eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

Oktober 31, 2008

what crisis?

Filed under: Contrarian Strategy,Investasi Reksa Dana di Indonesia 2008 — bumi2009fans @ 11:35 pm
nama produk

tanggal

NAB

% gain
pnm ekuitas syariah

28-10-08

537,43
pnm ekuitas syariah

31-10-08

615,32

14,49
fortis ekuitas

28-10-08

3.535,35
fortis ekuitas

31-10-08

4.059,12

14,82
manulife dana saham

28-10-08

2.745,26
manulife dana saham

31-10-08

3.111,37

13,34
manulife saham andalan

28-10-08

391,76
manulife saham andalan

31-10-08

451,51

15,25
phinisi dana saham

28-10-08

4.784,6
phinisi dana saham

31-10-08

5.556,05

16,12
schroder dana istimewa

28-10-08

1.316,16
schroder dana istimewa

31-10-08

1.495,68

13,64
schroder dana prestasi plus

28-10-08

5.980,66
schroder dana prestasi plus

31-10-08

6.827,71

14,16

so what gitu lho, kalo krisis, emangnya kenapa? orang ga bisa cari nafkah? org pada kelaparan? duit kepotong jadi setengah? mobil2 mogok gara2 distribusi bensin putus sama sekali? istri2 ngamuk2 di rumah, gara2 asap ga ngebul di dapur? anak2 malu ke sekolah karena ditagihin utang uang sekolah melulu gara2 krisis? emangnya saat ini gitu adanya? belum khan… he3… nih liat (di atas) hasil strategi antagonis saat krisis finansial SELURUH DUNIA (bahasa kerennya: global)!

Iklan

Investor lokal? Panik?

Filed under: Investasi Reksa Dana di Indonesia 2008,Terkait Saham BEI — bumi2009fans @ 10:31 am

Jumat yang gemilang, indek akhirnya menembus level 1.200 dengan kenaikan 82pts (7%) menjadi 1.257. Hanya dalam waktu tiga minggu IHSG tertekan dari level 1.900 menjadi 1.100 akibat kepanikan investor terhadap keberadaan pasar saham.

Kalau kita melihat koreksi indeks di Dow dari level 14.000 menjadi 8.000 (sekitar -40%) namun indonesia dari level 2.800 menjadi 1.100 (sekitar -60%), sebenarnya yang krisis Indonesia atau Amerika?

… well, investor asing tuh yang bikin gara2 abis, para hedge funds bertubi2 pada 2008 ini keluar melulu, daripada inves di bei … akibatnya semua harga saham tanpa terkecuali mengalami koreksi yang tidak perlu sama sekali, karena ulah segelintir hedge funds biadab … jadi data negative gain indonesia menunjukkan betapa kejinya perilaku hedge funds yang egoistik … investor lokal khan sangat mengerti situasi ekonomi negerinya sendiri, ya, tetap optimistik dan realistis sedikit

… makanya, gw sebenernya sebel abis harus mendengarkan ocehan seorang bule ekonom di sebuah seminar economic outlook yang diselenggarakan oleh sebuah bank asing di jakarta … mual rasanya, mereka cuma mikir perut mereka sendiri, mereka yang bikin ulah dengan merancang investasi weird (aneh) tapi risikonya ditimpakan ke investor lokal di negeri yang jauh amir dari asal negara mereka (damned you anglosaxoners)

media indonesia bilang:
Menurut Wakil Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmaja, masih terlalu banyak dana yang berlum terjamin LPS. Untuk itu, pemerintah harusnya bisa memberlakukan penjaminan penuh agar bisa mengurangi potensi pelarian modal. Meski dia mengakui hingga kini pelarian modal masih belum terjadi.

asymmetry works

Filed under: Terkait Saham BEI — bumi2009fans @ 2:50 am

tapi bahaya mengancam: karena ada jarak 30% dari titik tertinggi ke titik terendah … 2 bahaya seketika: para margin trader (short seller) yang pake kredit margin dari broker dan rupiah bo … semua pengawas sedang kebat kebit neh, apalagi regional merah kecuali nikkei n taiwan … rupiah pun melemah ke 11150 pagi ini

bank2 katanya lagi naek LDRnya, walau pun NPLnya mungkin tidak meningkat sekali, tapi profitabilitas bank cukup oke lah, kecuali yang terkena imbas indover

pertambangan tampaknya masih bernafas lega

pertanian, kelapa sawit, kayanya agak hepi, automotif jangan2 malah lage ngebut neh karena aji mumpung: bbm mo turun, inflasi rendah, sebelum rupiah anjlok lebe dalam (kalo emang bakal terjadi tapi) … ati2 ama yang di depan mata (he3 kaya mama lorenk aja)

lumayan: Jakarta Composite 1,256.704 5:06AM ET +82.8409 (+7.06%)

kepala sahid… oops, bukan mutilasi, eh tapi

Filed under: GLOBAL ECONOMY,Terkait Saham BEI — bumi2009fans @ 1:06 am

Harga CPO tertinggi sejak Maret

SINGAPURA: Kontrak minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mencatatkan peningkatan tertinggi sejak Maret, setelah sempat anjlok sekitar 28% pada bulan lalu, sehingga memperlebar jarak harga dengan minyak kedelai dan minyak mentah.
Minyak sawit mentah untuk pengiriman Januari naik RM104 atau 7,3% menjadi RM1.539 per ton yang setara dengan US$434 per ton di bursa komoditas Malaysia. Kenaikan harga itu merupakan yang paling tinggi terhitung sejak 10 Maret. Pada pukul 12.09 waktu Kuala Lumpur, CPO diperdagangkan pada level RM1.505 per ton.
Kenaikan kontrak CPO itu mengikuti perbaikan harga minyak kedelai dan minyak mentah. Minyak kedelai untuk pengiriman Desember naik 2,6% menjadi 35,23 sen per pound. (Bloomberg/23)

… semoga distribusi minyak goreng dalam negeri ga terganggu hujan bo … kalo terganggu, berarti ada 2 alasan gede untuk memfluktuasikan harga, dan risiko inflasi jadi lebih besar lage … padahal suasana hati inflasi sedang nyaman

ada seafood di bursa…

Filed under: Terkait Saham BEI — bumi2009fans @ 1:00 am

Bahaya repo ‘cumi’
bisnis indonesia:
JAKARTA: Kalau suspensi Bumi diperpanjang satu bulan lagi, broker yang memegang repo saham Bumi akan megap-megap karena kehabisan likuiditas, jika saham terus turun.
“Saya menduga suspensi sebulan itu untuk menyelesaikan repo ‘cumi’ [cuma minjam nama],” ujar satu pialang di broker lokal.
Repo cumi merupakan transaksi yang dilakukan oleh pihak-pihak internal di Grup Bakrie untuk kepentingan pribadi, sehingga seolah-olah untuk kepentingan perusahaan Bakrie.
Jika dikalkulasi secara total, repo seluruh saham Grup Bakrie bisa mencapai Rp8,3 triliun, itu di luar repo ‘cumi’. “Repo ‘cumi’ ini yang paling berbahaya karena sulit dideteksi.”
Dalam pertemuan dengan 12-15 broker beberapa pekan lalu, Nirwan Bakrie dan Ari S. Hudaya mengungkapkan empat koordinator resmi yang dipercaya oleh Bakrie untuk bertransaksi saham, termasuk repo yaitu Bayu, Amish, Lal, dan Rahmani untuk meminimalkan repo ‘cumi’.
Jadi kalau ada broker yang mendapat order titip beli atau repo saham Grup Bakrie di luar koordinator itu, berdoalah ada pihak yang bersedia melunasi transaksi itu. (Wisnu Wijaya)
Bisnis Indonesia

peluang V ancaman: bumi, ceritamu masih

Filed under: Terkait Saham BEI — bumi2009fans @ 12:54 am

Bakrie minta suspensi diperpanjang sebulan Saham Bumi diobral

JAKARTA: Grup Bakrie akhirnya berhasil melepas 35,25% atau 6,84 miliar saham PT Bumi Resources Tbk kepada sejumlah pembeli yang bergabung dalam sebuah perusahaan yang dibentuk dengan tujuan khusus (special purpose vehicle/SPV) dengan harga sekitar US$1miliar.
Apabila dihitung, Bakrie melego Bumi Rp10,7 triliun atau Rp1.564 per saham, diskon 39% dari harga pasar terakhir sebelum disuspensi Rp2.175. Itu berarti kapitalisasi pasar Bumi hanya Rp30,34 triliun.
Seorang petinggi Grup Bakrie mengatakan kesepakatan jual beli saham Bumi kemungkinan dilaporkan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini atau besok.
Seiring dengan itu, PT Bakrie & Brothers Tbk juga meminta perpanjangan suspensi saham Bumi hingga satu bulan lagi, padahal saham itu kini disetop lebih dari tiga pekan.
“Tidak mudah mendapatkan pembeli tunggal dengan dana US$1 miliar. Karena itu yang terjadi adalah pembentukan konsorsium antara perusahaan asing dan lokal,” ujarnya dua hari lalu.
Salah satu perusahaan yang namanya muncul a.l. Tata Power. Setelah menjual Bumi, lanjutnya, Grup Bakrie juga akan melego Energi Mega. Proses negosiasi itu berlangsung sangat alot karena rendahnya harga penawaran dari pembeli membuat Grup Bakrie dalam posisi yang sulit untuk meraih harga yang optimal. Tetapi apa pun, lanjutnya, Bakrie membutuhkan sedikitnya US$1,2 miliar untuk melunasi utangnya. “Yang mendesak dibayar adalah penyelesaian transaksi repo [repurchase agreement] saham Bumi di pasar Rp6,3 triliun.”
Repo merupakan strategi mencari utang dengan menjaminkan efek dengan komitmen pembelian balik efek itu pada harga dan waktu tertentu. Biasanya, tenor repo minimal sebulan dan tiga bulan.
Dirut BEI Erry Firmansyah tidak bersedia berkomentar mengenai permintaan perpanjangan suspensi.
BEI mulai hari ini menerapkan penolakan otomatis lebih dari 20% di atas acuan harga dan lebih dari 10% di bawah acuan harga dari se-belumnya lebih dari 10% di atas dan di bawah acuan harga.
Direktur Bakrie & Brothers Dileep Srivastava mengatakan proses penjualan Bumi masih berjalan.
Ari Pitoyo, Head of Research PT Mandiri Sekuritas, menambahkan jika tanpa opsi buyback, harga penjualan Bumi Rp1.564, itu terlalu murah. “Harga itu mencerminkan P/E [price to earning ratio] sekitar 3 kali. Itu sangat murah,” katanya.
Satu bankir investasi yang mendengar informasi itu menambahkan Tata Power dua hari lalu bertemu dengan salah satu konglomerat Oei Hong Leong di Singapura untuk membicarakan kemungkinan membentuk konsorsium dalam pembelian saham Bumi.
Oei Hong Leong merupakan putra dari konglomerat Eka Tjipta Widjaja (Grup Sinarmas). Menurut Forbes Magazine, Oei merupakan orang terkaya nomor 10 dari 40 pengusaha Singapura terkaya. “SPV yang dipakai oleh konsorsium Tata Power dan Oei Hong Leong kemungkinan besar bukan Chip Lian Investments Pte Ltd.”
Konsorsium Texas Pacific Group (TPG) dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, yang semula mengajukan harga US$1,28 miliar atau Rp2.000 per saham terhadap saham Bumi, pada Rabu mengundurkan diri.
“Batas akhir draf perjanjian jual beli bersyarat [SPA] yang disiapkan TPG pada Rabu pukul 17:00 WIB. Bakrie belum merespons usulan harga itu,” katanya.
Sinarmas berminat
Grup Sinarmas, yang kini memiliki PT Smart Telecom, bernegosiasi dengan Grup Bakrie untuk membeli 20%-60% saham PT Bakrie Telecom Tbk pada harga Rp200 per saham.
Seorang bankir investasi yang mendengar informasi itu mengatakan penjualan Bakrie Telecom merupakan bagian dari rencana divestasi sebagian kepemilikan di anak perusahaan Bakrie.
Apabila dikalkulasi, Bakrie akan mengantongi Rp1,14 triliun-Rp3,42 triliun dari penjualan 20%-60% saham operator CDMA Esia itu.
Dileep mengatakan proses pelepasan Bakrie Telecom saat ini masih terus berjalan. “Silakan hubungi Grup Sinarmas,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, salah satu pemegang saham Grup Sinarmas Franky Widjaja tidak merespons konfirmasi mengenai negosiasi pembelian itu. (Pudji Lestari/ Sylviana Pravita R.K.N.)Oleh Wisnu Wijaya & Abraham Runga Bisnis Indonesia

hot money is hot money

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 12:37 am

Jumat, 31/10/2008 07:12 WIBJangan Pancing Hot Money dengan BI Rate Tinggi! BI sebaiknya menanggalkan dulu strategi BI rate yang tinggi sebagai alat untuk memancing kedatangan hot money sebelum konsolidasi sektor keuangan dan sistem perbankan di AS dan Eropa rampung.

hot money selalu bikin rusuh, baik ketika masuk mau
pun saat keluar … karena ketika masuk, rupiah menguat, para eksportir
kebat-kebit langsung … ketika keluar, rupiah jeblok, eksportir seneng tapi
kebat kebit juga karena cost push inflation … jadi, hot money adalah
pengganggu kestabilan kurs … instabilitas kurs adalah musuh utama para
eksportir … sementara untuk indonesia, saat ini, ekspor adalah kontributor
pertumbuhan yang nyaris seimbang dengan permintaan konsumsi dalam negeri, karena
investasi langsung para pemodal masih relatif kecil … jadi, jagalah hati para
eksportir bo

Oktober 30, 2008

mudah LUPA DIRI

Filed under: GLOBAL ECONOMY — bumi2009fans @ 11:10 am

bisnis indonesia:

Kira-kira sepelemparan batu dari Wall Street-simbol pasar bebas yang sedang mendapat olok-olokan dunia-Aburizal seusai pertemuan dengan para pengelola keuangan global (fund manager)

berpetuah tentang pelajaran yang harus disimak oleh
perusahaan di Indonesia dari krisis finansial Asia.

Perusahaan, demikian kata pemilik Grup Bakrie itu,
harus berhati-hati dalam mengelola keuangan sebagai antisipasi terhadap sistem
keuangan global yang rapuh

. … dst, dstSebuah harapan yang sangat realistis karena dalam negosiasi restrukturisasi utang dengan kreditor disepakati kalau akhirnya Bakrie diperkenankan membeli kembali aset-aset tersebut.
Lalu, seperti diketahui, Bakrie tidak hanya bisa membeli kembali, tetapi justru kembali mengangkasa. Perjalanan bisnis keluarga setelah krisis 1997 itu diringkas dalam sebuah tajuk tulisan yang dipersembahkan kepada Nirwan Bakrie dalam perayaan ulang tahunnya ke-55 setahun lalu: Nirwan, Setelah Terjerembab Kembali Mengangkasa (Mozaik Nirwan D. Bakrie, hal. 54).

Saat itu, Bakrie memang benar mengangkasa dengan
sayap-sayap komoditas bersama baling-baling utang. Di tengah keasyikan ekspansi
dan berputar dalam roda perekonomian nasional, Ical seperti telah melupakan
petuahnya sendiri, tentang kehati-hatian dalam berekspansi, tentang kesiapan
dalam menghadapi kerapuhan sistem keuangan global.

… pengalaman dan sejarah adalah guru paling utama; tapi pelajaran pahit selalu berulang ketika guru ditinggalkan lagi …

keroyokan, tapi mentok…

Filed under: Terkait Saham BEI — bumi2009fans @ 6:53 am

semua kategori sektor nyaris mentok autorejection 10% … uda saatnya buat asymmetrical autorejection, batas atas +25%, batas bawah -10%

eh, akhirnya datang juga:
Kamis, 30/10/2008 22:12 WIB
BEI Terapkan Auto Rejection Asimetris Mulai Jumat
Angga Aliya ZRF – detikFinance

Foto: Indro/detikFinance Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menerapkan sistem auto rejection secara asimetris mulai perdagangan Jumat, 31 Oktober 2008.

Perubahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan pasar dan memperhatikan masukan dari berbagai pihak yang berkompeten dalam rangka pelaksanaan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien.

“Bursa memandang perlu untuk melakukan perubahan secara bertahap terhadap ketentuan Auto Rejection yang semula lebih dari 10% di atas atau dibawah Acuan Harga diubah menjadi lebih dari 20% di atas Acuan Harga atau lebih dari 10% di bawah Acuan Harga,” demikian pengumuman dari BEI, Kamis (30/10/2008).

BEI sejak 12 Oktober 2008 memperlakukan auto rejection simetris, yakni membatasi kenaikan atau penurunan harga saham 10% untuk perdagangan di Pasar Reguler Dan Pasar Tunai.

Sementara untuk ketentuan baru yang membatasi
kenaikan harga saham 20% dan penurunan harga saham 10%, akan berlaku hingga
batas waktu yang ditentukan.


(qom/qom)
media indonesia: Perdagangan kembali menggeliat dan cukup ramai dengan volume mencapai 3,736 miliar saham dengan nilai Rp1,693 triliun dari 60.239 kali transaksi. (Ant/OL-01)

data ini menunjukkan betapa kecilnya nilai
total transaksi dibandingkan rata2 sebesar Rp.3-4 T prasuspensi … jadi, emang
uda saatnya untuk melakukan sesuatu yang berisiko, yaitu memperlebar batas
autorejection … he3… khan bursa tempat investasi para risikowan/wati …

obligasi anjlok, gara2 ditinggal asing

Filed under: Investasi Umum — bumi2009fans @ 4:14 am

Kamis, 30/10/2008 10:25 WIBCabutnya Investor Asing dari SUN Tak Terhindarkan Angga Aliya ZRF – detikFinance

Foto: Wahyu-detikFinance Jakarta – Krisis keuangan global memaksa investor asing untuk cabut dari pasar Surat Utang Negara (SUN) Indonesia. Kaburnya investor asing ini memang tak bisa dihindari mengingat banyaknya sentimen negatif.
Hal tersebut disampaikan Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10/2008) malam.
“Itu memang satu fenomena yang tidak terhindarkan, sekarang (pemilikian SUN oleh asing) sekitar 17,5%. Sebelumnya itu sekitar 18% kira-kira awal bulan, turun 1%,” ujarnya.
Menurutnya penurunan kepemilikan asing ini karena ada persepsi investor yang muncul akibat adanya sentimen negatif, terutama terhadap surat berharga yang diterbitkan oleh negara berkembang seperti Indonesia. “Dimana-mana terjadi hal itu lalu ada kasus Indover,” ujarnya.
Berdasarkan data Departemen Keuangan, kepemilikan asing pada 28 Oktober 2008 mengalami penurunan menjadi Rp 93,06 triliun. Pada awal Oktober lalu tepatnya 10 Oktober 2008, kepemilikan asing di SUN mencapai Rp 99,54 triliun.
Selain dari sisi kepemilikan, paniknya investor asing juga terlihat dari peningkatan credit default swap (CDS) menjadi 1.200 basis points (bps) pada SUN berdenominasi asing. Yield obligasi juga hampir menembus 20 persen untuk beberapa seri obligasi negara.
“Tapi hari ini (Rabu) CDS turun lagi ke 900 basis poin, kemarin yield SUN yang tadinya 10 tahun itu hampir 21% tapi sekarang tadi saya dapat telepon dari pelaku pasar, turun jadi 17%,” ujarnya.
Rahmat meminta investor asing untuk tidak khawatir dengan fundamental ekonomi Indonesia. APBN tetap dijalankan sesuai target, tidak berubah, inflasi semakin terkendali.
“Jadi sebetulnya itu karena tadi, yang membuat segala sesuatu ini tadi adalah persepsi, namanya persepsi itu pasti temporer, persepsi bahwa Indonesia akan default, itu kan persepsi. Ini tercermin CDS yang naik secara tajam, dan ini persepsinya tidak berdasarkan faktor fundamental,” tegasnya.(ddn/ir)

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: