eK0n0mi taK seriU$ d/h ekonomitakserius@blogspot.com

Mei 30, 2007

ready for 2009

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 3:17 pm

latest incident in east java made a very clear indication that great conflict will come eventually … so indonesian will be really ready for a bloody election period in 2009 … elite conflicts combine with horizontal conflicts and vertical conflicts will come together again in the history of the archipelago … warming up session is getting hotter and sweatier, muscles are toned harder … ask why? no one can really answer, except that the gap between the rich and the majority is real factor of social risks already …. the laggards are getting very impatient and ready to be angry because of the economy system and the leaders … too much of worse off situation belong to the needy, but the leaders become more and more enjoying the life … one solution: satria piningit, who is a unknown person with the ability to gain popularity with solely honesty … no honest leader at the moment must be solved with the coming of an honest popular warrior, satria piningit … will the time come? … well, wait and see

Iklan

green fly mob

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 4:18 am

it seems that the archipelago might experience tough times at least till 2009 … green flies make moves everywhere .. no 1 is now juggling his opportunity and weakness amid rising political and economic tensions … suddenly, amien rais dropped his golden opportunity to make a greatest history for himself and his followers because of unprecedented green fly supports … during the jakarta governor election, green fly will participate very extensively and intensively … at the moment, reorganization of green fly institutions is in cautiously developed, mainly to gain strength of consolidation before the real test in 2009 … green fly should look at thailand experiences … it will not be so easy for the people when great conflicts happen … it might include the elite conflicts and horizontal conflicts … who will be getting the biggest advantage? … the real truly victims as always are the people in the street … the real winners are the survivors … how to survive amid the great conflict? no one sure, god willings

Mei 26, 2007

Hasil Investasi Sementara

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 1:35 am

gempuran bertubi2 pada sektor finansial spekulatif benar2 berat, mirip kaya serangan bush pada husein di bagdad, cuma apakah berhasil seperti kaya invasi amrik? kayanya seh lom lah yaow … entah mengapa 2007 merupakan taon dominasi pengaruh eksternal terhadap bursa saham …. mulai dari kejatuhan dan kebangkitan seketika bursa saham shanghai yang didominasi jutaan pemain lokal amatiran, sampai dengan omongan Alan Greenspan yang selalu membuat cemas para investor …. isu lokal, walau pun hangat seperti soal aliran dana dkp ga terlalu signifikan bergaung di bursa … secara umum, ekspektasi pasar maseh baik2 saja: ekonomi makro indonesia n global masih cukup berkembang, sehingga tak terlalu sulit mengharapkan bursa masih mendekati kejayaan 2006 (taon yang dihantui dampak buruk kenaikan 2 kali harga bbm lokal pada 2005) … apalagi ada yen carry trade: orang minjem ke bank2 jepun karena suku bunga kredit paling rendah di dunia maju, lalu diputarin ke negara2 yang menghasilkan hasil investasi lebih tinggi dari 5%, termasuk indonesia, sehingga bisa bayar utangnya n dapat keuntungan … walau pun sektor ekonomi riil tidak terpengaruh secara langsung, tapi mata uang negara2 tempat mereka berinvestasi menjadi lebih kuat, sehingga merepotkan juga bank2 sentral untuk mengurangi tekanan apresiasi mata uang lokal … blessing in disguise: cadangan devisa menguat, terutama bukan karena adanya investasi gaya carry trade, tetapi karena memang ekspor meningkat trus … namun tetap perlu diwaspadai, karena faktor inflasi juga bisa mengurangi laju hasil investasi, terutama oleh inflasi akibat kenaikan energi n bahan mentah/baku …. gempuran yang bertubi2 ternyata membuat para investor menjadi lebih bijak, koreksi2 sehat di bursa sering terjadi guna mengurangi tekanan hot money yang berlebihan … semoga hot money yang sebenarnya ga terlalu luar biasa itu (bandingkan dengan jaman pra krismon: transaksi devisa harian bisa mencapai 2 milyar usd, dengan volume transaksi harian bursa sekitar 500 jt – 1M usd ; sekarang cuma usd200-300 jt, n di bursa cuma usd200-300jt juga; kata faisal basri: sudah 17M usd totalnya) tetap tidak bisa menggoyahkan sendi2 investasi spekulatif yang memberi wealth effect cukup berarti di tengah ketidakpastiaan ekonomi riil yang dihantui angka pengangguran dan kemiskinan yang tinggi di indonesia … berikut hasil2 yang berhasil dicatat:

Gain reksa dana yang berbasis surat utang negara/obligasi negara n obligasi korporasi:

Basis: perbandingan harga reksa dana tanggal 28 Mei 2007 : harga tgl. 22 Desember 2006

manulife obligasi unggulan = 7,01%

fortis rupiah plus = 3,95%

fortis prima = 6,97%

phinisi dana tetap pemerintah = 5,48%

reksa dana PMN amanat syariah = 4,68%

schroder dana mantap plus = 7,91%

Gain reksa dana yang berbasis saham di bursa efek jakarta:

(harga reksa dana 28 Mei 2007 banding harga 22 Desember 2006)

fortis ekuitas = 23,06%

manulife dana campuran = 9,64%

manulife dana saham = 14,48%

phinisi dana saham = 13,24%

schroder dana istimewa = 20,62%

schroder dana prestasi plus = 11,7(%

indeks harga saham gabung bursa efek jakarta = (indeks tgl 28 Mei 07 banding indeks 20 Desember 06) 17,55%

kalo diperhatiin maka jelas, beberapa indikator mampu melebihi gain ihsg: fortis ekuitas, schroder dana istimewa.
sementara yang lain, cukup mampu mengalahkan bunga deposito … namun tetap waspada, karena gain bisa fluktuatif sifatnya.

Mei 11, 2007

RiSiKo baru sehari

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 12:53 am

baru sehari gw nulis soal risiko asia, ada autoritas finansial indonesia nyerocos soal krismon babak 2 ..

Waspadai Situasi Mirip sebelum Krisis Ekonomi
Jumat, 11 Mei 2007,
JAKARTA – Apresiasi rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam beberapa waktu terakhir perlu disikapi hati-hati. Ini karena penguatan rupiah dan indeks itu lebih banyak ditopang aliran dana asing yang terus membanjir ke tanah air. Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi seperti itu mirip dengan keadaan menjelang krisis 1997 silam. Kala itu, terjadi ekses likuiditas akibat membanjirnya modal masuk (capital inflow).
“Sesudah mengalami krisis beberapa tahun lalu, pertanyaannya, pelajaran apa yang sudah dipetik Asia Tenggara. Ini terutama dikaitkan dengan situasi akhir-akhir ini, sudah agak mirip situasi menjelang krisis,” kata Sri Mulyani Indrawati di kantornya kemarin.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan, pada akhir 1996 memang terjadi pembalikan tiba-tiba atas aliran modal masuk. “Tapi, krisisnya karena capital outflow,” ujar Anggito. Waktu itu, lanjutnya, aliran modal masuk melalui pinjaman swasta tidak terkelola dengan baik.
Menurut Anggito, meski agak mirip masa pra-krisis, situasi saat ini punya perbedaan. “Dulu tidak ada informasi penggunaan oleh sektor swasta, tidak dimonitor pemerintah. Kita sekarang mengetahui berapa exposure-nya,” imbuhnya.
Saat ini, kata dia, kekhawatirannya adalah kalau aliran modal masuk tersebut tidak bisa dimanfaatkan untuk sektor riil. “Itu akan jadi bubble.” Artinya, jika uang masuk untuk pengembangan usaha seperti IPO (penawaran saham ke publik), tidak menjadi masalah. Namun, jika hanya jangka pendek dan tidak dimanfaatkan sektor riil, bisa mudah keluar masuk.
Untuk itu, tambah Anggito, Bapepam bakal membangun sektor keuangan dengan lebih baik. “Kita punya instrumen yang mampu menyerap membanjirnya capital inflow. Itu bisa mengubah pola jangka pendek ke jangka panjang,” sambungnya.
Pada bagian lain, Sri Mulyani mengatakan negara-negara ASEAN tengah serius mengkaji multilateralisasi Chiang Mai Initiative. Kerja sama saling pinjam cadangan devisa jika membutuhkan (Bilateral Swap Arrangement/BSA) itu sedang dikaji untuk dilembagakan. Saat ini, total BSA sudah mencapai USD 80 miliar. “Kita sudah bekerja sama dengan Jepang, Korsel, dan ASEAN secara umum. Jumlah tambahannya mencapai USD 16 miliar,” kata Sri Mulyani.
Dengan kerja sama swap bilateral tersebut, garis pertahanan moneter diharapkan semakin kuat. “Kita punya tiga garis pertahanan. Cadangan devisa, swap bilateral, dan IMF (Dana Moneter Internasional),” ujar dia. Meski garis pertahanan kedua melalui swap bilateral semakin mantap, menurut dia bukan berarti menjadi alasan keluar dari keanggotaan IMF.
Meski dia mengakui, beberapa aturan IMF banyak yang kurang memuaskan. “IMF punya aturan, tapi tidak memuaskan. Apalagi, kalau dilihat cadangan IMF saat ini tidak mencukupi juga, karena cadangan Tiongkok dan negara lain sudah cukup besar,” katanya. (sof)

MENDIDIH MO MENGUAP

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 12:02 am

…. kata guru fisika, titik didih air dengan volume tertentu adalah 100 derajat Celsius pada tekanan udara 1 atm di bumi ini …. (bener ga ya?) ya pokoknya itu sebagai indikator air mendidih saat suhunya mencapai angka 100 pada termometer celsius … sesudah titik didih dilewati apa yang terjadi, ya menguap lah …. kalo sesudah menguap apa yang terjadi, kalau suhu uap air mendingin sampai titik beku lagi maka akan terjadi pembentukan awan disusul hujan … kira2 kaya gitu lah … khan cuma indikasi doang … itu artinya setelah hot-hot-hot, maka terjadi lah boiling, lalu sesaat setelah boiling, terjadi lah evaporating lalu bila suhu udara menjadi sangat rendah, terjadi lah proses freezing seperti tanpa dinamika sama sekali tetapi berkecenderungan menjadi kristalisasi air yang kembali sebagai air dan jatuh ke bumi dalam bentuk molekul2 air … dalam dunia finansial atau investasi keuangan, fenomena fisika ini juga terjadi … di bursa saham, indeks harga saham menjadi indikator mirip kaya termometer … suhu indeks biasanya turun naek, artinya terjadi fluktuasi harga saham dan besarnya volume transaksi saham … suhu indeks bisa bullish, artinya fluktuasi harga saham dan besarnya volume transaksi saham cenderung meninggi … suhu indeks bisa stagnan, artinya fluktuasi harga saham dan besarnya volume transaksi saham cenderung tidak bergerak aka stagnan … suhu indeks bisa bearish, artinya fluktuasi harga saham dan besarnya volume transaksi saham cenderung semakin lemah atau rendah … suhu indeks dalam jangka panjang bisa diwarnai kombinasi ketiga jenis kecenderungan suhu tersebut … jadi bisa terjadi suhu indeks bullish, bearish, dan stagnan sekaligus dalam periode 1 tahun, misalnya … atau dominasi suhu indeks tertentu misalnya pada periode tersebut …. nah, ceritanya saat ini, suhu indeks di asia, terutama di bursa shanghai adalah bearish abis … para analis sudah beramai-ramai secara histeris meneriakkan: watch out man … ati2 suhu indeks sudah mendekati titik didihnya (bubble to burst), karena setelah titik didih dilewati, maka terjadi lah proses penguapan … saham2 akan menguap dari titik tertingginya, volume transaksi yang luar biasa besarnya bisa berbalik arah menjadi sangat minim pada harga2 saham yang sangat rendah.dalam proses penguapan ini …. kira2 begitu analoginya … setelah penguapan terbit lah masa bearish, minimal stagnan gitu …

Mei 10, 2007

risiko asia

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 3:27 am

kalo asia tidak ati2 kayanya asia akan dilanda siklus 10 taon-an … krismon lage … aneh ya? kenapa kalo uda 10 taon, ekonomi bisa kolaps lage … pertanyaan yang selalu dicoba dijawab, tapi ga pernah bener2 memuaskan karena ekonomi itu sesuatu yang tidak eksak (begitu kata orang menyederhanakan persoalan) … apa gejala2nya? gelembung besar di bursa shanghai, gelembung besar harga komoditas logam, tren inflasi dunia yang meningkat terus kecuali dibeberapa negara minoritas, gunjang ganjing politik di amrik (pilpres 2008), juga kekacauan politik di thailand n irak, rekor2 di bursa2 dunia, termasuk amrik n asia pasifik …. lho itu khan artinya ekonomi tumbuh dengan baik? salah (begitu kata para analis ekonomi) … keadaan ini sebenarnya menyiratkan bahaya yang tersembunyi di bawah puncak gunung es … ekonomi asia sebenarnya tidak akan tumbuh lebih baik 2007 ini, tapi kok iklim investasi portofolio n manufaktur n ekspor begitu sehatnya … jadi situasi ekonomi keseluruhan seharusnya lebih buruk tidak dicerminkan oleh semua bagian ekonomi, termasuk ekspor, bursa, n manufaktur … para analis ekonomi menduga bahwa situasi ekonomi keseluruhan akan memperlihatkan giginya dalam beberapa bulan ke depan yaitu dengan berjatuhannya ekspor, bursa, manufaktur n sektor pertambangan … apakah indonesia akan selamat? pasti, terbukti saat krismon yang begitu ganas aja jumlah penduduk indonesia masih tambah trus kok (malah kehilangan 1 propinsi pun, jumlah penduduk masih naik) … ekonomi ambruk, malah raja2 kecil merajalela … jadi, kalo krisis asia berulang lagi, apakah krismon di indonesia akan terjadi? seharusnya iya … jadi ketergantungan ekonomi indonesia pada ekonomi dunia benar2 terasa, karena terbukti rupiah menguat n bursa ikutan naik oleh adanya aliran 1 milyar usd masuk seperti dicatat oleh Badan Kebijakan Fiskal depkeu (anggito)…. faktor eksternal adalah faktor dominan untuk mencermati kemungkinan krismon jilid 2 setelah reshuffle jilid 2 presiden pertama yang terpilih secara langsung di indo … tapi hari2 ini, prediksi gw, rasio bahaya : keselamatan masih neutral risk karena ada 2,7 Trilyun usd uang asia siap menalangi kemungkinan capital rush out from asia … kalo di-inga2, maka minimal sudah terjadi 3 pukulan straight keras terhadap ekonomi asia di triwulan 1 2007 ini (terutama di portofolio): dana2 hedge fund kabur dari asia, 2 kali kejatuhan bursa shanghai, kurs mata uang asia jauh menguat sehingga seharusnya ekspor rontok tapi malah sebaliknya yang terjadi … jadi pukulan2 straight keras itu masih lom mampu mengKOkan ekonomi asia … mungkin karena 2,7 T itu ya? well, siap2 aja d … tampaknya makroekonomi masih menjadi panglima ekonomi bagi semua orang …

Mei 1, 2007

Totally crushed or totally safe

Filed under: Uncategorized — bumi2009fans @ 1:20 am

in life, the entrepreneurship was a disaster for people that cannot think broadmindedly… the below case was one of the tragic evidences … (bearing in mind that the story might not be wholly accurate) … in fact that many still think that they have to put everything in one promising and enduring basket of income … they thought the only basket might give them the maximum when they gave the maximum capital … in fact, the basket might fall, all the eggs they put inside might break … one promising and enduring basket of income might become one totally disastrous proof of misleading paradigm … diversification of risk was more important than narrowmindedness …. when they were able to diverse their business before the unexpected events, they at least could save some sources of purchasing power to survive … there was still some alternative ways to make future after the disruption of their major business … in fact, some people might get all the benefits amid of the unexpected events by diversifying risks and protecting their assets or business … so people might choose being totally crushed or totally safe

“Habis sudah semua modal. Sekarang saya harus mulai dari nol lagi. Ngayuh gerobak es kelapa jualan keliling kampung,” tutur Rus (38), pedagang makanan dan minuman yang dulu berjualan di depan pabrik PT DJI saat ditemui di rumah kontrakannya di Kampung Ketos Desa Sindangsari, Rabu pekan lalu.
Dari status juragan dengan anak buah 19 orang dan omset Rp 300 ribuan perhari, kini lelaki asal Lampung itu hanya berpenghasilan Rp 20.000-Rp 30.000 perhari.

Selasa, 01 Mei 2007
PerburuhanAmbruknya Pabrik “Tsunami” buat Warga Sekitar
SOELASTRI SOEKIRNO
Suasana Desa Sindangsari , Pasar Kemis Kabupaten Tangerang tiga bulan terakhir terasa sepi. Bahkan ribuan rumah kontrakan di sekitar pabrik sepatu PT Dong Joe Indonesia (DJI) pada siang hari sunyi senyap seolah tak berpenghuni. Denyut nadi perekonomian di sana tiba-tiba ambruk.
“Habis sudah semua modal. Sekarang saya harus mulai dari nol lagi. Ngayuh gerobak es kelapa jualan keliling kampung,” tutur Rus (38), pedagang makanan dan minuman yang dulu berjualan di depan pabrik PT DJI saat ditemui di rumah kontrakannya di Kampung Ketos Desa Sindangsari, Rabu pekan lalu.
Dari status juragan dengan anak buah 19 orang dan omset Rp 300 ribuan perhari, kini lelaki asal Lampung itu hanya berpenghasilan Rp 20.000-Rp 30.000 perhari.
Tak heran jika Rus yang akrab dipanggil pak Brewok oleh sesama pengontrak, akhirnya harus menjual gerobak jualannya satu-persatu setelah modalnya habis untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan mengirim jatah uang untuk makan dan biaya sekolah tiga anaknya di kampung.
Istri Rus, Nur semula bekerja di PT DJI. Setelah pabrik itu ditinggal lari pemiliknya, ia bekerja di PT Sinar di Serang-Banten dengan status pegawai kontrak. “Akhir bulan ini kontraknya di Sinar habis dan tak bisa diperpanjang. Belum tahu mau melamar kerja kemana wong nyari kerja sekarang mesti bayar minimal Rp 700 ribu,” lanjut Rus.
Tak jauh dari kontrakan Rus, duduk Ani (28) dan Sumarni (30). Keduanya mantan buruh PR DJI. “Ya begini kalau siang. Sepi. Tidak seperti dulu,” cetus Ani, perempuan asal Gunung Kidul-DI Yogyakarta yang sudah delapan tahun bekerja di pabrik tersebut.
Ani dan Sumarni sama-sama bingung setelah pabrik tempat mereka berkarya selama bertahun-tahun tiba-tiba ambruk dan sampai kini tak jelas pertanggungjawabannya. “Terakhir yang kami terima sebagian gaji November 2006 Rp 430 ribu dan uang jamsostek saja. Sekarang sudah habis untuk biaya hidup sehari-hari,” jelas Sumarni, buruh PT DJI bermasa kerja 10 tahun.
Sekitar 6.000 buruh PT DJI nasibnya masih terkatung-katung karena perusahaan tak membayarkan hak mereka berupa gaji selama tiga bulan dan pesangon. Keadaan sama terjadi atas 4.500 mantan buruh PT Spotec di Cikupa Kabupaten Tangerang. Di Kota Tangerang, tak kurang dari 3.000 buruh PT Hanncang Indonesia nasibnya juga terombang-ambing setelah manajemen pabrik itu sejak 19 Februari lalu menutup pabrik tanpa mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia.
Dampak penutupan pabrik, tak hanya menghancurkan para buruh dan keluarganya tetapi juga meruntuhkan perekonomian dimana pabrik berada dan atas pihak-pihak yang langsung berkaitan dengan kegiatan di pabrik. Di PT DJI, halaman depan kini sepi. Jalan raya Sindangsari yang biasa ramai dilalui kendaraan umum dan ojek yang setiap saat membawa buruh pulang-pergi dari rumah ke pabrik juga tak seramai dulu lagi.
“Menjelang pabrik tutup, kami malah sering kerja lembur. Bisa dikata, depan pabrik dan jalan raya ramai dari pagi sampai pagi lagi karena ada pergantian sift,” kata Sapta, mantan buruh PT DJI.
Halaman samping pabrik, setiap sore ramai oleh gelak tawa anak-anak buruh dan warga setempat bermain sepeda atau berlari-larian sembari melihat latihan drum band dari sebuah sekolah di Sindangsari.
Di rumah-rumah kontrakan yang tersebar di bagian belakang pabrik tiap sore hari terdengar hiruk pikuk kegiatan para ibu dan anak-anaknya. Para ibu adalah pekerja pabrik yang sudah pulang lalu bermain-main dengan anaknya di sekitar rumah kontrakan mereka. Pedagang makanan dan sayur serta ikan keliling dari satu rumah kontrakan ke rumah kontrakan lain untuk menjajakan dagangan.
Selalu ada pengontrak yang membeli sayur dan lauk-pauknya sebab mereka memang tak sempat berbelanja ke pasar. Bahan-bahan pangan itu lalu dimasak untuk keperluan makan malam, sebagian disimpan untuk makan pagi esok harinya.
Tetapi, keadaan itu terjadi dulu ketika PT DJI masih berjaya.
Ketika manajemen PT DJI menutup pabriknya pada November 2006, perlahan-lahan keadaan mulai memburuk. Apalagi ketika penyelesaian hak atas ribuan buruh tertunda-tunda tanpa kejelasan. “Maunya pesangon cepat dikasih biar segera ada kepastian sehingga bisa nyari kerja di tempat lain,” kata Maria, mantan buruh DJI lainnya.
Apa daya, pesangon dan gaji tetap tak kunjung turun sementara sebagian besar buruh yang sudah berusia di atas 27 tahun kesulitan mencari pekerjaan di tempat lain.
Begitulah suasana kehidupan di kawasan PT DJI saat ini. Desa Sindangsari, dimana pabrik berada sejak 20 tahun lalu sebelumnya merupakan wilayah yang selalu hidup. Di depan pabrik pembuat sepatu merk Reebok itu, tersedia deretan pedagang minuman dan makanan.

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: