eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

Januari 29, 2011

ya sudah lah: cari duwit emang GA NYAMAn … 290111

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 11:10 am

Jakarta Makin Tak Nyaman Jadi Tempat Tinggal
SABTU, 29 JANUARI 2011 | 14:36 WIB
… jakarta emang bukan t4 tinggal kale… tempat cari duwit, that’s it 😛 …

TEMPO Interaktif, Jakarta – Ahli tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan Jakarta sudah tidak nyaman lagi sebagai tempat tinggal karena tidak sesuainya jumlah penduduk dengan daya dukung Kota Jakarta. “Akibatnya intensitas bencana seperti banjir dan kemacetan sudah sering terjadi,” katanya usai diskusi tentang Kependudukan di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (29/1)

Yayat mengatakan Jakarta mempunyai luas 661,52 km2 dan kini dihuni oleh 9,6 juta jiwa, padahal sesuai dengan daya dukungnya adalah 6,5 juta jiwa. “Di Jakarta itu mestinya dihuni 100 orang per hektare,” katanya. Dengan kondisi seperti itu, kata dia, Jakarta semakin macet, kumuh, penuh polusi dan sering terjadi gangguan keamanan. “Produktivitas memang meningkat tapi semakin tidak nyaman untuk ditinggali,” katanya.

Tidak hanya Jakarta, kota-kota besar lainnya di Indonesia, seperti Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan juga semakin tidak nyaman sebagai tempat tinggal. Dia mencontohkan Bandung. Awalnya, kata dia, Belanda merancang kota itu untuk 500 ribu jiwa penduduk. “Tapi sekarang penduduk Bandung sudah 2,5 juta jiwa,” kataya.

Pemerintah, kata Yayat, mestinya membuat estimasi berapa persis daya dukung wilayahnya sampai 10 – 20 tahun ke depan. “ini untuk menjaga keberlangsungan kota-kota itu,” katanya.

Hal yang sama diungkap Kepala Lembaga Demografi Universitas Indonesia Sonny Harry Harmadi, pemerintah kota di Indonesia harus bisa merencanakan daya dukung wilayahnya. “Kira-kira satu orang penduduk itu membutuhkan berapa liter air, untuk menampung air tersebut butuh berapa luas lahan dan berapa batang pohon,” katanya.

IQBAL MUHTAROM

Januari 26, 2011

ya sudah lah: batik bwat $3mu4 … 260111

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 4:25 pm

Sukses Mariana Kuasai Batik Kelas Atas

Posted By Eddy Dwinanto Iskandar On January 6, 2011 @ 10:37 am In Entrepreneur, Swa Majalah

Visinya sederhana tetapi amat kuat: batik harus bisa dipakai oleh semua kalangan, baik tua maupun muda. Dan, Parang Kencana besutan Mariana Sutandi pun sukses merangsek pasar batik kelas atas.

Jika diukur dari eksistensi merek batiknya, yakni Parang Kencana, jejak bisnis Mariana Sutandi memang baru berusia 17 tahun. Usia yang relatif muda untuk membangun sebuah merek. Namun, jika dilihat dari awal persentuhannya dengan industri batik, tak kurang dari 30 tahun Mariana telah menggeluti dunia yang dilimpahi kekayaan tradisi dan budaya itu.

Tiga puluh tahun merupakan usia yang dianggap matang untuk menjalani garis hidup yang diyakininya. Dan itulah memang yang dialami Parang Kencana, yang kini semakin matang menjelajahi industri batik premium di Indonesia. Dengan 30 gerai yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan ataupun kawasan elite seperti Plaza Senayan dan Kemang serta di gerbang pertemuan Indonesia dengan dunia luar, Bandara Soekarno-Hatta, Mariana dengan gigih mengibarkan Parang Kencana yang berciri khas batik tulis bermotif parang. “Parang adalah salah satu corak yang pakem dan banyak dipakai keluarga bangsawan,” ungkap Mariana. Pilihan yang dirasanya sangat sesuai dengan segmen premium yang disasarnya.

Hingga kini, busana batik premium yang diproduksinya dibanderol seharga Rp 500 ribu-5 juta lebih per potong, baik kemeja lengan pendek, kemeja lengan panjang, maupun busana wanita seperti blus, terusan, dan berbagai model lainnya. Sementara selendang batik, harga yang dipatok malah lebih premium lagi, misalnya ada yang menembus Rp 15 juta lebih per helai.

Per bulan, produksinya kini mencapai lebih dari 5 ribu potong busana bermotif batik dan ratusan kain batik dengan mengaryakan sekitar 70 karyawan, lima desainer batik, 7 desainer busana, serta tak kurang dari 400 perajin batik di Pekalongan, Cirebon dan Jakarta. Meski demikian, sesuai dengan segmen yang disasarnya, Mariana menjaga eksklusivitas produknya. Caranya, ia hanya memproduksi 1-20 potong dari setiap desain yang mencapai 70 desain baru setiap bulannya. Sementara untuk kain batik lebih eksklusif lagi, hanya ada satu potong setiap desainnya.

Sambil menyantap masakan Jawa yang dipesannya, Mariana menceritakan lika-liku bisnisnya kepada SWA di butik utamanya yang cukup luas dan rindang di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Lahir di Malang 60 tahun silam, Mariana telah bersentuhan dengan dunia perbatikan sejak masa bersekolah di Solo. Saat itu, ia kagum pada teknik pewarnaan dan pembuatan kain batik yang memiliki alur kerja berlapis-lapis. Mariana yang memang menyukai tantangan, terpesona pada kesulitan dan kerumitan pembuatan sehelai kain batik yang bisa memakan waktu 4-6 bulan.

Kekaguman ini berubah menjadi bisnis semasa menempuh kuliah hukum di Universitas Parahyangan, Bandung, pada 1962. Bungsu dari empat bersaudari ini lantas menjajakan batik yang dibawanya dari Pekalongan kepada teman-temannya.

Selepas kuliah, ia sempat bergabung di perusahaan suaminya yang bergerak di bidang logam. Meski demikian, melihat gairah bisnisnya yang menyala-nyala di dunia batik, dirinya lantas diminta memimpin perusahaan batik ternama sejak 1972 – proses yang dijalaninya hingga 1993.

Pada awal 1990-an itu, akhirnya modal dan terutama nyalinya, sudah cukup terkumpul untuk mengibarkan bendera sendiri dengan merek Parang Kencana. “Banyak pergolakan dalam diri saya ketika memutuskan untuk berdiri sendiri,” ujarnya. Dengan modal tabungan seadanya dan ditopang kecintaan terhadap batik tulis yang meletup-letup, Mariana akhirnya mengawali bisnis dari garasi rumahnya di kawasan Simpruk, Jak-Sel.

Ia kemudian memasukkan Parang Kencana ke Pasaraya, salah satu dari sedikit mal prestisius di masa itu, serta di butik di Terminal D Bandara Soekarno-Hatta. Pilihan itu bisa diraih lantaran memiliki koneksi di kedua lokasi premium tersebut. Tidak heran, karena Mariana, yang selalu menjadi ketua OSIS di SMP dan SMA itu, memang aktif di berbagai organisasi, salah satunya di Dewan Kerajinan Nasional. Dari berbagai organisasi itulah ia mengenal banyak pengusaha seperti Abdul Latif, pemilik Pasaraya.

Pengalaman sebagai pemimpin perusahaan batik yang cukup besar selama puluhan tahun membuatnya memiliki jaringan dengan para perajin batik tulis di Pekalongan, Cirebon dan Jakarta. Ia bersyukur, berkat pola ibu asuh yang kerap diterapkan pada perajin, ia mendapat sokongan penuh dalam bentuk keluwesan pembayaran dari para perajin. Sebabnya sederhana, sejak dulu Mariana kerap membina perajin yang bekerja sama dengannya, mulai dari aspek desain hingga manajemen usaha, sehingga mereka dipercaya pihak perbankan.

Bisnis Mariana pun berkembang pesat. Perkembangan terbesar dicapai pada 2007. “Jujur, saya tidak tahu sebabnya. Tapi, saat krisis menerpa, seingat saya penjualan langsung melonjak sangat tinggi,” ibu dua putra dan satu putri itu – yakni Irwan Sutandi (41 tahun), Erry Sutandi (36 tahun) dan Ivonne Sutandi – menguraikan.

Mariana mengaku, awalnya selalu menggunakan dana pribadi untuk memutar roda bisnisnya. Namun, suatu ketika ia ditegur seorang teman yang memiliki bank. Menurut sang teman, dana pribadi jangan sepenuhnya dikucurkan untuk bisnis, harus ada pembagian risiko. Mariana mengikuti saran sang teman dan bisnisnya pun melaju. Beragam kreasi lahir dari tangannya. Antara lain, ia mengeluarkan seri Liris untuk pasar yang lebih muda pada 2000. “Saya ingin semua kalangan, baik tua maupun muda, memakai batik,” ujarnya memaparkan visinya.

Akhirnya, Liris diluncurkan dengan mengundang berbagai kalangan anak muda kelas atas di Jakarta. Liris, yang mengusung warna cerah dan desain kontemporer, sukses. Sejak itu, para desainer dan butik batik mengikuti jejaknya.

Sejak tahun 2000-an pula, satu per satu anak dan menantu Mariana dimagangkan di dalam perusahaan. Diawali oleh Irwan Sutandi yang kini mengurusi bagian produksi, lalu Erry Sutandi yang mengelola pemasaran, dan menantunya Meity Sutandi, istri Erry, yang diarahkan di lini penelitian, pengembangan dan desain. Dengan posisi sebagai komisaris, Mariana kini mengajarkan business wise yang dimilikinya dikombinasikan dengan manajemen modern yang dikuasai anak-anaknya.

Di sisi promosi, Mariana mengakui Parang Kencana jarang beriklan. Kendati demikian, ia tak kehabisan akal untuk berpromosi. Misalnya, bekerja sama dengan media fashion seperti Femina untuk pemakaian busana di sesi pemotretan modelnya. Juga, ia kerap menggelar show bersama perancang busana batik lain. Tak ketinggalan, pameran di beberapa negara seperti Turki juga pernah diikutinya.

Dalam hal manajemen perusahaan, Mariana mengaku memberi kebebasan walau dengan bimbingan dirinya. Semisal kepada Meity, ia membiarkan sang menantu mengalami kesalahannya sendiri. “Untuk bisa mengatakan sebuah batik itu baik atau tidak, dia harus merasakan sendiri, dan melihat sendiri. Tugas saya adalah membimbing mereka,” ujarnya menegaskan.

Mariana memang memiliki semangat kepemimpinan progresif. Ia membina anak muda untuk melanjutkan estafet kepemimpinannya. Selain dirinya, jajaran kunci seperti desain busana juga dipegang oleh orang muda. Bahkan, bisa dibilang sangat muda. Sebagai contoh, salah satu desainer busana Parang Kencana dipercayakan pada Evelyn Fransisca, lulusan terbaik sekolah mode Esmod jurusan desainer fashion yang baru berusia 22 tahun. “Saya tidak khawatir, mereka harus belajar dulu, kalau mereka salah ya tidak apa-apa, asal jangan diulangi lagi kesalahannya,” ujar Mariana.

Eve, sapaan akrab Evelyn, mengakui banyak mempelajari dunia batik dari Mariana. Dan dengan gaya kepemimpinan Mariana tak pelak Eve mengaku kagum pada bosnya. Sebab, selain Mariana hingga kini masih membimbing langsung tim litbang dan desain Parang Kencana, juga mengizinkan anak-anak muda itu mencoba hal baru. “Meski Ibu Mariana tidak menyetujui tapi dia tetap membolehkan kami melakukan tes pasar. Lalu, jika kurang berhasil di pasar, dia akan menganggap itu sebagai pelajaran bagi kami,” ungkap Eve, yang bersama timnya diminta Mariana menghasilkan 35 desain busana wanita per bulan.

Keberanian Mariana memercayai orang muda juga diapresiasi oleh Sonny Muchlison, dosen Institut Kesenian Jakarta, yang juga pengusaha batik premium dengan label Sonny. “Dengan desainer busana muda, Mariana melakukan penyegaran desain untuk mengombinasikan dengan desainer lama yang ada di perusahaannya,” ujarnya.

Mariana sendiri tidak melulu sukses dalam bisnis. Ia pernah merugi akibat pelanggan yang cukup terpercaya dari Malaysia tidak diketahui rimbanya setelah menerima produk Mariana. Selain itu, kenangan yang cukup membekas dalam dirinya adalah peristiwa pembajakan beberapa karyawan intinya di pertengahan tahun 2000 oleh sebuah label batik baru yang kini cukup sukses. “Ini off the record,” Mariana menegaskan, pada awalnya. Namun setelah dijelaskan bahwa SWA tidak berniat memanas-manasi situasi, ia akhirnya membolehkan SWA mengutip peristiwa pembajakan itu tetapi tak menyebut perusahaan batik mana yang telah membajak para karyawannya itu.

Bagaimana mengatasi kondisi tersebut? Mendengar pertanyaan ini, Mariana tampak merenung. “Saat kita kesulitan, jangan mengeluh. Tapi memohon ampun kepada Tuhan atas kesalahan kita sehingga mengalami hal ini. Tuhan tidak akan meninggalkan kita jika kita jujur di hadapan-Nya,” tutur Mariana.

Dengan sikapnya, Mariana yang aktif melayani di gereja, justru merasakan berkat Tuhan. Entah ada hubungannya atau tidak, ia mengaku usahanya tidak goyah sedikit pun. Bahkan, Mariana yang mendirikan Yayasan Umat Peduli untuk membantu pembangunan sekolah-sekolah di Indonesia bersama teman-temannya, semakin terpacu untuk berinovasi. Desain baru terus digelontorkan ke pasar. Lalu, pegawai baru yang relatif masih hijau langsung dipekerjakan, di bawah bimbingan intensif Mariana tentunya.

Keyakinannya terbukti membuat bisnisnya tetap melaju. Rata-rata bisnisnya tumbuh 15%-20% per tahun. Tak cuma itu, sejak pertengahan 2010, Parang Kencana diizinkan membuka gerai di lantai dasar Plaza Senayan. Padahal, menurut Mariana, mal elite tidak biasanya memberikan tempat bagi merek etnik Indonesia. “Ini tidak mudah. Pendekatannya saja setahun lebih,” ujarnya seraya tersenyum, tanpa bisa menyembunyikan kegembiraannya.

Mariana kini sudah bersiap melangkah lebih jauh. Jika berjalan sesuai dengan rencana, Desember ini workshop terbaru Parang Kencana akan dibuka di kawasan Cengkareng. Peningkatan produksi ini tentu saja untuk memenuhi permintaan pasar yang melaju cepat. Meski begitu, ia mengaku tidak akan memutuskan pasokan dari para perajin batik yang selama ini setia mengiringi bisnisnya. “Saya tidak mau mematikan orang lain,” ujarnya.

Selain itu, tahun depan, ia akan merilis Parang Kencana Kids untuk anak-anak dan bersiap membuka butik di kawasan Orchard Road, Singapura. Sebuah langkah yang sesuai dengan visinya yang sederhana tetapi kuat, yakni batik harus bisa dipakai semua kalangan.

BOKS:

Tonggak-tonggak Bisnis Mariana:

(1) Mendirikan Parang Kencana, tahun 1993.

(2) Memasarkan di Pasaraya dan Terminal D Bandara Soekarno-Hatta.

(3) Sukses meluncurkan seri Liris untuk kalangan muda, tahun 2000.

(4) Memiliki 30 gerai dengan produksi 5 ribu potong busana lebih dan ratusan helai kain batik tulis per bulan.

(5) Sukses memasuki lantai dasar Plaza Senayan, pertengahan 2010.

(6) Berencana membuka workshop di Cengkareng, Desember 2010.

(7) Berencana meluncurkan seri Parang Kencana Kids, awal 2011.

(8) Berencana membuka butik di Orchard Road, Singapura, awal 2011.

Kiat Sukses Mariana:

(1) Mengenal produknya (batik tulis) sejak dini (SMA).

(2) Membina perajin batik yang menjadi pemasoknya.

(3) Menjaga eksklusivitas produk (satu desain busana hanya diproduksi 20 potong).

(4) Inovasi tiada henti, 70 desain baru/bulan, meluncurkan batik anak muda (Liris), menyiapkan Parang Kencana Kids.

(4) Memberikan bimbingan sekaligus kepercayaan kepada anak muda untuk belajar dan berbuat salah.

(5) Mensyukuri karunia Tuhan dan tidak menyesali diri, melainkan terus berjuang saat dilanda masalah.

(6) Terus menyiapkan rencana ke depan, seperti membuka workshop dan butik di Singapura.

ya sudah lah: emas is A must (2010): 260111

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 2:24 am

Emas Bisa Lanjut Makin Mahal Tahun Ini
Editor: Erlangga Djumena
Kamis, 27 Januari 2011 | 13:23 WIB

shutterstock

SINGAPURA, KOMPAS.com — Kebijakan Federal Reserve mempertahankan stimulus moneter berpotensi mengangkat harga emas. Pasalnya, kebijakan stimulus yang sama telah berhasil mendongkrak kenaikan harga emas pada tahun lalu.

Hingga pukul 11.45 WIB, emas untuk kontrak pengiriman Februari 2011 di Divisi COMEX Pasar NYMEX Amerika Serikat naik 0,92 persen dari 1.333 dollar AS per troy ounce ke level 1.345 dollar AS per troy ounce.

Kemarin The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 0 hingga 0,25 persen. Bank sentral juga mempertahankan program stimulus senilai 600 miliar dollar AS hingga Juni. Pernyataan itu menggiring kenaikan harga emas kemarin, sebagai yang terbesar pada tahun ini.

Analis dari Barclays Capital, Yingxi Yu, menyebutkan selama Fed mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter, itu akan positif untuk emas. “Pernyataan Fed mencerminkan ketidakpastian prospek ekonomi, yang sudah menopang emas dalam beberapa tahun terakhir. Kami melihat penurunan harga hanya koreksi jangka pendek,” ujarnya.

Tahun lalu emas melaju 30 persen karena investor AS dan Eropa membeli emas untuk lindung nilai terhadap pelemahan dollar AS akibat pengucuran stimulus.

Selain pelemahan dollar yang menopang emas, permintaan fisik dari Asia, khususnya China dan India, bisa mengangkatnya lebih lanjut. “Kami memperkirakan harga emas akan terus menguat hingga akhir tahun ini,” ujar Mark Pervan, kepala penelitian komoditas di Australia dan New Zealand Banking Group Ltd., di Sydney. (Dupla Kartini/Kontan)
Rabu, 26/01/2011 08:10 WIB
Harga Emas Masih Sulit Naik Lagi
Nurul Qomariyah – detikFinance
… apa kaitan harga emas global dengan pertumbuhan ekonomi global? well, di satu sisi bisa berlawanan arah, karena pertumbuhan ekonomi akan memicu pertumbuhan ekspektasi positif pada investasi saham … namun pada saat pertumbuhan ekonomi dibarengi dengan inflasi, maka kenaikan pada suku bunga kredit produksi dan konsumsi akan menekan minat investasi saham dan menarik minat investasi lage pada emas … well, liat aja dah 🙂

Jakarta – Tren harga emas di awal tahun ini memang sulit menguat dan cenderung melemah. Pada pekan lalu harga emas masih tertekan menembus level 1342.05 dengan mencapai level terendah harian di level 1337.70 dan ditutup melemah di level 1343.40.

Pelemahan emas selama ini dipertegas lagi oleh pemosisian para investor yang mulai beralih ke sektor komoditi lainnya. Trader option komoditi telah menaikan taruhan bearish ke level rekor setelah reli minyak dan logam. Animo untuk menjual iShares S&P GSCI Commodity-Indexed Trust naik dua kali lipat awal Januari lalu ke rekor 18.797 kontrak yang beredar, menaikan rasio puts per call ke tiga tahun tertinggi 3.28- terhadap -1.

Wahyu Tribowo Laksono, analis dan periset pasar uang dan saham PT. ASKAP mengungkapkan, dari data posisi trader dari Commodity Futures Trading Commission atau CFTC, dapat terlihat bahwa spekulator berposisi bearish pada kelompok logam di minggu yang berakhir 18 Januari.

“Pada kelompok logam berharga, emas berjangka terus dibuang. Pembelian net emas berjangka merosot -12,379 ke 164,993 kontrak pada pekan tersebut. Penurunan tiga minggu berturut-turut membawa pembelian net ke level terendah sejak Juli 2009. Selama periode tersebut, harga emas merosot terkait investor mengambil profit dari posisi beli mereka,” jelas Wahyu dalam ulasannya, Rabu (26/1/2011).

Untuk bulan Desember, industri komoditi minyak dan tembaga mengalahkan emas, yang tahun lalu bersama logam mulia lainnya menjadi komoditi terbaik secara keseluruhan. Tren bulan Desember berlanjut dan ‘tema utama’ 2011 menurut Wahyu adalah bull market untuk siklus komoditi, didukung oleh pemulihan ekonomi.

“Secara jangka panjang, tren bullish emas harus bersaing dengan performa terbaik ‘grup CCCP’ yaitu crude, copper, corn and bean, platinum (atau minyak mentah, tembaga, jagung dan kacang dan platinum),” ungkap Wahyu.

Ia menambahkan, investasi emas melalui ETF jatuh ke level Agustus 2010 setelah anjlok sebesar 48 ton sejak tertinggi 20 Desember lalu.

Emas termasuk di antara komoditi yang anjlok belakangan ini, yaitu sebesar 3%. Sedangkan perak, yang menjadi primadona di 2010, menjadi komoditi yang paling buruk penampilannya pekan lalu, jatuh lebih dari 6,4%.

“Padahal belakangan ini dolar AS terus tertekan terutama oleh euro. Namun, pelemahan dolar gagal membuat emas mampu menguat di mana sektor komoditi umumnya cenderung bergerak datar, sebagaimana terlihat pada grafik indeks komoditi Reuters Jeffries CRB yang berkisar di level 331-335,” jelasnya.

Wahyu menambahkan, ancaman kebijakan pengetatan moneter oleh China masih menjadi alasan utama mengapa emas melemah belakangan ini. Namun menurutnya, pelemahan harga emas secara teknikal sebenarnya sudah dapat diperkirakan sebelumnya.

“Meski dalam jangka menengah dan jangka panjang emas masih bullish, namun outlook jangka pendek belum berubah: Sepertinya terdapat indikasi bahwa level top telah tercapai jangka pendek ini di 1430.90 (tertinggi 7 Desember). Selama gagal bertahan di atas level 1430.90, maka dalam jangka pendek emas rentan koreksi dan akan mengalami fase konsolidasi di antara level 1430.90 dan 1314.60 (terendah 22 Oktober). Memang, jika melihat sejarah emas satu tahun lalu, emas mencetak level tertinggi baru di 1226.20 pada 3 Desember 2009. Tepat di hari yang sama, emas anjlok dan berbalik melemah hingga ke level 1044.50 pada 5 Februari 2010 sebelum melanjutkan trend bullishnya hingga saat ini,” paparnya.

Namun, jika emas berhasil mempertahankan tembusannya di bawah level US$ 1363,80 per ounce maka emas bisa melanjutkan pelemahannya ke level US$ 1360,90 (terendah 16 Desember) dan level US$ 1342,05 yang merupakan level 23,6%, fibonaci dari terendah 22 Oktober (1314.60) ke tertinggi 7 Desember (US$ 1430,90). Jika US$ 1342,05 tersebut tertembus, maka terbuka jalan bagi emas untuk menguji level US$ 1329,40 (terendah 16 November 2010) atau bahkan level US$ 1314,60 (terendah 22 Oktober).

“Sepertinya emas masih akan mengejar level US$ 1314,60, jika level US$ 1329,40 tertembus. Meski demikian, harus diwaspadai jika emas mendekati level US$ 1314,60, karena tekanan rebound bisa saja akan signifikan,” tambah Wahyu.

Namun, konfirmasi tembusnya level US$ 1314,60 tersebut akan membuka jalan ke pengujian level psikologis US$ 1300 atau bahkan ke level US$ 1281,80 (terendah 28 September 2010).

Potensi rebound masih mungkin terjadi di sekitar level US$ 1329,40 atau US$ 1314,60 untuk menguji kembali ke level US$ 1353,30 (tertinggi 24 Januari). Bagaimanapun, selama level US$ 1379,20 (tertingi 19 Januari) dan level 1393.10 (tertinggi 13 Januari 2011) tidak tertembus, sepertinya emas masih cenderung turun. Dan meskipun emas mampu menembus level 1393.10, sepertinya level 1423.90 akan menjadi level yang sangat sulit untuk ditembus nantinya.

“Bagaimanapun, secara jangka panjang emas masih mungkin menguat. Alasan yang memungkinkan bullish emas tersebut bukanlah hal baru yaitu: Program Pelonggaran Moneter (Quantitative Easing) AS dan kebijakan stimulus global masih akan membuat investor cemas bahwa kebijakan tersebut akan memperlemah mata uang Investor cemas bahwa krisis utang Eropa masih berpotensi merembet spread Kecemasan inflasi berkait lonjakan harga komoditi dan pangan dunia,” papar Wahyu.

(qom/qom)

Januari 24, 2011

ya sudah lah: 9 bahan p0k0k … 250111

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 11:49 pm

Sembilan Bahan Pokok atau sering disingkat Sembako adalah sembilan jenis kebutuhan pokok masyarakat menurut keputusan Menteri Industri dan Perdagangan no. 115/mpp/kep/2/1998 tanggal 27 Februari 1998. Kesembilan bahan itu adalah:

  1. beras dan singkong
  2. gula pasir
  3. minyak goreng dan margarin
  4. daging sapi dan ayam
  5. telur ayam
  6. susu
  7. jagung dan sagu
  8. minyak tanah atau gas ELPIJI
  9. garam beriodium

… cabe, bumbu masak, rempah2 DAN SAYUR MAYUR serta buah-buahan TIDAK TERMASUK bo 😛
Hidden Hunger, Jadi PR Besar Pemerintah

Oleh: Dahlia Krisnamurti
Gaya Hidup – Senin, 24 Januari 2011 | 22:29 WIB
INILAH.COM, Jakarta – Masalah nutrisi masih menjadi agenda besar di Indonesia. Selain tingginya angka gizi buruk dan gizi kurang, masalah ‘kelaparan tersembunyi’ (hidden hunger) masih kerap dijumpai.

Edukasi yang tepat akan pengenalan dan cara memenuhi mikro nutrisi sangat dibutuhkan bagi para ibu dan anak.

Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, prevalensi kekurangan gizi pada anak balita komposisinya sekitar 13% anak mengalami gizi kurang dan 4,9% gizi buruk.

Jumlah anak balita saat ini sekitar 12% (sekitar 28,5 juta jiwa) dari total penduduk, yang berdasarkan Sensus Penduduk 2010 sebanyak 237,6 juta jiwa. Namun, penduduk Indonesia masih mengalami ancaman masalah gizi mikro atau yang biasa disebut kelaparan tersembunyi (hidden hunger), dan ini juga menunjukkan pentingnya masalah ini untuk perhatian bersama, antara pemerintah dan swasta.

Yulia Rimawati,kordinator gizi Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) mengatakan bahwa masalah nutrisi masih menjadi ‘PR’ besar pemerintah. Menurutnya, masalah kekurangan gizi mikro atau kelaparan tersembunyi (hidden hunger) masih sering ditemui.

“Saat ini sekitar 50% rata-rata penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan tersembunyi,” kata Yulia pada acara peringatan Hari Gizi Nasional, di Jakarta.

Sementara itu, ada dua faktor penyebab langsung akan terjadinya permasalahan gizi yang saling terkait. Kedua faktor itu adalah konsumsi pangan dan infeksi penyakit. Faktor ini sangat berkaitan dengan dengan angka kemiskinan di Indonesia yang semakin meningkat.

Mengenai angka pasti data kelaparan tersembunyi Yulia menjelaskan, pihaknya tidak mempunyai data secara pasti. Menurutnya, mendapatkan data pasti hal ini memang menjadi satu permasalahan.

Yulis menambahkan bahwa permasalahan gizi mikro yang banyak ditemui di Indonesia adalah kekurangan zat besi, yodium dan vitamin A, ini sangat beresiko untuk ibu hamil.

Menurutnya, pemberian vitamin A yang dilakukan di posyandu merupakan langkah yang dapat ditempuh untuk bisa mengatasi ancaman permasalahan gizi ini. Namun, kenyataannya persentase anak umur 6-59 bulan yang menerima kapsul vitamin A selama 6 bulan berturut-turut baru mencapai 69,8%.

“Tingkat kecukupan energi orang dewasa sebesar 2,200 kalori. Tetapi, masih banyak ditemui pola makan yang tidak sehat (hanya mengutamakan sumber pemenuhan zat gizi dari karbohidrat). Sehingga zat gizi mikro yang dibutuhkan kurang terpenuhi,” jelas Yulia.

Menurut data 2010 yang dihimpun PKPU menerangkan bahwa wilayah yang terhitung tinggi dalam hal kasus kelaparan tersembunyi adalah wilayah timur Indonesia dan wilayah Barat (Sumatera dan Aceh). [mor]

ya sudah lah: kebijakan LUCU bbm indon … 240111

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 3:15 am

Hitungan Subsidi BBM Salah Total, Rancu!
Penulis: Caroline Damanik | Editor: Latief
Sabtu, 22 Januari 2011 | 11:51 WIB

Kurtubi menuturkan, subsidi yang justru digunakan pemerintah adalah selisih harga pasar Internasional dan harga jual dalam negeri sehingga pemerintah seolah-olah terlihat rugi.

JAKARTA, KOMPAS.com — Bicara soal bahan bakar minyak memang tidak pernah ada habisnya, apalagi pembatasan BBM bersubsidi. Pada kenyataannya, rakyat sudah dibohongi pemerintah sekian lama.

Pakar perminyakan Kurtubi menegaskan, hitung-hitungan subsidi yang dimiliki pemerintah salah total. Ia mengaku telah menangkap kerancuan dalam istilah ataupun penghitungan subsidi BBM yang digunakan pemerintah.

Menurut aturan yang berlaku umum di dunia internasional, kata Kurtubi, subsidi adalah selisih dari biaya dan harga jual. Namun, subsidi yang justru digunakan pemerintah adalah selisih harga pasar internasional dan harga jual dalam negeri. Yang tampak adalah, kata dia, pemerintah seolah-olah merugi.

“Jadi, subsidi BBM tidak mengacu pada harga pokok internasional, tetapi harga pokok di Singapura. Jadinya besar subsidi. Padahal, kalau lihat biaya pokok enggak seperti itu. Hitungan pemerintah salah total. Itu bisa dibilang tipu-tipu. Agar kelihatan subsidinya gede, dibilang enggak ada dana untuk infrastruktur dan sebagainya. Kalau lihat biaya pokok enggak sampai. Keliru, salah total perhitungan pemerintah,” katanya di Wisma Antara, Sabtu (22/1/2011).

Oleh karena itu, Kurtubi mendesak pemerintah kembali ke hitungan universal yang berlaku di dunia. Menurut dia, dengan alur produksi migas di Indonesia selama ini, harga pokok produksi BBM (premium) hanya Rp 6.300 per liter. Adapun subsidi yang perlu dipenuhi pemerintah adalah selisih dengan harga jual premium saat ini, yaitu Rp 4.500.

Kurtubi mengatakan, memang minyak mentah yang diolah Pertamina juga termasuk minyak yang diimpor dari luar negeri. Namun, biaya pokok BBM seharusnya tetap lebih rendah dari harga internasional karena sebagian minyak mentah juga berasal dari domestic market obligation (DMO).

Januari 21, 2011

ya sudah lah: komedi tragis BBM 2011: 210111

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 1:22 am

Konsumsi BBM Subsidi Naik, BPH Migas Dapat 3 Instruksi
Jum’at, 21 Januari 2011 – 07:47 wib
Yuni Astutik – Okezone

JAKARTA – Terkait dengan melonjaknya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, Menteri ESDM Darwin Saleh mengirimkan surat kepada Kepala BPH Migas Tubagus Haryono. Dalam surat tersebut, Darwin meminta kepada BPH Migas untuk melakukan 3 hal.

“Suratnya baru hari ini (kemarin, Kamis 20 Januari 2011), kami terima isinya tentang adanya kecenderungan meningkatnya konsumsi premium yg akan melebihi kuota akibat naiknya harga pertamax,” ungkap Kepala BPH Migas Tubagus Haryono melalui pesan singkatnya.

Adapun hal ketiga hal yang haraus dilakukan yang pertama adalah intensifikasi pengawasan dlm menjaga ketersediaan pasokan dan pendistribusian BBM ke seluruh NKRI, dan yang kedua adalah menteri ESDM menghimbau agar BBM bersubsidi tepat sasaran. “Adapun yang terakhir adalah mendorong peningkatan penggunaan BBM non subsidi,” tandasnya lagi.

Selain itu, terkait dengan hal subsidi BBM tersbebut, pihaknya juga mengatakan telah secara langsung terjun ke SPBU untuk berkoordinasi langsung dengan Pertamina dan Hiswana Migas.

“Dan kami telah melakukan persiapan dengan turun langsung ke SPBU yang dilakukan oleh PPNS BPH Migas, selain itu kami jg melakukan koordinasi dg Pertamina dan Hiswana Migas. Adapun situasi terakhir (Kamis, 20 Januari 2011) kesiapan sarana fasilitas dan infrastruktur dalam rangka pelaksanaan pengaturan bbm,” tandasnya.

Sebagai tambahan, dirinya juga menjelaskan jika persiapan untuk wilayah Jabodetabek saat ini sudah 75 persen selesai dan ditargetkan Februari akan selesai 100 persen. Untuk SPBU sampai saat ini sudah mencapai 79 persen dan taregtnya Maret akan selesai dengan total SPBU sekira 720. Dan untuk mobil tangkinya sendiri sudah siap 100 persen.

Sedangkan untuk wilayah Jawa Bali, terminal BBM sudah selesai 30 persen, target selesainya sendiri pada Mei mendatang. Untuk SPBU selesai 49 persen dan target selesai akhir Juni, dengan jumlah sekira 3.025 SPBU. Sementara jumlah mobil tangki sudah mencapai 100 persen kebutuhan.(wdi)

ya sudah lah: emas is a must (2000) : 210111

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 12:26 am

70% Nasabah Beralih pada Investasi Emas

Oleh: Yatni Setianingsih
Jabar – Kamis, 20 Januari 2011 | 22:00 WIB

INILAH.COM,Bandung – Dari 230 nasabah PT Real Time Futures Cabang Bandung, sebanyak 70% atau 161 nasabah lebih memilih menginvestasikan emas dibandingkan mata uang atau saham.

“Untuk mata uang hanya 20%, sedangkan sisanya berinvestasi di saham,” ucap Branch Manager PT Real Time Futures Cabang Bandung, Nofriandi kepada wartawan, Kamis (20/1/2011).

Dia mengungkapkan modal investasi nasabah rata-rata Rp200-Rp300 juta, sedangkan untuk mata uang Rp100 juta, dan saham Rp200-300 juta.

“Harga emas naik saat harga mata uang dollar AS terhadap rupiah melemah, nasabah dapat mengambil keuntungan dari investasi ini satu bulan sekali, rata-rata profit (keuntungan) yang didapat untuk emas 20% dari modal awal,” ucapnya.

Dia mengklaim di perusahaannya nasabah tak akan pernah rugi. Pasalnya saat transaksi bursa berjangka ini rugi karena kesalahan sistem robot gold, nasabah tetap mendapatkan keuntungan 50% dari profit yang dia dapatkan pada bulan sebelumnya.

“Kami akan tetap memberikan keuntungan 50% jika tidak profit, karena kami ingin nasabah senang,” imbuhnya.[gin]

HATI-HATI DENGAN INVESTASI YANG SELALU MEMBERI KEUNTUNGAN TINGGI

HATI-HATI DENGAN INVESTASI YANG SELALU MEMBERI KEUNTUNGAN TINGGI

Spot gold, trading near a two-month low, headed for a third weekly drop amid speculation China will raise interest rates, curbing demand for commodities, and as exchange-traded product holdings fell to the lowest since August.

Bullion for immediate delivery was little changed at $1,347.32 an ounce at 11:02 a.m. in Seoul. The price yesterday tumbled to $1,343.53 an ounce, the lowest level since Nov. 19. The February-delivery contract was little changed at $1,346.60 an ounce in New York.

“Gold continues to be pressured because of concerns about China’s tightening,” Hwang Il Doo, a senior trader at Korea Exchange Bank Futures Co. in Seoul, said by phone. “Commodities are all down, and gold can’t be free from the pressure.” A third weekly fall would be the worst run since July.

Holdings in gold-backed ETPs fell 2.16 metric tons to 2,065.41 tons yesterday, the lowest amount since Aug. 18, according to data compiled by Bloomberg from 10 providers. Holdings reached a record 2,114.6 tons on Dec. 20. Hedge funds last week cut their bullish bets on a gold rally.

China may raise interest rates around the Lunar New Year if the nation’s consumer-price situation remains “not optimistic” in the first quarter, the China Securities Journal said in a front-page editorial today. The week-long break starts Feb. 2.

Platinum for immediate delivery was little changed at $1,811 an ounce. Cash palladium dropped 0.2 percent to $809.75 an ounce. Cash silver advanced 0.4 percent to $27.606 an ounce, still set for a third weekly drop.

Sumber : BLOOMBERG.COM

Januari 20, 2011

ya sudah lah: lebe sehat TEH, bo … 200111

Filed under: Medicine — bumi2009fans @ 1:27 pm

Studi: Teh Lebih Baik Dibandingkan Air Putih
KAMIS, 20 JANUARI 2011 | 18:47 WIB

TEMPO Interaktif, London – Sebuah survei penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Clinical Nutrition, melaporkan teh bisa lebih meredam haus dan memberi manfaat lain dibandingkan air putih.

“Minum teh sebenarnya lebih baik dibandingkan minum air,” kata Dr Carrie Ruxton, ahli gizi dan penulis utama studi tersebut kepada BBC.

“Air pada dasarnya adalah menggantikan cairan. Teh menggantikan cairan dan mengandung antioksidan sehingga punya dua hal yang terjadi untuk itu,” kata dia.

Antioksidan – khususnya flavonoid – dapat mengurangi kerusakan pada sel-sel karena aktivitas sehari-hari, sehingga peneliti percaya senyawa itu dapat membantu untuk menangkal serangan jantung dan beberapa jenis kanker.

Mereka menemukan bukti bahwa minum 3-4 cangkir teh sehari dapat mengurangi kemungkinan terkena serangan jantung. Beberapa studi menyatakan konsumsi teh terlindung dari kanker, meskipun efek ini kurang jelas.

Manfaat kesehatan lain termasuk perlindungan terhadap plak gigi dan kerusakan gigi dan menguatkan tulang.

British Nutrition Foundation merekomendasikan sekitar 1,5 sampai 2 liter sehari, dan penelitian menunjukkan bahwa minum teh 1-6 cangkir sehari, termasuk teh hitam, meningkatkan asupan antioksidan.

Namun, ada beberapa bukti bahwa teh dapat mencegah penyerapan zat besi dari makanan, sehingga mereka yang berisiko untuk anemia harus menghindarinya usai makan.

NUR ROCHMI | TIME

Tea ‘healthier’ drink than water

Drinking three or more cups of tea a day is as good for you as drinking plenty of water and may even have extra health benefits, say researchers.

The work in the European Journal of Clinical Nutrition dispels the common belief that tea dehydrates.

Tea not only rehydrates as well as water does, but it can also protect against heart disease and some cancers, UK nutritionists found.

Experts believe flavonoids are the key ingredient in tea that promote health.

Healthy cuppa

These polyphenol antioxidants are found in many foods and plants, including tea leaves, and have been shown to help prevent cell damage.

“ Tea replaces fluids and contains antioxidants so its got two things going for it
Lead author Dr Ruxton

Public health nutritionist Dr Carrie Ruxton, and colleagues at Kings College London, looked at published studies on the health effects of tea consumption.

They found clear evidence that drinking three to four cups of tea a day can cut the chances of having a heart attack.

Some studies suggested tea consumption protected against cancer, although this effect was less clear-cut.

Other health benefits seen included protection against tooth plaque and potentially tooth decay, plus bone strengthening.

Dr Ruxton said: “Drinking tea is actually better for you than drinking water. Water is essentially replacing fluid. Tea replaces fluids and contains antioxidants so it’s got two things going for it.”

Rehydrating

She said it was an urban myth that tea is dehydrating.

“Studies on caffeine have found very high doses dehydrate and everyone assumes that caffeine-containing beverages dehydrate. But even if you had a really, really strong cup of tea or coffee, which is quite hard to make, you would still have a net gain of fluid.

“Also, a cup of tea contains fluoride, which is good for the teeth,” she added.

There was no evidence that tea consumption was harmful to health. However, research suggests that tea can impair the body’s ability to absorb iron from food, meaning people at risk of anaemia should avoid drinking tea around mealtimes.

“ Tea is not dehydrating. It is a healthy drink
Claire Williamson of the British Nutrition Foundation

Dr Ruxton’s team found average tea consumption was just under three cups per day.

She said the increasing popularity of soft drinks meant many people were not drinking as much tea as before.

“Tea drinking is most common in older people, the 40 plus age range. In older people, tea sometimes made up about 70% of fluid intake so it is a really important contributor,” she said.

Claire Williamson of the British Nutrition Foundation said: “Studies in the laboratory have shown potential health benefits.

“The evidence in humans is not as strong and more studies need to be done. But there are definite potential health benefits from the polyphenols in terms of reducing the risk of diseases such as heart disease and cancers.

“In terms of fluid intake, we recommend 1.5-2 litres per day and that can include tea. Tea is not dehydrating. It is a healthy drink.”

The Tea Council provided funding for the work. Dr Ruxton stressed that the work was independent.

Story from BBC NEWS

ya sudah lah: CHAO$ in the streets… 200111

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 12:55 am

JAKARTA – Kota Jakarta sebagai salah satu ibukota negara yang paling tidak efisien di Asia, khususnya ditinjau dari aspek pembangunan infrastruktur dan transportasinya. Penilaian itu disampaikan oleh salah satu pakar dunia bidang pembangunan infrastruktur dari Harvard Kennedy School of Government, Jose Gomez-Ibanez.

“Namun, Jakarta masih berpeluang dan sangat potensial untuk berkembang karena masih memiliki karakteristik kota yang nyaman,” kata Direktur Korporasi PT Nusantara Infastructure Tbk Bernardus Djonoputro, kepada pers di Jakarta, usai Kuliah Umum oleh Jose A. Gomez-Ibanez “Percepatan Pembangunan Infrastruktur pada Kota Tidak Efisien: Sebuah Kasus Jakarta” di Jakarta, Rabu.

… KOMENTAR GW: pengalaman berlalulintas di Jakarta, dan kota2 besar laennya di Indonesia MEMANG TIDAK NYAMAN dan TIDAK AMAN … itu sebabnya asuransi kendaraan amat dibutuhkan … chaos di jalan2 jakarta sudah amat parah … ketidakkonsistenan penegakan hukum lalu lintas juga SUDAH AMAT PARAH … contoh, koridor busway transjakarta adalah yang paling MENCOLOK MATA … razia pelanggaran koridor sering membuahkan hasil yang tinggi, berarti pelaku pelanggaran lalu lintas emang banyak sekali … tapi saat tidak ada razia polisi, walau pun polisi ada di sekitar area busway, pelanggaran dibiarkan saja, sehingga ada rasa kecemburuan karena merasa dibedakan pada pengemudi yang tidak melanggar aturan busway … tempat mangkal kendaraan umum juga tidak konsisten diawasi dan diatur setiap hari oleh penegak hukum … pengemudi kendaraan roda dua yang melawan arus juga TIDAK KONSISTEN diawasi dan dijaga oleh penegak hukum … marka jalan banyak yang hilang, rambu2 jalan banyak yang rusak dan tidak diganti … pelanggaran aturan jalan tol maseh tetap terjadi dan SELALU MEMBAHAYAKAN ORANG LAEN (sang pelanggar aturan MEMANG SENGAJA MEMBAHAYAKAN DIRINYA SENDIRI, tapi orang laen yang kena risiko pastinya AMAT MENOLAK KESENGAJAAN ITU) …. kemacetan semakin hari semakin parah, TAPI PEMBIARAN TETAP BERJALAN … ketidakkonsistenan penegakan aturan 3-in-1 juga terjadi, terutama karena pembiaran joki dan jalur2 tersembunyi yang tidak diawasi dan dijaga SETIAP HARI … bagi penegak hukum BERTUGAS DI JALAN2 JAKARTA ADALAH PALING MELETIHKAN, MERESAHKAN, MEMBUAT SUSAH TIDUR, SAKIT KEPALA, walau pun KADANG-KADANG MENIKMATI jatah pungli pelanggaran … suap pada pelanggaran lalu lintas jelas maseh terjadi dan MAKIN SERING, MAKIN BESAR biayanya sesuai dengan tingkat inflasi 😛 …

Bernardus yang juga Sekjen Ikatan Ahli Perencanaan Indonesia ini, mengatakan, hal itulah yang disampaikan Jose saat menyampaikan sesi kuliah umum dan dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri atas para pihak, khususnya para ahli transportasi dan penggiat infrastruktur di Jakarta.

Menurut Ibanez sebagaimana disampaikan Bernardus, kota Jakarta paling tidak mengalami problem pemanfaatan lahan dan kapasitas transportasi massal yang tidak optimal dan mendominasinya kendaraan pribadi di jalanan Jakarta, khususnya sepeda motor.

Oleh karena itu, Ibanez, kata Bernardus menyarankan, setidaknya beberapa hal yang perlu dilakukan Jakarta agar segera menjadi kota idaman bagi warga dan pendatang, khususnya investor.

Pertama, perlunya meningkatkan pemanfaatan (utilisasi) yang optimal terhadap lahan yang ada, peningkatan kapasitas transportasi massal seperti busway dan Kereta Komuter Jakarta.

Kedua, perlunya segera diterapkan ketentuan jalan berbayar (road pricing), dan Ketiga, perlunya privatisasi yang memungkinkan swasta masuk dan terlibat pembangunan infrastruktur.

Jadi, tegasnya, kebutuhan transportasi massal yang memadai di Jakarta adalah sebuah keharusan dan meningkatkan kapasitas yang ada, termasuk penyeimbangan antara kapasitas yang ada dengan kegiatan bangun baru fasilitas infrastruktur dan transportasi baru. Kepemimpinan tegas

Untuk mencapai sasaran perbaikan jangka pendek, menengah dan panjang bagi terciptanya Jakarta yang nyaman dari segi infrastruktur dan transportasi, kata Sekjen IAP Bernardus, diperlukan kepemimpinan yang kuat dan tegas dari pemerintah yang ada.

“Kesulitan lahan dalam pembangunan infrastruktur akan segera berakhir, jika pemerintah bersama DPR mampu menuntaskan UU tentang Pembebasan Lahan segera disetujui dan diundangkan pemerintah,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, diperlukan ketegasan pemerintah, khususnya pemerintah daerah dalam memetakan peruntukan lahan untuk infrastruktur sesuai Tata Ruang yang disepakati oleh para pihak di sebuah daerah.

“Anehnya sampai sekarang untuk Jakarta sendiri, persoalan Tata Ruang dan Wilayahnya belum diperdakan,” katanya.

Artinya, sampai sekarang, zonasi dan pembangunan infastruktur di Jakarta, juga belum jelas dasar hukumnya. “Jika situasinya seperti ini, tata ruang Jakarta belum jelas, belum pasti dan belum memiliki kekuatan hukum,” katanya.

Bernardus menambahkan, persoalan yang sama juga hampir dihadapi oleh kota-kota besar dan berkembang di seluruh Indonesia karena sampai saat ini dari seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia, kurang dari 10 persen yang sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Tata Ruang sesuai dengan UU No 26/2007 tentang Tata Ruang.

“Sesuai UU itu, mestinya persoalan Tata Ruang kabupaten/kota di Indonesia tuntas pada 2010,” katanya.

PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) adalah salah satu pemain utama di bidang pembangunan infrastruktur di Indonesia dan hingga saat ini tercatat mengoperasikan empat ruas jalan tol melalui sejumlah anak usaha. Ke depan, perseroan ini akan bertekad menjadi salahsatu pengembang infrastruktur terkemuka di Indonesia. (tk/ant)

WaMenhub, Hehe Telmi!

Januari 18, 2011

ya sudah lah: emas 1$ a must (1970) : 190111

Filed under: EMAS or GOLD...ce'ileh... — bumi2009fans @ 10:13 pm

Gold rises on Asian demand, dollar decline

3:53pm EST
By Frank Tang
NEW YORK (Reuters) – Gold rose on Tuesday as strong Asian physical demand and a weaker dollar helped the precious metal retrace some of this month’s losses.
Customers in Asia have been buying gold at a price that remains well off its record high above $1,430 an ounce, even as other commodities such as crude oil, copper and grains are trading near multi-year highs.
“Every time gold goes down, people see it as a buying opportunity, and there is a lot of good physical buying from Asia coming into the market place,” said Miguel Perez-Santalla, vice president of sales at Heraeus Precious Metals Management.
Bullion has fallen more than 3 percent in January, on track for its biggest monthly decline since July. Gold rose 30 percent in 2010, but demand for safe-haven assets has waned this month on an outlook for a more robust global economy.
Premiums for Asian gold bars rose to hit another two-year high on Monday as jewelers from China rushed to buy ahead of the Lunar New Year in early February.
On Tuesday, gold benefited from a lower dollar against the euro on buying by sovereign funds and strong German data but doubts Europe can boost a rescue fund to head off debt problems may prevent further gains of the single currency.
The inverse correlation between gold and the dollar broke down last week as successful European bond sales lifted the euro against the dollar while reducing safe-haven demand for bullion.
Spot gold rose 0.2 percent to $1,367.80 an ounce by 3:19 p.m. EST, while U.S. February gold futures gained $7 percent to $1,367.50.
Spot silver rose 1.7 percent to $28.75 an ounce. But analysts expected more declines for silver, which has dropped more sharply than gold this month after an 80-percent gain last year. Silver is down about 6 percent so far in January.
Turnover in U.S. gold futures totaled about 180,000 lots, 15 percent above the 30-day average, but volume in COMEX silver was 4 percent lower, preliminary Reuters data showed.
The gold-to-silver ratio — the number of ounces of silver needed to buy an ounce of gold — fell on Tuesday but held near a one-month high at just below 48, showing that silver is outperforming gold.
Bullion started 2011 with its biggest two-week loss in nearly a year, after China tightened bank reserves to rein in inflation and as safe-haven demand faded.
Some analysts said negative factors such as recent outflow in gold exchange traded funds and liquidation in U.S. futures should not be overlooked despite gold’s rise on Tuesday.
Tom Pawlicki, precious metals and energy analyst at MF Global, said the latest CFTC’s Commitment of Traders report, which showed that noncommercial net longs, or speculators, declined over 12 percent last week, indicated a large fund might have exited the market.
Pawlicki said that the February gold contract’s 50-day moving average at $1,385 and a bearish head-and-shoulder top pattern could represent strong technical resistance in the near term.
DOLLAR LINK ERODES
Gold, which usually benefits from any decline in the dollar, has declined this month even as the dollar index .DXY has fallen by nearly half a percent since the start of the year.
“There was a divergence and the euro/dollar is not trading tick-for-tick with gold. Right now they are separate stories, said Heraeus’ Perez-Santalla.
In the platinum group metals, palladium gained 2.5 percent to $809.72 an ounce, near last week’s ten-year highs, while platinum climbed 1.3 percent at $1,822.50.
(Additional reporting by Amanda Cooper in London and Rujun Shen in Singapore; Editing by David Gregorio)

Laman Berikutnya »

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: