eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

November 10, 2008

obligasi jangka pendek & rd pasar uang cerah?

Filed under: Investasi Reksa Dana — bumi2009fans @ 2:10 am

Harga SUN berpotensi naik
Senin, 10 November 2008

JAKARTA : Harga surat utang negara
(SUN) bertenor jangka pendek pekan ini diprediksi terus naik, akibat
meningkatnya aksi beli dari beberapa manajer investasi (MI) yang akan
meluncurkan produk reksa dana dengan portofolio surat utang negara.

Senior Vice President
Head of Debt Capital Markets PT CIMB-Securities Indonesia A. Siwiwardhani
mengatakan akibat aksi beli tersebut memicu penurunan imbal hasil.

Pemicu lainnya,
lanjutnya, adalah aksi beli yang dilakukan oleh sebagian bank yang selektif
mengucurkan kredit hingga akhir tahun.

“Mereka [bank
dengan likuiditas berlebih] memiliki pilihan untuk menempatkan dananya pada
instrumen investasi yang lebih bebas risiko seperti SUN,” ujarnya kemarin.

Berbeda dengan
Siwiwardhani, Head of Debt Capital Markets PT Trimegah Securities Tbk Heru
Helbianto menilai sektor perbankan yang memiliki likuiditas lebih, setelah giro
wajib minimum (GWM) diturunkan dari 7,5% menjadi 5% belum mampu mencairkan
likuiditas akibat penetapan BI Rate pada level 9,5% pekan lalu.

“Rapat Dewan
Gubernur Bank Indonesia
itu membuat biaya peminjaman uang, khususnya melalui pasar uang antar bank,
masih tinggi.”

Biaya peminjaman uang
yang lebih tinggi, lanjut Helmi, membuat pelaku pasar akan meminta yield yang
lebih tinggi atau menunggu untuk bertransaksi hingga ada sinyal positif yang
lebih kuat dari pasar lokal maupun pasar global.

Heru menilai pelaku
pasar menginginkan suku bunga lokal mengikuti penurunan suku bunga di negara
lain seperti The Federal Reserve di AS, dan Bank of England di Inggris.

“Keputusan itu
memang kurang favourable [populer dan diskukai] dan menyebabkan lack of
confidence [berkurangnya kepercayaan] pasar.”

Perdagangan tipis

Menurut Heru, sikap
pelaku pasar yang menunggu, diprediksi membuat volume perdagangan pekan ini
menipis. Transaksi akan didominasi oleh investor lokal, karena investor asing
sedang berkonsentrasi menyiapkan dana untuk penerbitan obligasi Pemerintah AS
dan Jepang.

Pemerintah AS berniat
menerbitkan surat utang sebesar US$25 miliar untuk tenor tiga tahun pada hari
ini, dan US$20 miliar bertenor 10 tahun pada Rabu dan Kamis sebesar US$10
miliar yang bertenor 30 tahun.

Pemerintah Jepang juga
berencana menerbitkan surat utang setelah
sebelumnya menerbitkan surat
utang sebesar 200 miliar yen pekan lalu.

Penarikan dana oleh
investor asing, tutur Heru, diprediksi masih terjadi, tetapi akan berkurang
karena yield obligasi Indonesia
menarik.

Berdasarkan data Dirjen
Pengelolaan Utang Depkeu, kepemilikan SUN oleh investor asing hingga 4 November
mencapai 16,56% atau turun dibandingkan dengan posisi akhir Oktober sebesar
17,13% dari keseluruhan surat utang negara yang beredar di pasar sekunder senilai
Rp541,7 triliun. (tin01bis)

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: