of brain development, vascular malformations in the brain and brain infections.

The symptomatic syndromes that are identified by the brain region of seizure onset account for 40 percent of epilepsy in children, and tend to be more resistant to drug therapy.

Idiopathic
Benign focal epilepsy of childhood / benign rolandic epilepsy syndrome
Early-onset benign childhood occipital epilepsy / Panayiotopoulos syndrome
Symptomatic
Temporal lobe epilepsy syndrome
Frontal lobe epilepsy syndrome
Parietal lobe epilepsy syndrome
Occipital lobe epilepsy syndrome

Symptoms

Partial seizures are expressed in the following manners, dependent on the brain area(s) involved:

Motor activity (the tensing or relaxing of a muscle or group of muscles)
Sensory phenomenon (false impressions of taste, touch, vision, hearing or smell)
Autonomic activity (abdominal discomfort, sweating, ‘goose flesh,’ flushing or pallor, pupil dilation, incontinence)
Psychic phenomenon (garbled or arrested speech, distortions of memory, time,
or perceptions of reality, and feelings of anxiety, fear, elation, etc.)

Benign focal epilepsy of childhood / rolandic epilepsy syndrome (ages 2 to 12)

Rolandic epilepsy syndrome is the most common epileptic syndrome of childhood, representing 15 percent to 25 percent of childhood epilepsy. The syndrome takes its name from the gyrus of Rolando, the brain area that produces the EEG brain-wave pattern characteristic of this form of epilepsy. Although this distinctive EEG pattern is seen in 2 percent of healthy children, only 8 percent of these children will have epilepsy.

Children with rolandic epilepsy have normal development and normal neurological signs. Most do not have learning problems, although some may have specific problems with reading and language.

In one study, 50 percent of close relatives were found to have the characteristic brain-wave abnormality between ages 5 and 15 , but of all children who inherit this abnormality, only 12 percent will actually have seizures.

The first sign of rolandic epilepsy is typically a seizure during sleep. The seizure presents as a rhythmic tightening and relaxing of muscles on one side of the face and, perhaps, of the arm on the same side. The episodes awaken the child and may involve mouth movements, possible drooling and/or gurgling sounds without loss of consciousness.

Seizures during the day also include the lips, gums and cheek, the build up of saliva, speech arrest, and a tightening or twitching of face muscles on one side. Consciousness is maintained and movements of the arm and/or leg may also occur. The child may feel a numbness of the lips, gums and cheek after the episode.

Seizures in rolandic epilepsy are typically easy to control and usually disappear by age 16with or without treatment . The seizures are infrequent. Some doctors do not recommend treatment if the seizures happen only at night while others may not begin treatment until several seizures have occurred. Medications used in treating this condition are Phenobarbital, phenytoin, carbamazapine, oxcarbamazapine and valproate. Most children can be tapered off of medication after one or two years of therapy.

Early-onset childhood benign occipital epilepsy / Panayiotopoulos syndrome (17 months to 8 years)

Early-onset benign epilepsy of childhood with occipital seizures is a distinct form of occipital epilepsy—seizures that originate in the brain area responsible for vision. The peak age of onset for the early form is between ages 3 and 5. The late form (Gastaut type) has a peak onset between ages 7 and 9.

Seizures are infrequent with two-thirds of seizures occurring at night, usually shortly after the child falls asleep. The episodes typically last less than 10 minutes, with vomiting and gazing toward one side, and often evolving to rhythmic muscle contractions on one or both sides of the body. Episodes occur with or without impairment of consciousness. They are occasionally triggered or aggravated by turning off lights, going from lighted areas to dark ones, or from dark areas to light ones.

Some children may experience headache and visual symptoms—colored shapes, flashes of light—in associated with the seizure. The condition is sometimes confused with migraines, as these headaches are common either before, during or after the seizures.

The prognosis for early-onset childhood benign occipital epilepsy is excellent with most children outgrowing the condition after several years.

Children with this form of epilepsy have a genetic predisposition. The syndrome represents about 3 percent of childhood epilepsy, with a somewhat higher incidence in girls than in boys.

Occipital lobe epilepsy syndrome

The hallmarks of occipital epilepsy are visual hallucinations of stationary or moving colored shapes and flashes of light, with temporary loss of vision. The gaze is often fixed to one side. The episode may begin with forced blinking and an eyelid flutter, which are important signs in aiding diagnosis when the seizure spreads rapidly to adjacent brain areas.

About three-fourths of children with this syndrome have structural abnormalities of the occipital lobe, often due to perinatal brain injury and lack of oxygen. The condition is sometimes associated with Sturge-Weber (port wine) syndrome, celiac disease, Lafora disease and mitochondrial disorders.

Occipital lobe epilepsy syndrome is rare. Treatment for this syndrome and the prognosis for children who have it depend in each case upon the specific cause.

Mesial temporal lobe epilepsy syndrome

Temporal lobe seizures often begin with auras or conscious feelings of a rising sensation from the stomach and of fear. One of the sensory perceptions may also be triggered. Impaired awareness follows, typically with staring and movements of the lips, tongue or jaw. Fumbling, picking or gesturing may also occur. In very young children, the most prominent sign may be the stopping of all movement.

About 40 percent of children with mesial temporal epilepsy have previously had febrile seizures. Many also have a family history of epilepsy. Resistance to drug therapy is frequent, but brain surgery in these difficult- to-treat cases is 80 percent to 90 percent successful.

Nocturnal frontal lobe epilepsy syndrome

Nocturnal frontal lobe epilepsy is an inherited condition affecting children aged 2 and above.

The syndrome is characterized by:

Seizure clusters
Occurring only during sleep
History of nocturnal frontal lobe epilepsy in other family members
Normal intelligence
Normal findings on neuroimaging
Frenetic or agitated appearance at onset

With nocturnal frontal lobe epilepsy, seizures begin shortly after falling asleep or in the early hours before awakening with a gasp, grunt, hum , moan or word, and are followed by sudden thrashing movements . The child remains conscious but can neither control the movements nor speak. Thrashing can be vigorous enough to throw the child out of bed, which can result in possible injury.

Seizures usually last a minute or less, although the child may aimlessly wander of two to three minutes . During such wandering episodes, the child might scream and try to escape. Some children will have drop attacks or generalized tonic-clonic seizures as well.

Nocturnal frontal lobe epilepsy is typically treated with carbamazapine and, in some cases, surgery. ( The syndrome rarely goes into full remission.)

Parietal lobe epilepsy syndrome

Pariental lobe epilepsy is the least common of syndromes defined by area of brain affected. Parietal seizures spread rapidly, producing a range of symptoms that are also seen with other syndromes. A few signs are typical but appear in less than half of children who have this syndrome. Among the symptoms are:

Tingling, pricking or crawling sensations upon the skin
The feeling of burning, itching or pain
Pain occurs in the extremities and sometimes in the abdomen. A confused, disoriented state may also occur.

The body parts most frequently involved are the hand, arms and face. The symptoms may proceed to adjacent parts as the seizure progresses.

Partial seizures are divided into two major categories, simple and complex. Simple partial seizures occur in full consciousness; complex partial seizures occur with impaired awareness that ranges from slight to complete unconsciousness.
Treatment Options

A wide range of medical options is available for managing seizures in children. If the cause is known, it may be possible to eliminate the seizures entirely by treating the cause. Several syndromes are typically of short duration and they, too, will end without the need for seizure therapy. Most syndromes will require some form of seizure treatment, however, at least until the seizures go into final remission.

Medication is the first line of therapy for seizures. Although an extensive array of seizure medications is available overall, the choice for treating particular syndromes is limited. Hormonal therapy— the use of adrenocorticoropic hormone (ACTH) and prednisone (a synthetic corticosteroid drug)— is also beneficial in some cases.

Each child responds differently to medical therapy. Thus, children who experience the same syndrome may differ in the drug or form of therapy that works best for them.

Dose effectiveness in children is less predictable than in adults. This is because the rate at which children metabolize drugs can vary dramatically with age, especially in the first year of life. Illness with high fever is more common among children than adults, a factor that can also affect drug metabolism. Children whose syndromes are severe may require multiple drugs leading to drug interactions. Simultaneous treatment for another illness can also increase the potential for drug interactions.

A stringent medically supervised diet, the ketogenic diet, may be prescribed for children with certain severe epilepsy syndromes when medications fail. Like all medical therapies, the diet can have significant side effects. Brain surgery in selected cases may also be an option when medications fail and there is little risk of damage to vital brain tissue and function. Vagus nerve stimulation (VNS) using an implantable device is more commonly used in adults, but may have benefit in a small number of selected children with intractable seizures.
Outcome

Seizure syndromes have a generally predictable effect on the child’s developing abilities, strengths and weaknesses. Some children who have seizures will experience little difficulty and develop normally, whereas others will have developmental and/or cognitive problems that can range from subtle to debilitating. Much will depend on the frequency or severity of the seizures, the degree to which seizures are controlled, the dosage and number of anticonvulsants the child takes, and the presence of a disorder of brain function.

Seizure control and remission

Most children with epilepsy fall into four groups based on their type of epilepsy and the likely result of treatment:

Seizures can be expected to stop after a few years and treatment might not be needed for many children in this group.
Seizures are well controlled with medication. The child will become seizure-free and treatment is discontinued after several years.
Seizures do not go into remission and treatment is needed throughout life.
Seizures continue, although they might be fewer and/or less severe, even with drug therapy.

In general, children who respond early (75 percent–100 percent seizure reduction within the first three months of treatment) have a good chance of achieving long-term remission. However, those whose seizures are due to a structural lesion are less likely to have a favorable outcome.

More than half of children with uncontrolled seizures who are referred to a specialized epilepsy center have some type of abnormality of brain structure. The same structural abnormality may also be responsible for other conditions, such as cerebral palsy or mental retardation, in addition to seizures.

Children whose seizures are well controlled can often be tapered off medication, usually after a seizure-free period of two years. The medications are typically reduced slowly over 3– 12 months, with more time being used with medications that have a higher risk of withdrawal seizures. Families should never stop anticonvulsant medication without consulting the child’s doctor, as prolonged withdrawal seizures can cause severe neurological damage and disability.

The return of seizures after a period of remission is highly variable in different epilepsy syndromes. About 4 in 10 children who experience a first unprovoked focal or generalized tonic-clonic seizure will experience a recurrence in seizures within 8 years, with most occurring within 5 years.

Developmental milestones

Age-appropriate growth and development is variable among all children. In children with seizures, the variability is somewhat greater. Many will reach developmental milestones at a normal pace , whereas children who are severely affected may experience developmental delay. The cause for the delay, whether due to a structural brain abnormality, seizures, or medications, is often difficult to determine.

Cognitive and motor functioning

The long-term outcome for most children with seizures is generally favorable. Disability, when it does exist, can take many forms. Among the areas of potential impairment are language ability; visuospatial ability; memory and learning; motor functioning; attention and concentration; planning, concept formation and problem solving; behavior and social functioning; and mood and personality. Performance in these domains often improves when seizures come under better control or when go into full remission. Rarely is there a regression or loss in the level of ability or functioning once it has been achieved.

Juli 22, 2011

paralyzed: namanya juga ALTERNATIf … 220711

Filed under: Medicine — bumi2009fans @ 2:25 am

Jumat, 22/07/2011 09:04 WIB
Plus Minus Pengobatan Alternatif

Vera Farah Bararah – detikHealth

Jakarta, Ada beberapa pengobatan alternatif yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengobati penyakit yang dideritanya. Namun ada keuntungan dan kerugian dibalik pengobatan alternatif ini.

Selama ini masyarakat mengenal pengobatan konvensional yaitu dengan menggunakan obat-obatan medis, dan juga pengobatan alternatif seperti akupuntur dan relaksasi yang masih diperdebatkan.

Berikut ini beberapa keuntungan dan kerugian dari pengobatan alternatif yang dilakukan, seperti dikutip dari Lifemojo, Jumat (22/7/2011) yaitu:

Keuntungan
1. Menggunakan pendekatan holistik
Kebanyakan dasar dari pengobatan alternatif adalah untuk mengobati kondisi dan bukan gejala karenanya ia akan berfokus pada perawatan seluruh tubuh. Untuk itu biasanya pengobatan ini tidak hanya untuk fisik tapi juga kesehatan spiritual dan emosional pasien.

2. Pengobatannya lebih personal
Terapi alternatif umumnya bersifat personal tergantung pada kebutuhan pasien, karenanya ia tidak bisa diproduksi massal dan terfokus pada tubuh pasien sehingga secara individu.

3. Mengurangi stres
Stres adalah faktor penting dalam mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seseorang. Terapi alternatif seperti yoga dan meditasi bisa membantu mengurangi stres, hal ini akan membantu memerangi penyakit dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Kerugian
1. Membutuhkan waktu penyembuhan yang lama
Terapi alternatif umumnya tidak bisa memberikan penyembuhan secara instan sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan dibanding dengan pengobatan konvensional.

2. Diperlukan ketelatenan dari pasien
Beberapa pengobatan alternatif memerlukan adanya perubahan gaya hidup untuk menunjang terapi agar bisa bekerja lebih baik, sehingga diperlukan disiplin dan ketelatenan dari pasien.

3. Penelitiannya masih terbatas
Beberapa obat alternatif kini telah banyak diuji secara ilmiah dan terbukti efektif. Tapi sebagian besar obat-obatan yang digunakan belum diuji secara ilmiah dan disetujui oleh pemerintah setempat.

(ver/ir)

Juli 19, 2011

paralyzed: emaaa($1600)aa$ … 190711

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 1:02 am

Harga emas mencapai US$$1.607,90 per ounce
Oleh Bloomberg

Published On: 19 July 2011

JAKARTA: Harga emas mencapai rekor di posisi US$$1.607,90 per ounce, yang merupakan reli terpanjang selama 31 tahun tahun, di tengah konsentrasi krisis di Eropa dan permintaan yang tinggi atas logam mulia itu di As. Presiden Barack Obama menekan para pemimpin Kongres dalam perjanjian untuk memotong defisit multitriliun dolar. Runtuhnya Lehman Brothers Holdings Inc pada tahun 2008 menyebabkan kepanikan, Larry Summers, seorang mantan Sekretaris Keuangan, mengatakan kepada CNN dalam wawancara yang disiarkan kemarin. Euro turun ketika para pemimpin Eropa berencana untuk bertemu lagi untuk membahas krisis utang.

“Ada kekurangpercayaan pada pemerintah dan mata uang,” kata Frank Lesh, trader di FuturePath Trading LLC di Chicago, dalam sebuah wawancara telepon. “Ada lompatan untuk menyelamatkan emas. Ketika Eropa melakukan perbaikan ekonomi mereka dan AS juga memperbaiki ekonomi sendiri, kemudian mungkin emas akan terkoreksi.”

Kontrak emas untuk pengiriman Agustus naik US$12,30, atau 0,8% menjadi sekitar US$1.602,40 pada pukul 1:37 p.m. di Comex, New York. Harga logam itu naik untuk ke-10 kali sesi, yang merupakan reli terpanjang sejak Januari 1980, ketika harganya menanjak menjadi US$873, rekor waktu itu.

UBS AG mengatakan dalam sebuah laporan bahwa penjualan perusahaan Zurich pada 15 Juli mencatat bahwa permintaan uang logam emas terbesar dalam setahun. Logam dalam mata uang euro dan pound melonjak ke rekor baru setelah Presiden Bank Sentral Eropa Jean-Claude Trichet menegaskan penentangannya terhadap restrukturisasi utang Yunani. (ln)
Fears about debt send gold price to record
Investors searching for safety push gold to record price above $1,600 per ounce

Stan Choe, AP Business Writer, On Monday July 18, 2011, 5:41 pm EDT

NEW YORK (AP) — Gold’s reputation as a safe place for your money sent it above $1,600 for the first time.

Investors are worried about debt problems on both sides of the Atlantic. So they bid gold up $12.30 an ounce Monday to settle at $1,602.40. That’s a record for the market price for gold, but below its 1980 peak after adjusting for inflation. An ounce of gold at that time cost $850, or about $2,400 in today’s dollars.

Gold is looking better by the day because debt problems in the U.S. and Europe are making two other so-called safe havens, the dollar and the euro, seem shaky. The U.S. could default on its debt on Aug. 2 if Congress and the White House don’t agree to raise the country’s borrowing limit. In Europe, investors worry that Greece may default. Countries including Italy, Spain and Ireland are also struggling to pay their bills. Defaults could mean losses for the banks that own bonds issued by those countries, and that could trigger widespread disruption in financial markets.

Why own gold? It’s because gold has a long history as a way of preserving wealth, said Tom Winmill, portfolio manager of the $96 million Midas Fund. The fund owns gold and stocks in gold miners. “In 6,000 years, gold is one of the very few assets that have never gone to zero.” Winmill expects gold to rise to $1,800 by the end of 2012.

Investors believe gold is safe because it doesn’t depend on a government’s ability to repay a bond, like a Treasury or a Greek note. Neither do other commodities like crude oil, which has the added use of powering automobiles. “But it’s much easier to pick up a bar of gold than a swimming pool of oil,” said James Steel, an analyst with HSBC.

Gold rose 21 percent in dollar terms in the 12 months through June 30, according to the World Gold Council, an industry group. It rose against other currencies, too: up 2.2 percent in euros, 10.4 percent in Japanese yen and 16.5 percent in Indian rupees. But gold fell 5.5 percent against the Swiss franc, which is seen as one of the world’s safest currencies.

Gold’s rise has accelerated in the last two weeks: Monday was its 10th straight day of gains after it closed at $1,482.60 July 1. Gold has also steadily risen since the start of 2009, when it cost $880. The Federal Reserve has kept short-term interest rates at a record low of nearly zero since December 2008. Low interest rates weaken the appeal of the dollar, and that in turn sends gold higher.

Investors are behind much of the increase in the price of gold. Demand from investors rose 26 percent in the first quarter from a year earlier, according to industry data. Demand for gold from dentists for crowns and from companies for use in electronics was flat. Demand for gold in jewelry rose 7 percent.

The amount of gold held by exchange-traded funds and similar investments is at a record, according to Barclays Capital. Exchange-traded funds, also known as ETFs, trade like stocks and are a way for investors to own gold without having to store and insure actual gold bars or coins.

But much of that demand has been from speculative investors, such as hedge funds, said Jon Nadler, senior metals analyst with Kitco Metals. Gold could plunge — if investors regain their confidence that the U.S. won’t default and that the 27-nation European Union won’t be threatened by the region’s debt problems.

“I wish this was all about the man on the street, pension funds, but it’s not,” Nadler said. “It’s the type of player that tends to get up at the very next opportunity to find something hot elsewhere. Will all this end in tears?” Quite likely yes, because I see that the demise of the European Union and the United States as a debt entity is really not in the cards.”

paralyzed: LUMPUH saat TERJAGA … 190711

Filed under: Medicine — bumi2009fans @ 12:04 am

Misteri di Balik Tindihan
Erma Dwi Kusumastuti | Minggu, 21 September 2008 | 14:07 WIB

Pernah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak? Tenang, Anda bukan sedang diganggu mahkluk halus. Ini penjelasan ilmiahnya!

KEJADIAN ini sering saya alami sejak zaman SMA, bahkan hingga sekarang (meski frekuensinya sudah sangat berkurang). Saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, saya merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat saya sulit bangun ataupun berteriak minta tolong.

Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali.

Setelah itu, biasanya saya tidak berani tidur. Takut kesadaran saya hilang atau kejadian itu berulang lagi. Apalagi saat kejadian, saya seperti melihat sebuah bayangan di kegelapan.
Pernah saya saya bercerita tentang hal ini pada ibu saya. Beliau mengatakan saya mengalami tindihan. Dan menurut kepercayaan orang tua, yang menindih adalah makhluk halus. Ih, seram ya! Namun, logika saya berusaha mencari penjelasan ilmiah. Inilah hasilnya

Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.

Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.

Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.

Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).

Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.

Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).

Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.

Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.

Jangan Anggap Remeh
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.

Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.

Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.

Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.

Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.

Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara
– Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.
– Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
– Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
– Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
– Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
– Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
– Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
– Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.
– Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.
– Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.
– Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.

Juli 14, 2011

paralyzed: emaaa($1577)aa$ … 140711

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 3:23 am

Krisis Eropa memoles kilau harga logam mulia. Harga emas di New York Mercantile Exchange, Rabu (13/7), sempat menyentuh US$ 1.577,40 per ons troi. Ini merupakan posisi terkuat emas sepanjang sejarah.

Reli harga emas ini sudah memasuki hari kedelapan berturut-turut. Ini nyaris menyamai laju harga emas pada 25 April lalu yang menguat sembilan hari berturut-turut.

Spekulasi meluasnya krisis utang Eropa menjadi bahan bakar utama reli emas. Kabar terakhir, Irlandia adalah negara ketiga setelah Yunani dan Portugal, yang peringkat utangnya terpangkas akibat kesulitan finansial.

Moody’s Investors Service memangkas peringkat Irlandia menjadi Ba1 dari sebelumnya Baa3. Alasannya, Irlandia bakal membutuhkan tambahan dana talangan pada tahun ini. Di saat yang sama, pemegang obligasi Irlandia berpotensi merugi lantaran pemerintah negara itu tak mampu membayar utangnya.

Di luar krisis Eropa, pergerakan harga emas akan ditentukan kebijakan Amerika Serikat. Investor terus mencermati pembicaraan tentang batas pinjaman AS.

Pembahasan itu diharapkan rampung pada 2 Agustus. “Jika Kongres menyetujui batas utang US$ 20,3 triliun, dollar AS akan bertambah di pasar sehingga menyokong harga emas,” kata Ibrahim, Analis Senior Harvest International Futures kepada KONTAN, kemarin.

Di sisi lain, ada spekulasi kemungkinan Bank Sentral AS menggulirkan kebijakan Quantitative Easing tahap III (QE III). “AS mungkin menunggu tiga sampai empat bulan lagi, dengan melihat perkembangan makro negara itu,” prediksi Nizar Hilmy, Analis Harumdana Berjangka.

Secara fundamental, minat membeli emas warga dunia tak kunjung surut. Ambil contoh permintaan emas di India yang mencapai rekor tertingginya, 963,1 ton di tahun lalu. Mengacu data World Gold Council, permintaan emas India di bulan Mei tahun ini tumbuh 10% year-on-year.

Permintaan emas India mungkin meningkat menjadi lebih dari 1.200 ton pada 2020. Prediksi ini dipicu pertumbuhan ekonomi di negara itu sehingga mendorong daya beli masyarakat.

Para analis menebak, harga emas akan terus melaju sampai akhir bulan ini. Apalagi, otoritas Uni Eropa sepertinya membiarkan sebagian surat utang Yunani berstatus gagal bayar alias default.

Ibrahim optimistis harga emas pada minggu depan bisa menembus level US$ 1.580 per ons troi. Harga logam mulia ini diprediksi terus menanjak dan menyentuh US$ 1.600 di akhir Juli ini.

Edel Tuly, Analis UBS AG, juga mengerek proyeksi harga emas untuk rencana sebulan pada posisi US$ 1.575 per ons troi. Sedangkan untuk prediksi harga tiga bulanan, Edel masih mempertahankan logam mulia tersebut di level US$ 1.600 per ons troi.

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1310609646/72813/Harga-emas-bisa-US-1.600-bulan-ini

Sumber : KONTAN.CO.ID

Juli 12, 2011

paralyzed: perkenalan MATEMATIKA sejak DINI … 120711

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 2:19 am

Key Early Skills for Later Math Learning Discovered

ScienceDaily (July 11, 2011) — Psychologists at the University of Missouri have identified the beginning of first grade math skills that teachers and parents should target to effectively improve children’s later math learning.

A long-term psychology study indicates that beginning first graders that understand numbers, the quantities those numbers represent, and low-level arithmetic will have better success in learning mathematics through the end of fifth grade, and other studies suggest throughout the rest of their lives.

“Math is critical for success in many fields, and the United States is not doing a great job of teaching math,” said David Geary, Curator’s Professor of Psychological Sciences. “Once students fall behind, it’s almost impossible to get them back on track. We wanted to identify the beginning of school knowledge needed to learn math over the next five years. We found that understanding numbers and quantity is a necessary foundation for success as the student progresses to more complex math topics. In order to improve basic instruction, we have to know what to instruct. These are the factors that make a difference in the first grade above and beyond intelligence and other abilities.”

Geary and the team of researchers have been monitoring a group of 177 elementary students from 12 different elementary schools since kindergarten, with the intention of following them through their first algebra class in the 10th grade. For this study, the researchers factored out intelligence, working memory and other abilities to determine the most critical beginning of school math skills.

“This study reinforces the idea that math knowledge is incremental, and without a good foundation, a student won’t do well because the math gets more complex,” Geary said. “The kids that can go back and forth easily and quickly in translating numerals, the number five, for example, into quantities and in breaking complex problems into smaller parts had a very good head start.”

The researchers also found that first graders who understood the number line and how to place numbers on the line and who knew some basic facts showed faster growth in math skills than their counterparts over the next five years. However, the researchers found that these early math skills had no impact on future reading ability.

Geary says that while other studies have focused on reading success, this study is the first to examine how the basic math skills children bring to first grade effects their mathematics learning throughout an entire elementary school years. Future studies will focus on fractions and algebra.

The paper, “Cognitive Predictors of Achievement Growth in Mathematics: A Five Year Longitudinal Study,” will be published in the journal Developmental Psychology.

Juli 10, 2011

paralyzed : emaaa($1541)aa$ … 120711

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 2:20 am

Serikat pekerja PT Freeport Indonesia yang melakukan aksi mogok kerja besar-besaran di Timika, Papua, dinilai mempunyai pertimbangan politik yang matang dalam melakukan aksinya.

“Mereka (serikat pekerja) tahu bahwa Freeport adalah sebuah perusahaan tambang asing besar yang penting dalam penerimaan pendapatan negara. Karenanya, secara politis, lingkungan kerja mereka mempengaruhi aksi mogok kerja ini,” kata Peneliti Indef Akhmad Erani Yustika ketika dihubungi okezone di Jakarta, Selasa (12/7/2011).

Dia menyatakan, serikat pekerja secara politik melihat adanya keuntungan yang bisa diperoleh seperti kenaikan gaji yang mereka tuntut selama ini. “Saya justeru melihat permasalahan ini sebagai sesuatu yang laten, artinya permasalahan ini bisa muncul lagi kapan saja dan karenanya harus sesegera mungkin diselesaikan,” lanjutnya.

Menurut dia, pemerintah harus segera membentuk tim renegoisasi untuk bisa melihat persoalan ini secara runtut. “Pemerintah, serikat pekerja, PT Freeport Indonesia harus duduk bersama untuk mencari solusi yang efektif agar masalah ini tidak muncul lagi ke depannya,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan karyawan perusahaan tambang tembaga dan emas tersebut menuntut manajemen mengubah perjanjian upah kerja sesuai dengan standar perusahaan di bawah naungan Freeport McMoran. Karyawan Freeport di Timika selama ini mendapat upah rendah. Selisih upahnya mencapai USD30 per jam.

Menurut data pihak SPSI mereka hanya dibayar USD1,5-USD3 per jam. Sementara di pertambangan milik Freeport McMoran yang lain rata-rata dibayar sebesar USD15-USD35 per jam.

http://economy.okezone.com/read/2011/07/12/320/478692/aksi-mogok-karyawan-freeport-karena-dukungan-politik

Sumber : OKEZONE.COM
Emas masih dianggap sebagai tempat investasi terbaik. Di tengah kondisi perekonomian yang masih diliputi ketidakpastian, emas masih mampu memberikan imbal hasil investasi hingga 13% dalam 3 tahun terakhir. Harga emas internasional diyakini bisa menembus level US$ 2.100 per ounce pada 2014.

Chief Investment Strategist, Standard Chartered Bank, Steve Brice mengatakan, emas masih menjadi favorit investasi di bank tersebut dan merupakan komoditas paling menarik untuk jangka panjang. Ia melihat outlook emas masih ‘bullish’.

Salah satu alasan cerahnya outlook emas adalah berkaitan dengan lebih kuatnya pertumbuhan ekonomi di China dan India, sehingga meningkatkan pendapatan dalam beberapa tahun ke depan, yang pada akhirnya mendongkrak permintaan emas.

Selain itu, meningkatnya level utang dan kekhawatiran seputar pemulihan ekonomi yang berkesinambungan di negara-negara Barat telah mengurangi sensitivitas perbankan terhadap inflasi. Emas secara tipikal tetap baik pada lingkungan suku bunga riil negatif.

“Berdasarkan sejarah, emas tetap berkinerja baik selama periode imbal hasil riil AS negatif dan emas turun ketika lingkungan suku bunga riil positif. Kami perkirakan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga pada kuartal III tahun depan,” ujar Brice seperti dilansir dari The Star, Senin (11/7/2011).

Alasan lain untuk kenaikan harga emas adalah sikap Bank Sentral di Asia yang makin menyukai emas dan adanya peralihan dari Bank-Bank Sentral Dunia yang menjadi sumber nett suplai emas ke situasi dimana mereka meningkatkan cadangan emasnya.

“Selama saya bekerja, Bank Sentral selalu menjadi nett supply emas, namun yang kita lihat kemudian, mereka beralih menjadi nett buyers pada tahun lalu,” ujarnya.

Terakhir, suplai emas kemungkinan akan tertahan dalam jangka pendek meskipun aktivitas investasi mulai meningkat.

Untuk semester II tahun 2011, Brice mengatakan pasar saham akan menghasilkan returun yang normal antara 18% hingga 30% pertahainan, sementara aset tradisional seperti tunai dan surat berharga akan menumbuhkan imbal hasil yang lebih sedikit.

Pada perdagangan Jumat (8/7/2011), harga emas di pasar spot sempat naik hingga ke level US$ 1.545,30 per ounce atau tertinggi dalam 2 pekan terakhir, sebelum akhirnya ditutup lada level US$ 1.543 per ounce. Harga emas mencetak kenaikan mingguan terbesar sejak November 2009.

Lonjakan harga emas pada pekan lalu dipicu oleh data tenaga kerja AS yang mengecewakan sehingga menimbulkan kekhawatiran baru seputar kesehatan ekonomi AS.

Sepanjang pekan lalu, harga emas mendapatkan dorongan ketika Bank Sentral China dan Bank Sentral Eropa masing-masing menaikkan suku bunga untuk meredam potensi lonjakan inflasi.

Sumber: detikcom
Emas Menguat $11 dan Sepekan Naik 4%

Oleh: Asteria
Ekonomi – Sabtu, 9 Juli 2011 | 09:10 WIB

INILAH.COM, San Francisco – Emas berjangka naik US$ 11 per ounce pada Sabtu (9/7) dinihari tadi dan selama sepekan membukukan kenaikan mingguan sebesar 4%.

Data tenaga kerja AS yang lemah memicu kekhawatiran tentang ekonomi, memikat investor untuk mencari aset aman di logam mulia.

Emas untuk pengiriman Agustus naik 0,7% menjadi US$ 1.541,60 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange.

Emas berjangka, yang belum pernah ditutup di level setinggi ini sejak 22 Juni, menandai kenaikan persentase tertinggi mingguan, sejak pekan yang berakhir 6 November 2009.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa nonfarm payrolls naik hanya 18 ribu pada Juni, jauh di bawah kenaikan 125 ribu yang diperkirakan ekonom.

Selain melemahnya data ekonomi AS, faktor pendukung emas dalam jangka pendek adalah spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut, dan bahwa Federal Reserve harus segera menggelar putaran ketiga pelonggaran kuantitatif.

Demikian ujar Ed Bugos, direktur keuangan tambang di Strategic Metals Research & Capital. “Penguatan pasar berjalan pelan cukup lama, karena tidak ada penggerak fundamental dibalik kebijakan inflasi akan terealisasi dalam waktu dekat.”

Logam berjangka lainnya menguat tipis perdagangan terakhir, namun sepekan mencatatkan kenaikan, dipimpin harga perak. Perak September ditutup naik 1% di US$ 36,54 per ounce. Kontraknya menjadi yang tertinggi selama sepekan, dengan naik 8,4%.

Tembaga September ditutup di US$ 4,41 per pon, turun 3 sen untuk sesi, namun naik 2,5% untuk sepekan. Paladium September kehilangan US$ 7,60 menjadi US$ 778,95 per ounce, naik 2,8% sepekan, sementara platinum Oktober ditutup turun US$ 9,60 ke US$ 1.733,40 per ounce, naik 1% dari pekan lalu. [ast]

Juli 9, 2011

paralyzed : emaaa(tren v. berlian)aa$ … 090711

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 12:19 am

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: